Sekarang, Anak Usia 5 Tahun Sudah Memikirkan Reputasi Dirinya - Rumah Cantik Lariska
Penggunaan media sosial sudah sangat umum. Baik itu orang kaya maupun orang yang penghasilannya pas-pasan ikut mendaftar untuk memiliki akun facebook, twitter dan banyak lainnya.
Umumnya orang bermedia sosial untuk membangun citra dirinya.
Dan belakangan ini anak-anak pun sudah ikut-ikutan untuk bermain media sosial. Tentunya anak-anak tersebut bermedia sosial karena mengikuti orang dewasa atau orang tuanya.
Ilustrasi Anak Zaman Sekarang | Photo credit: Shutterstock.com/Anna Nahabed
Hal yang mengagetkan, penelitian pun menemukan bahwa anak-anak yang masih kecil (bahkan baru berusia 5 tahun) sudah memikirkan reputasi dirinya.
Peneliti di Amerika melihat bahwa anak anak kecil di masa sekarang sudah mampu dengan baik membangun reputasi dirinya. Mereka membangun �branding� dirinya sebagai persiapan untuk memasuki masa sekolah.
Anak yang baru berusia 5 tahun, sudah dapat memahami bahwa jika orang lain melihat saya melakukan X, apa yang akan mereka simpulkan tentang diri saya.
Penelitian menunjukkan bahwa anak berusia 6 tahun memiliki sifat dan prilaku yang lebih terjaga dan lebih murah hati, saat mereka menyadari sedang diperhatikan oleh orang yang kemungkinan akan mereka lihat lagi, dibandingkan dengan yang kemungkinan tidak akan ditemui di masa mendatang.
Sehingga tampaknya anak-anak sekarang, sejak dini sudah mulai belajar memposisikan dirinya. Mereka mencoba dan berusaha agar memiliki reputasi baik di mata orang-orang sekitar.
Tips Bagi Orang Tua Agar Anak Percaya Diri
Orang tua memiliki posisi dan peran sangat penting dalam proses perkembangan anak. Pastikan orang tua memiliki waktu cukup banyak untuk berkomunikasi dengan anak.
Jika orang tua sering berkomunikasi dengan anak sedari kecil, maka anak akan tumbuh menjadi orang yang percaya diri.
Seringkali orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak pernah mengajarkan pendidikan dan pengetahuan karakter sejak dini pada anak.
Orang tua jangan sering memarahi anak. Yang namanya anak-anak akan sering melakukan kesalahan. Justru disinilah peran penting orang terdekat sang anak untuk membimbing.
Orang tua perlu mendorong dan mengajarkan anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan atau orang-orang sekitar
Jangan meremehkan kemampuan anak, karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Jangan membanding-bandingkan anak dengan anak lainnya jika itu hanya akan menyakiti hati anak.
Terlalu sering membanding-bandingkan anak, bisa merusak kepercayaan dirinya.
Yang perlu dilakukan orang tua adalah mendorong anak untuk menekuni bakat yang dimilikinya.
Jika anak memiliki sebuah hobi yang positif, maka jangan ragu untuk mendukung keinginan anak tersebut, dan jangan mematahkan semangat anak.
Jangan suka menakut-nakuti anak. Seringkali untuk membuat anak jera maka caranya dengan menakut-nakutinya. Kebiasan menakut-nakuti anak ini menyebabkan perkembangan anak terganggu, anak menjadi tidak percaya diri, dan pesimis dalam mengambil keputusan.
Jangan mengejek anak, walaupun itu dengan tujuan bercanda, kebiasaan mengejek ini tidak dibenarkan. Mengejek anak dapat berdampak buruk pada kepercayaan dirinya.
Pastikan komunikasi aktif dan libatkan anak dalam membuat keputusan. Biasakan anak untuk mengutarakan ide atau pendapatnya, hal ini akan melatih dirinya untuk bisa percaya diri.
Umumnya orang bermedia sosial untuk membangun citra dirinya.
Dan belakangan ini anak-anak pun sudah ikut-ikutan untuk bermain media sosial. Tentunya anak-anak tersebut bermedia sosial karena mengikuti orang dewasa atau orang tuanya.
Ilustrasi Anak Zaman Sekarang | Photo credit: Shutterstock.com/Anna Nahabed
Hal yang mengagetkan, penelitian pun menemukan bahwa anak-anak yang masih kecil (bahkan baru berusia 5 tahun) sudah memikirkan reputasi dirinya.
Peneliti di Amerika melihat bahwa anak anak kecil di masa sekarang sudah mampu dengan baik membangun reputasi dirinya. Mereka membangun �branding� dirinya sebagai persiapan untuk memasuki masa sekolah.
Anak yang baru berusia 5 tahun, sudah dapat memahami bahwa jika orang lain melihat saya melakukan X, apa yang akan mereka simpulkan tentang diri saya.
Penelitian menunjukkan bahwa anak berusia 6 tahun memiliki sifat dan prilaku yang lebih terjaga dan lebih murah hati, saat mereka menyadari sedang diperhatikan oleh orang yang kemungkinan akan mereka lihat lagi, dibandingkan dengan yang kemungkinan tidak akan ditemui di masa mendatang.
Sehingga tampaknya anak-anak sekarang, sejak dini sudah mulai belajar memposisikan dirinya. Mereka mencoba dan berusaha agar memiliki reputasi baik di mata orang-orang sekitar.
Tips Bagi Orang Tua Agar Anak Percaya Diri
Orang tua memiliki posisi dan peran sangat penting dalam proses perkembangan anak. Pastikan orang tua memiliki waktu cukup banyak untuk berkomunikasi dengan anak.
Jika orang tua sering berkomunikasi dengan anak sedari kecil, maka anak akan tumbuh menjadi orang yang percaya diri.
Seringkali orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak pernah mengajarkan pendidikan dan pengetahuan karakter sejak dini pada anak.
Orang tua jangan sering memarahi anak. Yang namanya anak-anak akan sering melakukan kesalahan. Justru disinilah peran penting orang terdekat sang anak untuk membimbing.
Orang tua perlu mendorong dan mengajarkan anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan atau orang-orang sekitar
Jangan meremehkan kemampuan anak, karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Jangan membanding-bandingkan anak dengan anak lainnya jika itu hanya akan menyakiti hati anak.
Terlalu sering membanding-bandingkan anak, bisa merusak kepercayaan dirinya.
Yang perlu dilakukan orang tua adalah mendorong anak untuk menekuni bakat yang dimilikinya.
Jika anak memiliki sebuah hobi yang positif, maka jangan ragu untuk mendukung keinginan anak tersebut, dan jangan mematahkan semangat anak.
Jangan suka menakut-nakuti anak. Seringkali untuk membuat anak jera maka caranya dengan menakut-nakutinya. Kebiasan menakut-nakuti anak ini menyebabkan perkembangan anak terganggu, anak menjadi tidak percaya diri, dan pesimis dalam mengambil keputusan.
Jangan mengejek anak, walaupun itu dengan tujuan bercanda, kebiasaan mengejek ini tidak dibenarkan. Mengejek anak dapat berdampak buruk pada kepercayaan dirinya.
Pastikan komunikasi aktif dan libatkan anak dalam membuat keputusan. Biasakan anak untuk mengutarakan ide atau pendapatnya, hal ini akan melatih dirinya untuk bisa percaya diri.
Penggunaan media sosial sudah sangat umum. Baik itu orang kaya maupun orang yang penghasilannya pas-pasan ikut mendaftar untuk memiliki akun facebook, twitter dan banyak lainnya.
Umumnya orang bermedia sosial untuk membangun citra dirinya.
Dan belakangan ini anak-anak pun sudah ikut-ikutan untuk bermain media sosial. Tentunya anak-anak tersebut bermedia sosial karena mengikuti orang dewasa atau orang tuanya.
Ilustrasi Anak Zaman Sekarang | Photo credit: Shutterstock.com/Anna Nahabed
Hal yang mengagetkan, penelitian pun menemukan bahwa anak-anak yang masih kecil (bahkan baru berusia 5 tahun) sudah memikirkan reputasi dirinya.
Peneliti di Amerika melihat bahwa anak anak kecil di masa sekarang sudah mampu dengan baik membangun reputasi dirinya. Mereka membangun �branding� dirinya sebagai persiapan untuk memasuki masa sekolah.
Anak yang baru berusia 5 tahun, sudah dapat memahami bahwa jika orang lain melihat saya melakukan X, apa yang akan mereka simpulkan tentang diri saya.
Penelitian menunjukkan bahwa anak berusia 6 tahun memiliki sifat dan prilaku yang lebih terjaga dan lebih murah hati, saat mereka menyadari sedang diperhatikan oleh orang yang kemungkinan akan mereka lihat lagi, dibandingkan dengan yang kemungkinan tidak akan ditemui di masa mendatang.
Sehingga tampaknya anak-anak sekarang, sejak dini sudah mulai belajar memposisikan dirinya. Mereka mencoba dan berusaha agar memiliki reputasi baik di mata orang-orang sekitar.
Tips Bagi Orang Tua Agar Anak Percaya Diri
Orang tua memiliki posisi dan peran sangat penting dalam proses perkembangan anak. Pastikan orang tua memiliki waktu cukup banyak untuk berkomunikasi dengan anak.
Jika orang tua sering berkomunikasi dengan anak sedari kecil, maka anak akan tumbuh menjadi orang yang percaya diri.
Seringkali orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak pernah mengajarkan pendidikan dan pengetahuan karakter sejak dini pada anak.
Orang tua jangan sering memarahi anak. Yang namanya anak-anak akan sering melakukan kesalahan. Justru disinilah peran penting orang terdekat sang anak untuk membimbing.
Orang tua perlu mendorong dan mengajarkan anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan atau orang-orang sekitar
Jangan meremehkan kemampuan anak, karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Jangan membanding-bandingkan anak dengan anak lainnya jika itu hanya akan menyakiti hati anak.
Terlalu sering membanding-bandingkan anak, bisa merusak kepercayaan dirinya.
Yang perlu dilakukan orang tua adalah mendorong anak untuk menekuni bakat yang dimilikinya.
Jika anak memiliki sebuah hobi yang positif, maka jangan ragu untuk mendukung keinginan anak tersebut, dan jangan mematahkan semangat anak.
Jangan suka menakut-nakuti anak. Seringkali untuk membuat anak jera maka caranya dengan menakut-nakutinya. Kebiasan menakut-nakuti anak ini menyebabkan perkembangan anak terganggu, anak menjadi tidak percaya diri, dan pesimis dalam mengambil keputusan.
Jangan mengejek anak, walaupun itu dengan tujuan bercanda, kebiasaan mengejek ini tidak dibenarkan. Mengejek anak dapat berdampak buruk pada kepercayaan dirinya.
Pastikan komunikasi aktif dan libatkan anak dalam membuat keputusan. Biasakan anak untuk mengutarakan ide atau pendapatnya, hal ini akan melatih dirinya untuk bisa percaya diri.
Umumnya orang bermedia sosial untuk membangun citra dirinya.
Dan belakangan ini anak-anak pun sudah ikut-ikutan untuk bermain media sosial. Tentunya anak-anak tersebut bermedia sosial karena mengikuti orang dewasa atau orang tuanya.
Ilustrasi Anak Zaman Sekarang | Photo credit: Shutterstock.com/Anna Nahabed
Hal yang mengagetkan, penelitian pun menemukan bahwa anak-anak yang masih kecil (bahkan baru berusia 5 tahun) sudah memikirkan reputasi dirinya.
Peneliti di Amerika melihat bahwa anak anak kecil di masa sekarang sudah mampu dengan baik membangun reputasi dirinya. Mereka membangun �branding� dirinya sebagai persiapan untuk memasuki masa sekolah.
Anak yang baru berusia 5 tahun, sudah dapat memahami bahwa jika orang lain melihat saya melakukan X, apa yang akan mereka simpulkan tentang diri saya.
Penelitian menunjukkan bahwa anak berusia 6 tahun memiliki sifat dan prilaku yang lebih terjaga dan lebih murah hati, saat mereka menyadari sedang diperhatikan oleh orang yang kemungkinan akan mereka lihat lagi, dibandingkan dengan yang kemungkinan tidak akan ditemui di masa mendatang.
Sehingga tampaknya anak-anak sekarang, sejak dini sudah mulai belajar memposisikan dirinya. Mereka mencoba dan berusaha agar memiliki reputasi baik di mata orang-orang sekitar.
Tips Bagi Orang Tua Agar Anak Percaya Diri
Orang tua memiliki posisi dan peran sangat penting dalam proses perkembangan anak. Pastikan orang tua memiliki waktu cukup banyak untuk berkomunikasi dengan anak.
Jika orang tua sering berkomunikasi dengan anak sedari kecil, maka anak akan tumbuh menjadi orang yang percaya diri.
Seringkali orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak pernah mengajarkan pendidikan dan pengetahuan karakter sejak dini pada anak.
Orang tua jangan sering memarahi anak. Yang namanya anak-anak akan sering melakukan kesalahan. Justru disinilah peran penting orang terdekat sang anak untuk membimbing.
Orang tua perlu mendorong dan mengajarkan anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan atau orang-orang sekitar
Jangan meremehkan kemampuan anak, karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Jangan membanding-bandingkan anak dengan anak lainnya jika itu hanya akan menyakiti hati anak.
Terlalu sering membanding-bandingkan anak, bisa merusak kepercayaan dirinya.
Yang perlu dilakukan orang tua adalah mendorong anak untuk menekuni bakat yang dimilikinya.
Jika anak memiliki sebuah hobi yang positif, maka jangan ragu untuk mendukung keinginan anak tersebut, dan jangan mematahkan semangat anak.
Jangan suka menakut-nakuti anak. Seringkali untuk membuat anak jera maka caranya dengan menakut-nakutinya. Kebiasan menakut-nakuti anak ini menyebabkan perkembangan anak terganggu, anak menjadi tidak percaya diri, dan pesimis dalam mengambil keputusan.
Jangan mengejek anak, walaupun itu dengan tujuan bercanda, kebiasaan mengejek ini tidak dibenarkan. Mengejek anak dapat berdampak buruk pada kepercayaan dirinya.
Pastikan komunikasi aktif dan libatkan anak dalam membuat keputusan. Biasakan anak untuk mengutarakan ide atau pendapatnya, hal ini akan melatih dirinya untuk bisa percaya diri.
19 Cara Menghilangkan Stres dengan Cepat & Efektif - Rumah Cantik Lariska
Manusia yang hidup dipermukaan bumi ini sebenarnya tidak bisa lepas 100% dari yang namanya stres.
Berbagai perasaan campur aduk pernah dirasakan seperti marah, frustrasi, kesepian, gelisah, pikiran tidak tenang, dan semacamnya.
Ilustrasi Stres | Photo credit: Pixnio.com
Berbagai tekanan dalam hidup bisa menyebabkan stres. Bahkan sebuah fenomena yang aneh, terlalu serius bermain game juga bisa menyebabkan stres (karena frustasi kalah terus pada permainan).
Tentunya stres kronis harus berusaha dihindari, karena kondisi stres dapat membahayakan dari sisi kesehatan maupun psikologis.
Langsung saja, berikut di bawah ini berbagai cara menghilangkan stres:
1. Cari Tahu Apa Saja yang Membuat Anda Stres
Anda perlu merenungkan atau mencari tahu hal-hal yang memicu timbulnya stres pada diri Anda. Tuliskan hal-hal yang memicu rasa stres Anda, mulai dari hal terbesar ke terkecil.
Chek List | Photo credit: Flickr.com by Animated Heaven
Dengan begitu, Anda telah memetakan berbagai hal yang mengganggu psikologis Anda, yang nantinya data tersebut sangat diperlukan dalam mengantisipasi stres.
Gunakan data / catatan tersebut dalam mengambil langkah apa saja yang diperlukan untuk menghindari dan melawan stres.
Letakan catatan �khusus� tersebut pada tempat yang mudah Anda jangkau.
Secara umum orang yang dalam kondisi stress merasa sangat tidak nyaman dan memiliki gangguan pikiran tertentu.
Beberapa hal yang umum menyebabkan stres yaitu tekanan pekerjaan yang menumpuk, masalah ekonomi, hubungan keluarga yang tidak harmonis, dan banyak lagi.
2. Segera Istirahat Jika Stres Karena Lelah
Kondisi stres menyebabkan emosi dan fisik seseorang menjadi tidak stabil, sehingga jangan memaksakan bekerja ketika dalam kondisi demikian.
Tidur di Rumput Hijau | Photo credit: Freegreatpicture.com
Dengan beristirahat (walaupun hanya sejenak), memberikan manfaat setidaknya untuk meredakan stres. Hal ini sangat penting, agar Anda terhindar dari kondisi stres dengan tingkat parah.
Istirahat sangat penting karena memberi pengaruh pada mood seseorang. Manfaat istirahat sangat terasa ketika seseorang melakukan kegiatan yang sangat melelahkan.
Dengan begitu, istirahat pada waktu yang dibutuhkan sangat penting, tidak hanya bermanfaat untuk menghilangkan rasa kantuk, tapi juga sangat baik untuk kesehatan jiwa dan raga.
Adapun memaksakan diri bekerja tanpa beristirahat yang cukup, akan menyebabkan seseorang mudah marah, sulit konsentrasi, tidak sabaran, hingga akhirnya memicu stres yang parah.
3. Curhat dan Keluarkan Semua Unek-Unek
Jika Anda mengalami suatu permasalahan yang berat, maka usahakan untuk tidak memendam perasaan.
Ilustrasi Curhat kepada Teman | Photo credit: Shutterstock.com by wavebreakmedia
Hendaknya Anda mengeluarkan semua unek-unek Anda, carilah orang yang tepat dan bisa memberikan solusi dari masalah yang dihadapi.
Ingat! Pastikan Anda curhat pada orang yang bisa dipercaya, yaitu orang yang tidak menyebarkan privasi rahasia Anda.
Beritahukan pada teman curhat Anda tentang perasaan yang mengganggu Anda, hal ini sangat penting agar bisa membuat Anda lega, dan Anda bisa lebih terhindar dari stres.
Selain itu, di zaman sekarang sudah sangat berkembang dunia digital, Anda bisa memanfaatkannya. Sebuah penelitian menemukan bahwa mengekspresikan diri melalui tulisan dapat membantu seseorang mengatasi situasi stres yang dihadapinya.
Penelitian juga menemukan bahwa mengungkapkan perasaan pada selembar kertas (juga termasuk tulisan secara digital) bisa mendinginkan otak dan membantu meredakan stres secara efektif.
Dengan begitu, jika Anda tidak menemukan orang yang cocok untuk diajak curat, setidaknya Anda mengekspresikan kondisi yang sedang Anda hadapi pada lembaran kertas ataupun di Microsoft Word.
4. Mandi atau Berendam di Air Hangat
Selain untuk membersihkan tubuh, mandi sangat ampuh sebagai terapi penenangan diri. Walaupun mandi telah dilakukan secara rutin, namun pada saat tertentu (dimana stres muncul secara mendadak) maka Anda bisa segera mandi, sehingga nantinya stres segera mereda.
Kamar Mandi | Photo credit: Pixabay.com
Oleh karena itu, ketika pikiran sedang sumpek maka jangan malas untuk segera mandi. Dengan mandi, dijamin kondisi Anda akan membaik, Insya Allah.
Mandi dapat menghilangkan sisa debu, kotoran dan keringat yang menempel pada tubuh, selain itu juga akan menyegarkan pikiran.
Saat tubuh terasa panas, gerah dan semacamnya maka akan memicu perasaan ingin marah-marah. Nah, mandi menjadi cara alami terbaik untuk meredakan perasaan negatif di dalam diri.
Selain itu, mandi air hangat di bathub juga menjadi pilihan yang bagus untuk merilekskan diri dan meredakan stres.
Anda bisa sesekali mandi berendam di air hangat ketika stres mendera. Tidak perlu lama-lama, sekitar 10 menit saja sudah cukup baik.
Tekanan pekerjaan dan padatnya jadwal di kantor menyebabkan timbulnya stres. Kondisi semakin diperparah dengan kemacetan dan polusi yang ditemukan setiap hari.
Jika kondisi tesebut menyebabkan timbulnya stres yang berat maka jangan ragu untuk segera mandi berendam di air hangat setelah pulang bekerja.
Berendam di air hangat akan merilekskan tubuh, dan pikiran akan terasa lebih segar. Selain itu, diharapkan dengan berendam di air hangat dapat mengatasi masalah insomnia.
Dimana insomnia (susah tidur) berkaitan dengan stres. Orang yang susah tidur maka pada siang harinya akan beresiko tinggi terkena stres.
Sehingga ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari mandi air hangat.
5. Hindari Sifat Boros
Tidak jarang orang-orang terjatuh dalam kesalahan berupa mengikuti tren gaya hidup terkini secara membabi buta, sehingga menjadi sangat boros dalam membelanjakan keuangannya.
Ilustrasi Boros Uang | Photo credit: Shutterstock.com
Salah satu contohnya adalah membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Orang yang memiliki sifat boros umumnya juga memiliki sifat tidak pernah merasa cukup dan kurang bersyukur.
Rasa kurang bersyukur dengan apa yang telah dicapai inilah yang menyebabkan seseorang sering terkena stres. Yang seharusnya stres ini tidak perlu terjadi.
Terus-terusan merasa kurang seringkali menjadi sebab seseorang terkena stres. Dimana Ia akan frustasi ketika tujuannya tidak tercapai.
Uang yang dimilikinya telah habis, sementara masih banyak keinginannya yang belum terwujud.
Selain itu orang-orang juga sering menjadi stres dan frustasi akibat berhutang karena prilakunya yang boros. Pengeluaran yang lebih besar dibandingkan pemasukan bisa menjadi penyebab stres.
Hal lainnya, orang yang boros akan terlalu sibuk mencari harta materi untuk bisa memenuhi kebutuhannya. Berlebihan dalam bekerja juga akan memicu rasa stres.
Orang boros juga cenderung memiliki berbagai sifat negatif seperti sombong, iri hati, kikir, dan dengki, yang membuatnya semakin menderita karena sifat-sifat negatif tersebut.
6. Miliki Setidaknya Satu Kegiatan yang Anda Sukai
Coba merenung sebentar untuk mengingat-ingat tentang kegiatan yang Anda paling tertarik dengannya. Kalau sudah dapat maka ingat terus, catat saja jika khawatir lupa.
Bermain Futsal Menjadi Pilihan Bagus Untuk Meredakan Stres | Photo credit: Jogosescolares.pr.gov.br
Melakukan hal yang dicintai atau disukai bisa sangat membantu dalam menghilangkan stres. Kalau bisa, kegiatan Anda tersebut dapat membuat tubuh dan pikiran rileks, dan lebih bagus lagi jika bermanfaat besar bagi kehidupan Anda.
Tapi jika kegiatan Anda hanya sebatas hobi juga tidak mengapa. Melakukan hobi sudah cukup untuk bisa mendapatakan suatu kesenangan dan menjadi hiburan tersendiri bagi jiwa dan pikiran.
Melakukan hobi membuat seseorang menjadi lebih bersemangat. Jika Anda suka bermain sepak bola, futsal, basket, voli, menunggang kuda, atau lainnya, maka itu sudah sangat bagus.
Kegiatan lainnya yang bisa Anda lakukan yaitu membaca buku pengetahuan, belajar bahasa asing, belajar seni, belajar programming, fotografi, vlogger, melukis, menjahit dan banyak lagi.
7. Jalan-Jalan Sejenak Melihat Pemandangan Sekitar Sembari Menghirup Udara Segar
Apabila Anda mengalami stres akibat pikiran yang sumpek dan jenuh, maka terapinya bisa dengan cara pergi keluar rumah (usahakan mencari tempat hijau) sembari menikmati udara di luar ruangan.
Jalan-Jalan Pagi | Photo credit: Greeners.co/Danny Kosasih
Hal ini akan dapat secara cepat untuk menghilangkan rasa sumpek. Pergilah ke tempat dengan udara yang segar, lebih bagus lagi jika tempat tersebut memiliki pemandangan indah yang menenangkan jiwa.
Hal yang juga bagus adalah berjalan-jalan di pagi hari yang sejuk, namun terdapat sinar matahari pagi. Jika Anda memiliki waktu luang hedaknya melakukan hal ini, karena manfaatnya akan lebih menenangkan jiwa.
8. Olahraga Pagi
Poin ke-8 ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Olahraga hendaknya dilakukan pada pagi hari karena sinar matahari pagi sangat menyehatkan tubuh.
Olahraga Pagi | Photo credit: Infocarfreeday.net
Pada artikel berjudul Ini Alasan Mengapa Olahraga Bisa Hilangkan Stres (Detik.com) menyebutkan bahwa sebuah cara yang sudah terbukti ampuh untuk menghilangkan rasa stres dan gelisah yaitu olahraga ringan seperti jalan cepat atau jogging.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Neuroscience menyebutkan bahwa melakukan aktivitas fisik (terutama olahraga) membantu untuk mengatasi masalah stres dengan lebih baik.
"Aktivitas fisik terbukti bisa mer-organisasi otak sehingga kegelisahan tidaklah sampai bisa mengganggu fungsi otak." Kata peneliti Profesor Elizabeth Gould dari Princeton University, New York.
Dengan begitu, usahakan agar Anda bisa secara rutin melakukan olahraga pagi karena manfaatnya yang sangat penting.
Selain manfaatnya dapat menyehatkan tubuh, juga manfaatnya dapat membuat fresh pikiran, serta mencegah dan meredakan stres.
9. Fokus Pada Masa Sekarang
Memang, memikirkan masa lalu untuk mengambil pelajaran darinya adalah hal yang bagus dan bijak. Demikian juga memikirkan masa depan adalah hal yang penting sekali.
Namun ingat, jangan berlebihan dalam memikirkan masa lalu dan masa depan Anda.
Jika Anda terlalu berkutat pada masa lalu maka akan menghabiskan waktu Anda, bahkan bisa membuat Anda bersedih jika memikirkan berbagai kesalahan yang pernah Anda lakukan. Hindari hal ini.
Memikirkan masa lalu hendaknya untuk mengambil pelajaran darinya saja. Mengenai masa depan, hindari terlalu banyak angan-angan karena nantinya bisa menyebabkan stres akhirnya.
Gunakan sebagian besar pikiran Anda untuk masa sekarang, biarlah hidup Anda mengalir apa adanya, dan jangan terlalu khawatir.
10. Lakukan Pemijatan
Pada artikel berjudul Mengatasi Stres dengan Pijat Refleksi (Klikdokter.com) menyebutkan bahwa pijat refleksi menjadi cara yang bagus untuk melepaskan stres dan juga melemaskan otot-otot.
Seorang Pria Dipijat | Photo credit: Dreamstime.com
Dimana munculnya stres biasanya berhubungan dengan masalah keseimbangan hormon di dalam tubuh. Adanya gangguan tersebut menyebabkan tubuh meresponnya dengan cara mengeluarkan kadar hormon stres yang tinggi, yang disertai dengan ketegangan saraf dan kontraksi otot.
Pijat refleksi bisa memberikan manfaat untuk meredakan stres, mengurangi ketegangan saraf dan melemaskan otot.
Anda bisa mencoba layanan pijat refeleksi yang profesional (berpengalaman), agar manfaat pemijatan bisa maksimal diperoleh.
Pada buku The Complete Illustrated Guide to Reflexology, dijelaskan bahwa orang-orang dari segala usia bisa memperoleh manfaat positif dari pemijatan refleksi.
Walaupun manfaatnya bertingkat-tingkat pada setiap orang, tapi secara umum pijatan pada tubuh menimbulkan rasa tenang dan rileks.
Selain menekan jumlah hormon stres, pijat refleksi juga dapat bermanfaat untuk meningkatkan kadar serotonin dan dopamin, itu merupakan senyawa neurotransmiter yang bermanfaat dalam mengurangi depresi dan menimbulkan rasa nyaman.
Apabila Anda mulai merasakan adanya tanda-tanda stres pada diri Anda, pijat refleksi menjadi solusi untuk menghilangkan stres.
11. Gunakan Aromaterapi
Aroma ternyata memberikan efek yang bisa mempengaruhi emosi dan mood. Hal itu karena Indra penciuman berhubungan dengan sistem limbik yang merupakan pusat kendali emosional dalam otak manusia.
Aromaterapi | Photo credit: Pixabay.com
Pada artikel berjudul 7 Aromaterapi yang Akan Mengobati Stres Kamu Hari Ini (Idntimes.com) menyebutkan bahwa aromaterapi dapat membuat Anda terbebas dari stres dan gangguan konsentrasi yang sangat mengganggu aktivitas.
Dengan aromaterapi Anda juga bisa menjadi lebih tenang, terhindar dari sifat mudah emosional dan sensitif yang bisa membuat sakit kepala.
Berikut berbagai jenis aromaterapi yang bisa Anda gunakan untuk menghilangkan stres:
Chamomile. Aromanya bisa membantu menjernihkan pikiran yang kusut, memberikan efek penenang yang ringan, dan mempermudah Anda dalam berpikir positif.
Peppermint. Kondisi stres menyebabkan seseorang sulit untuk berkonsentrasi, cobalah merasakan aromaterapi dari peppermint. Kesegaran aromanya dapat meningkatkan konsentrasi, menjernihkan pikiran dan membuat Anda merasa bahagia.
Lavender. Stres bisa membuat seseorang susah tidur, gunakan lavender untuk mengatasinya. Aromanya yang lembut menimbulkan rasa tenang dan rileks. Lavender juga bisa digunakan untuk meringankan rasa sedih atau kecewa, karena aromanya yang menenangkan.
Basil. Aromaterapi ini dapat mengurangi ketegangan pada saraf, yang dengan begitu bermanfaat untuk memberikan rasa tenang dan rileks. Seperti halnya aromaterapi lavender, basil dapat diandalkan untuk meredakan stres dan juga meningkatkan mood.
Rosemary. Anda bisa menggunakannya untuk mengatasi stres yang menyebabkan sakit kepala dan gangguan pencernaan. Aromanya membuat Anda tenang dan rileks, pikiran lebih jernih, serta membantu konsentrasi.
Mawar dan Geranium. Perpaduan aromaterapi mawar dan geranium dapat membantu mengatasi rasa panik dan khawatir berlebihan. Aromaterapi ini mejadikan diri Anda lebih rileks dan tenang. Aromanya juga dapat membangkitkan suasana hati.
12. Rekreasi Bersama Keluarga
Tentunya orang-orang sangat suka dengan hal-hal yang menyenangkan. Salah satu kegiatan yang menyenangkan adalah rekreasi. Sehingga tidak heran jika banyak orang yang rela bepergian jauh dan mengeluarkan banyak uang untuk melakukan rekreasi.
Pantai Ponnori Luwu Ramai Dikunjungi Warga Saat Liburan | Photo credit: Fajaronline.co.id
Rekreasi dapat Anda lakukan untuk mengatasi stres. Rekreasi bersama keluarga akan lebih menyenangkan, yang sangat ampuh untuk menghilangkan rasa penat dan jenuh, serta membuat suasana hati menjadi menyenangkan dan rileks.
Bagi sebuah keluarga, rekreasi bersama juga menjadi momen berharga dan sangat mengesankan. Selain itu, mengajak semua anggota keluarga untuk rekreasi ke tempat yang menyenangkan adalah cara bagus untuk membahagiakan keluarga dan mempererat hubungan kekeluargaan.
Rekreasi juga untuk melepaskan ketegangan fisik dan mental. Rekreasi menjadi salah satu cara untuk mengabadikan momen indah bersama keluarga.
13. Jadilah Orang yang Murah Senyum
Pada tulisan berjudul Banyak Senyum Bisa Redakan Stres Lho! (Merdeka.com), seorang peneliti bernama Tara Kraft dari University of Kansas menjelaskan bahwa senyum merupakan indikator kebahagiaan seseorang. Senyum sangat ampuh sebagai �obat alami� untuk stres, yang membuat seseorang tetap senang.
Photo credit: Pexels.com
Penelitian oleh Kraft dan timnya tersebut diterbitkan dalam jurnal Psychological Science, yang menyimpulkan bahwa senyum mampu meredakan stres.
"Jadi, jika Anda terjebak macet atau stres karena hal lainnya, cobalah menahan senyum beberapa saat saja," demikian saran salah satu tim peneliti, Sarah Pressman.
Secara umum, tersenyum akan dapat memperbaiki kondisi suasana hati dan membuat seseorang lebih tenang dan damai.
18. Mencuci Piring
Pada artikel berjudul Mencuci Piring Bisa Meredakan Risiko Stres & Kecemasan (Vemale.com) menyebutkan bahwa mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci piring, menyapu, mengepel, ataupun mengelap kaca memberikan manfaat bagi kesehatan.
Mencuci Piring | Photo credit: Flickr.com by peapod labs
Para ahli menjelaskan bahwa mencuci piring dengan hati tenang dan senang mampu meredakan rasa stres dan kecemasan.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Florida State University menemukan bahwa rutinitas mencuci piring bisa mengurangi stres.
Beberapa ahli juga menjelaskan bahwa dengan mencuci piring maka seseorang dapat memperoleh inspirasi atau berpikir lebih fokus.
Namun, dijelaskan bahwa jiwa seseorang ingin memperoleh manfaat menghilangkan stres, maka harus melakukan mencuci piring dengan lapang dada atau tanpa beban.
Dengan kata lain, hendaknya Anda mencuci piring dengan suasana yang sesantai mungkin. Agar lebih menyenangkan, maka gunakan sabun cuci piring aroma jeruk atau lemon yang wangi.
19. Jaga diri Anda dari Hal-Hal Buruk
Agar terhindar sejauh mungkin dari masalah stres, maka pastikan Anda tidur yang cukup dan mengutamakan konsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
Hindari berbagai hal buruk seperti merokok, makanan instan atau junk food, minuman beralkohol, hingga yang terburuk yaitu obat-obatan terlarang.
Berbagai perasaan campur aduk pernah dirasakan seperti marah, frustrasi, kesepian, gelisah, pikiran tidak tenang, dan semacamnya.
Ilustrasi Stres | Photo credit: Pixnio.com
Berbagai tekanan dalam hidup bisa menyebabkan stres. Bahkan sebuah fenomena yang aneh, terlalu serius bermain game juga bisa menyebabkan stres (karena frustasi kalah terus pada permainan).
Tentunya stres kronis harus berusaha dihindari, karena kondisi stres dapat membahayakan dari sisi kesehatan maupun psikologis.
Langsung saja, berikut di bawah ini berbagai cara menghilangkan stres:
1. Cari Tahu Apa Saja yang Membuat Anda Stres
Anda perlu merenungkan atau mencari tahu hal-hal yang memicu timbulnya stres pada diri Anda. Tuliskan hal-hal yang memicu rasa stres Anda, mulai dari hal terbesar ke terkecil.
Chek List | Photo credit: Flickr.com by Animated Heaven
Dengan begitu, Anda telah memetakan berbagai hal yang mengganggu psikologis Anda, yang nantinya data tersebut sangat diperlukan dalam mengantisipasi stres.
Gunakan data / catatan tersebut dalam mengambil langkah apa saja yang diperlukan untuk menghindari dan melawan stres.
Letakan catatan �khusus� tersebut pada tempat yang mudah Anda jangkau.
Secara umum orang yang dalam kondisi stress merasa sangat tidak nyaman dan memiliki gangguan pikiran tertentu.
Beberapa hal yang umum menyebabkan stres yaitu tekanan pekerjaan yang menumpuk, masalah ekonomi, hubungan keluarga yang tidak harmonis, dan banyak lagi.
Kondisi stres menyebabkan emosi dan fisik seseorang menjadi tidak stabil, sehingga jangan memaksakan bekerja ketika dalam kondisi demikian.
Tidur di Rumput Hijau | Photo credit: Freegreatpicture.com
Dengan beristirahat (walaupun hanya sejenak), memberikan manfaat setidaknya untuk meredakan stres. Hal ini sangat penting, agar Anda terhindar dari kondisi stres dengan tingkat parah.
Istirahat sangat penting karena memberi pengaruh pada mood seseorang. Manfaat istirahat sangat terasa ketika seseorang melakukan kegiatan yang sangat melelahkan.
Dengan begitu, istirahat pada waktu yang dibutuhkan sangat penting, tidak hanya bermanfaat untuk menghilangkan rasa kantuk, tapi juga sangat baik untuk kesehatan jiwa dan raga.
Adapun memaksakan diri bekerja tanpa beristirahat yang cukup, akan menyebabkan seseorang mudah marah, sulit konsentrasi, tidak sabaran, hingga akhirnya memicu stres yang parah.
3. Curhat dan Keluarkan Semua Unek-Unek
Jika Anda mengalami suatu permasalahan yang berat, maka usahakan untuk tidak memendam perasaan.
Ilustrasi Curhat kepada Teman | Photo credit: Shutterstock.com by wavebreakmedia
Hendaknya Anda mengeluarkan semua unek-unek Anda, carilah orang yang tepat dan bisa memberikan solusi dari masalah yang dihadapi.
Ingat! Pastikan Anda curhat pada orang yang bisa dipercaya, yaitu orang yang tidak menyebarkan privasi rahasia Anda.
Beritahukan pada teman curhat Anda tentang perasaan yang mengganggu Anda, hal ini sangat penting agar bisa membuat Anda lega, dan Anda bisa lebih terhindar dari stres.
Selain itu, di zaman sekarang sudah sangat berkembang dunia digital, Anda bisa memanfaatkannya. Sebuah penelitian menemukan bahwa mengekspresikan diri melalui tulisan dapat membantu seseorang mengatasi situasi stres yang dihadapinya.
Penelitian juga menemukan bahwa mengungkapkan perasaan pada selembar kertas (juga termasuk tulisan secara digital) bisa mendinginkan otak dan membantu meredakan stres secara efektif.
Dengan begitu, jika Anda tidak menemukan orang yang cocok untuk diajak curat, setidaknya Anda mengekspresikan kondisi yang sedang Anda hadapi pada lembaran kertas ataupun di Microsoft Word.
Selain untuk membersihkan tubuh, mandi sangat ampuh sebagai terapi penenangan diri. Walaupun mandi telah dilakukan secara rutin, namun pada saat tertentu (dimana stres muncul secara mendadak) maka Anda bisa segera mandi, sehingga nantinya stres segera mereda.
Kamar Mandi | Photo credit: Pixabay.com
Oleh karena itu, ketika pikiran sedang sumpek maka jangan malas untuk segera mandi. Dengan mandi, dijamin kondisi Anda akan membaik, Insya Allah.
Mandi dapat menghilangkan sisa debu, kotoran dan keringat yang menempel pada tubuh, selain itu juga akan menyegarkan pikiran.
Saat tubuh terasa panas, gerah dan semacamnya maka akan memicu perasaan ingin marah-marah. Nah, mandi menjadi cara alami terbaik untuk meredakan perasaan negatif di dalam diri.
Selain itu, mandi air hangat di bathub juga menjadi pilihan yang bagus untuk merilekskan diri dan meredakan stres.
Anda bisa sesekali mandi berendam di air hangat ketika stres mendera. Tidak perlu lama-lama, sekitar 10 menit saja sudah cukup baik.
Tekanan pekerjaan dan padatnya jadwal di kantor menyebabkan timbulnya stres. Kondisi semakin diperparah dengan kemacetan dan polusi yang ditemukan setiap hari.
Jika kondisi tesebut menyebabkan timbulnya stres yang berat maka jangan ragu untuk segera mandi berendam di air hangat setelah pulang bekerja.
Berendam di air hangat akan merilekskan tubuh, dan pikiran akan terasa lebih segar. Selain itu, diharapkan dengan berendam di air hangat dapat mengatasi masalah insomnia.
Dimana insomnia (susah tidur) berkaitan dengan stres. Orang yang susah tidur maka pada siang harinya akan beresiko tinggi terkena stres.
Sehingga ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari mandi air hangat.
5. Hindari Sifat Boros
Tidak jarang orang-orang terjatuh dalam kesalahan berupa mengikuti tren gaya hidup terkini secara membabi buta, sehingga menjadi sangat boros dalam membelanjakan keuangannya.
Ilustrasi Boros Uang | Photo credit: Shutterstock.com
Salah satu contohnya adalah membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Orang yang memiliki sifat boros umumnya juga memiliki sifat tidak pernah merasa cukup dan kurang bersyukur.
Rasa kurang bersyukur dengan apa yang telah dicapai inilah yang menyebabkan seseorang sering terkena stres. Yang seharusnya stres ini tidak perlu terjadi.
Terus-terusan merasa kurang seringkali menjadi sebab seseorang terkena stres. Dimana Ia akan frustasi ketika tujuannya tidak tercapai.
Uang yang dimilikinya telah habis, sementara masih banyak keinginannya yang belum terwujud.
Selain itu orang-orang juga sering menjadi stres dan frustasi akibat berhutang karena prilakunya yang boros. Pengeluaran yang lebih besar dibandingkan pemasukan bisa menjadi penyebab stres.
Hal lainnya, orang yang boros akan terlalu sibuk mencari harta materi untuk bisa memenuhi kebutuhannya. Berlebihan dalam bekerja juga akan memicu rasa stres.
Orang boros juga cenderung memiliki berbagai sifat negatif seperti sombong, iri hati, kikir, dan dengki, yang membuatnya semakin menderita karena sifat-sifat negatif tersebut.
6. Miliki Setidaknya Satu Kegiatan yang Anda Sukai
Coba merenung sebentar untuk mengingat-ingat tentang kegiatan yang Anda paling tertarik dengannya. Kalau sudah dapat maka ingat terus, catat saja jika khawatir lupa.
Bermain Futsal Menjadi Pilihan Bagus Untuk Meredakan Stres | Photo credit: Jogosescolares.pr.gov.br
Melakukan hal yang dicintai atau disukai bisa sangat membantu dalam menghilangkan stres. Kalau bisa, kegiatan Anda tersebut dapat membuat tubuh dan pikiran rileks, dan lebih bagus lagi jika bermanfaat besar bagi kehidupan Anda.
Tapi jika kegiatan Anda hanya sebatas hobi juga tidak mengapa. Melakukan hobi sudah cukup untuk bisa mendapatakan suatu kesenangan dan menjadi hiburan tersendiri bagi jiwa dan pikiran.
Melakukan hobi membuat seseorang menjadi lebih bersemangat. Jika Anda suka bermain sepak bola, futsal, basket, voli, menunggang kuda, atau lainnya, maka itu sudah sangat bagus.
Kegiatan lainnya yang bisa Anda lakukan yaitu membaca buku pengetahuan, belajar bahasa asing, belajar seni, belajar programming, fotografi, vlogger, melukis, menjahit dan banyak lagi.
7. Jalan-Jalan Sejenak Melihat Pemandangan Sekitar Sembari Menghirup Udara Segar
Apabila Anda mengalami stres akibat pikiran yang sumpek dan jenuh, maka terapinya bisa dengan cara pergi keluar rumah (usahakan mencari tempat hijau) sembari menikmati udara di luar ruangan.
Jalan-Jalan Pagi | Photo credit: Greeners.co/Danny Kosasih
Hal ini akan dapat secara cepat untuk menghilangkan rasa sumpek. Pergilah ke tempat dengan udara yang segar, lebih bagus lagi jika tempat tersebut memiliki pemandangan indah yang menenangkan jiwa.
Hal yang juga bagus adalah berjalan-jalan di pagi hari yang sejuk, namun terdapat sinar matahari pagi. Jika Anda memiliki waktu luang hedaknya melakukan hal ini, karena manfaatnya akan lebih menenangkan jiwa.
Poin ke-8 ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Olahraga hendaknya dilakukan pada pagi hari karena sinar matahari pagi sangat menyehatkan tubuh.
Olahraga Pagi | Photo credit: Infocarfreeday.net
Pada artikel berjudul Ini Alasan Mengapa Olahraga Bisa Hilangkan Stres (Detik.com) menyebutkan bahwa sebuah cara yang sudah terbukti ampuh untuk menghilangkan rasa stres dan gelisah yaitu olahraga ringan seperti jalan cepat atau jogging.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Neuroscience menyebutkan bahwa melakukan aktivitas fisik (terutama olahraga) membantu untuk mengatasi masalah stres dengan lebih baik.
"Aktivitas fisik terbukti bisa mer-organisasi otak sehingga kegelisahan tidaklah sampai bisa mengganggu fungsi otak." Kata peneliti Profesor Elizabeth Gould dari Princeton University, New York.
Dengan begitu, usahakan agar Anda bisa secara rutin melakukan olahraga pagi karena manfaatnya yang sangat penting.
Selain manfaatnya dapat menyehatkan tubuh, juga manfaatnya dapat membuat fresh pikiran, serta mencegah dan meredakan stres.
9. Fokus Pada Masa Sekarang
Memang, memikirkan masa lalu untuk mengambil pelajaran darinya adalah hal yang bagus dan bijak. Demikian juga memikirkan masa depan adalah hal yang penting sekali.
Namun ingat, jangan berlebihan dalam memikirkan masa lalu dan masa depan Anda.
Jika Anda terlalu berkutat pada masa lalu maka akan menghabiskan waktu Anda, bahkan bisa membuat Anda bersedih jika memikirkan berbagai kesalahan yang pernah Anda lakukan. Hindari hal ini.
Memikirkan masa lalu hendaknya untuk mengambil pelajaran darinya saja. Mengenai masa depan, hindari terlalu banyak angan-angan karena nantinya bisa menyebabkan stres akhirnya.
Gunakan sebagian besar pikiran Anda untuk masa sekarang, biarlah hidup Anda mengalir apa adanya, dan jangan terlalu khawatir.
Berpikir berlebihan tentang masa lalu bisa memicu rasa sedih dan kecewa, dan berlebihan berpikir tentang masa depan bisa memicu rasa khawatir dan ketidaktenangan. Keduanya bisa menjadi penyebab stres.
Pada artikel berjudul Mengatasi Stres dengan Pijat Refleksi (Klikdokter.com) menyebutkan bahwa pijat refleksi menjadi cara yang bagus untuk melepaskan stres dan juga melemaskan otot-otot.
Seorang Pria Dipijat | Photo credit: Dreamstime.com
Dimana munculnya stres biasanya berhubungan dengan masalah keseimbangan hormon di dalam tubuh. Adanya gangguan tersebut menyebabkan tubuh meresponnya dengan cara mengeluarkan kadar hormon stres yang tinggi, yang disertai dengan ketegangan saraf dan kontraksi otot.
Pijat refleksi bisa memberikan manfaat untuk meredakan stres, mengurangi ketegangan saraf dan melemaskan otot.
Anda bisa mencoba layanan pijat refeleksi yang profesional (berpengalaman), agar manfaat pemijatan bisa maksimal diperoleh.
Pada buku The Complete Illustrated Guide to Reflexology, dijelaskan bahwa orang-orang dari segala usia bisa memperoleh manfaat positif dari pemijatan refleksi.
Walaupun manfaatnya bertingkat-tingkat pada setiap orang, tapi secara umum pijatan pada tubuh menimbulkan rasa tenang dan rileks.
Selain menekan jumlah hormon stres, pijat refleksi juga dapat bermanfaat untuk meningkatkan kadar serotonin dan dopamin, itu merupakan senyawa neurotransmiter yang bermanfaat dalam mengurangi depresi dan menimbulkan rasa nyaman.
Apabila Anda mulai merasakan adanya tanda-tanda stres pada diri Anda, pijat refleksi menjadi solusi untuk menghilangkan stres.
Aroma ternyata memberikan efek yang bisa mempengaruhi emosi dan mood. Hal itu karena Indra penciuman berhubungan dengan sistem limbik yang merupakan pusat kendali emosional dalam otak manusia.
Aromaterapi | Photo credit: Pixabay.com
Pada artikel berjudul 7 Aromaterapi yang Akan Mengobati Stres Kamu Hari Ini (Idntimes.com) menyebutkan bahwa aromaterapi dapat membuat Anda terbebas dari stres dan gangguan konsentrasi yang sangat mengganggu aktivitas.
Dengan aromaterapi Anda juga bisa menjadi lebih tenang, terhindar dari sifat mudah emosional dan sensitif yang bisa membuat sakit kepala.
Berikut berbagai jenis aromaterapi yang bisa Anda gunakan untuk menghilangkan stres:
Chamomile. Aromanya bisa membantu menjernihkan pikiran yang kusut, memberikan efek penenang yang ringan, dan mempermudah Anda dalam berpikir positif.
Peppermint. Kondisi stres menyebabkan seseorang sulit untuk berkonsentrasi, cobalah merasakan aromaterapi dari peppermint. Kesegaran aromanya dapat meningkatkan konsentrasi, menjernihkan pikiran dan membuat Anda merasa bahagia.
Lavender. Stres bisa membuat seseorang susah tidur, gunakan lavender untuk mengatasinya. Aromanya yang lembut menimbulkan rasa tenang dan rileks. Lavender juga bisa digunakan untuk meringankan rasa sedih atau kecewa, karena aromanya yang menenangkan.
Basil. Aromaterapi ini dapat mengurangi ketegangan pada saraf, yang dengan begitu bermanfaat untuk memberikan rasa tenang dan rileks. Seperti halnya aromaterapi lavender, basil dapat diandalkan untuk meredakan stres dan juga meningkatkan mood.
Rosemary. Anda bisa menggunakannya untuk mengatasi stres yang menyebabkan sakit kepala dan gangguan pencernaan. Aromanya membuat Anda tenang dan rileks, pikiran lebih jernih, serta membantu konsentrasi.
Mawar dan Geranium. Perpaduan aromaterapi mawar dan geranium dapat membantu mengatasi rasa panik dan khawatir berlebihan. Aromaterapi ini mejadikan diri Anda lebih rileks dan tenang. Aromanya juga dapat membangkitkan suasana hati.
Tentunya orang-orang sangat suka dengan hal-hal yang menyenangkan. Salah satu kegiatan yang menyenangkan adalah rekreasi. Sehingga tidak heran jika banyak orang yang rela bepergian jauh dan mengeluarkan banyak uang untuk melakukan rekreasi.
Pantai Ponnori Luwu Ramai Dikunjungi Warga Saat Liburan | Photo credit: Fajaronline.co.id
Rekreasi dapat Anda lakukan untuk mengatasi stres. Rekreasi bersama keluarga akan lebih menyenangkan, yang sangat ampuh untuk menghilangkan rasa penat dan jenuh, serta membuat suasana hati menjadi menyenangkan dan rileks.
Bagi sebuah keluarga, rekreasi bersama juga menjadi momen berharga dan sangat mengesankan. Selain itu, mengajak semua anggota keluarga untuk rekreasi ke tempat yang menyenangkan adalah cara bagus untuk membahagiakan keluarga dan mempererat hubungan kekeluargaan.
Rekreasi juga untuk melepaskan ketegangan fisik dan mental. Rekreasi menjadi salah satu cara untuk mengabadikan momen indah bersama keluarga.
13. Jadilah Orang yang Murah Senyum
Pada tulisan berjudul Banyak Senyum Bisa Redakan Stres Lho! (Merdeka.com), seorang peneliti bernama Tara Kraft dari University of Kansas menjelaskan bahwa senyum merupakan indikator kebahagiaan seseorang. Senyum sangat ampuh sebagai �obat alami� untuk stres, yang membuat seseorang tetap senang.
Photo credit: Pexels.com
Penelitian oleh Kraft dan timnya tersebut diterbitkan dalam jurnal Psychological Science, yang menyimpulkan bahwa senyum mampu meredakan stres.
"Jadi, jika Anda terjebak macet atau stres karena hal lainnya, cobalah menahan senyum beberapa saat saja," demikian saran salah satu tim peneliti, Sarah Pressman.
Secara umum, tersenyum akan dapat memperbaiki kondisi suasana hati dan membuat seseorang lebih tenang dan damai.
14. Jangan Menunda-Nunda Tugas atau Pekerjaan
Tidak jarang stres muncul akibat suka menunda-nunda pekerjaan yang akhirnya menumpuk. Jika Anda ingin selalu dalam keadaan tenang maka jangan sampai terjadi penumpukan pada tugas Anda.
Ilustrasi Suka Menunda Pekerjaan | Photo credit: Mediabakery.com by CAIA IMAGES / PAUL BRADBURY
Sifat suka menunda-nunda ini sangat berbahaya, pekerjaan yang menumpuk sehingga menyebabkan pekerjaan akan terasa memberatkan dan sulit, maka hasil pekerjaan pun menjadi tidak memuaskan. Hal-hal seperti inilah yang bisa memicu stres.
Mengerjakan pekerjaan dengan terburu-buru bisa memunculkan stres, disamping itu hasil pekerjaan yang tidak memuaskan akan semakin memperparah stres yang dialami.
Hendaknya setiap Anda memiliki kesempatan untuk mengerjakan suatu tugas, maka jangan menunda-tunda. Mengerjakan tugas di awal akan memuaskan hati, dan mencegah munculnya stres.
Tidak jarang stres muncul akibat suka menunda-nunda pekerjaan yang akhirnya menumpuk. Jika Anda ingin selalu dalam keadaan tenang maka jangan sampai terjadi penumpukan pada tugas Anda.
Ilustrasi Suka Menunda Pekerjaan | Photo credit: Mediabakery.com by CAIA IMAGES / PAUL BRADBURY
Sifat suka menunda-nunda ini sangat berbahaya, pekerjaan yang menumpuk sehingga menyebabkan pekerjaan akan terasa memberatkan dan sulit, maka hasil pekerjaan pun menjadi tidak memuaskan. Hal-hal seperti inilah yang bisa memicu stres.
Mengerjakan pekerjaan dengan terburu-buru bisa memunculkan stres, disamping itu hasil pekerjaan yang tidak memuaskan akan semakin memperparah stres yang dialami.
Hendaknya setiap Anda memiliki kesempatan untuk mengerjakan suatu tugas, maka jangan menunda-tunda. Mengerjakan tugas di awal akan memuaskan hati, dan mencegah munculnya stres.
15. Minumlah Air Putih
Pada artikel berjudul Saat Stres Melanda, Perbanyak Minum Air Putih (Liputan6.com) menjelaskan tentang manfaat air putih yang penting sekali, dimana apabila Anda terserang stres maka hendaknya memperbanyak minum air putih.
Air Putih | Photo credit: Pexels.com
Stres menyebabkan gangguan pada produksi beberapa hormon, termasuk hormon aldesterone yang berfungsi dalam pengaturan kadar cairan dalam tubuh.
Minimnya produksi hormon aldesterone menyebabkan resiko dehidrasi pada tubuh, yang dampaknya meningkatkan kadar kortisol pemicu stres.
Tingginya kadar kortisol juga memicu depresi dan gangguan mental lainnya. Dengan banyak minum air putih diharapkan dapat meredakan stres secara cepat, dan juga menghindari dehidrasi.
16. Mengunyah Permen Karet
Dari tulisan berjudul Kebiasaan Kunyah Permen Karet Bisa Hilangkan Stres (Liputan6.com), bahwa mengunyah permen karet sekarang tidak hanya untuk gaya-gayaan saja, dimana terdapat manfaatnya yang cukup penting.
Permen Karet | Photo credit: Wikimedia.org
Mengunyah permen karet dapat membantu menghilangkan rasa stres dan cemas. Dimana pada sebuah penelitian menemukan bahwa mengunyah permen karet setiap hari secara rutin selama dua minggu mampu menurunkan resiko kecemasan secara signifikan.
Tingkat kecemasan dan perasaan negatif lainnya hampir semua hilang secara bertahap hanya dengan mengunyah permen karet.
Mengunyah permen karet juga dapat meningkatkan mood dan menjadikan Anda lebih mudah tersenyum.
Selain itu, salah satu manfaat penting dari mengunyah permen karet yaitu dapat menurunkan kadar kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres.
Studi menemukan bahwa kadar kortisol dapat berkurang saat air liur keluar bersamaan mengunyah permen karet.
Mengunyah permen karet juga dapat memperlancar aliran darah pada otak. Bahkan studi menemukan bahwa orang-orang yang secara rutin mengunyah permen karet mengalami peningkatan kemampuan daya ingat pada informasi.
Walaupun permen karet memiliki banyak manfaat, tapi ingat bahwa hindari terlalu sering mengunyah permen karet karena mengandung gula dan kurang baik bagi kesehatan rongga mulut.
17. Buatlah Secara Teratur Jadwal Harian
Pekerjaan menumpuk dan jadwal kerja yang berantakan mengakibatkan stres akan datang. Oleh karena itu, sangat penting untuk bisa mengatur kegiatan harian Anda dengan sebaik mungkin.
Chek List | Photo credit: Flickr.com by Animated Heaven
Kalau bisa tulislah jadwal kegiatan harian yang terpenting sehingga Anda tercegah dari melalaikannya. Pastikan Anda mampu mengatur waktu agar segala tugas penting bisa terselesaikan dengan tepat waktu.
Selain itu, hindari kesibukan berlebih yang dampaknya meningkatkan resiko stres. Pertimbangkan dengan matang mengenai pekerjaan-perkejaan yang bisa diselesaikan sesuai dengan kemampuan Anda.
Pada artikel berjudul Saat Stres Melanda, Perbanyak Minum Air Putih (Liputan6.com) menjelaskan tentang manfaat air putih yang penting sekali, dimana apabila Anda terserang stres maka hendaknya memperbanyak minum air putih.
Air Putih | Photo credit: Pexels.com
Stres menyebabkan gangguan pada produksi beberapa hormon, termasuk hormon aldesterone yang berfungsi dalam pengaturan kadar cairan dalam tubuh.
Minimnya produksi hormon aldesterone menyebabkan resiko dehidrasi pada tubuh, yang dampaknya meningkatkan kadar kortisol pemicu stres.
Tingginya kadar kortisol juga memicu depresi dan gangguan mental lainnya. Dengan banyak minum air putih diharapkan dapat meredakan stres secara cepat, dan juga menghindari dehidrasi.
Dari tulisan berjudul Kebiasaan Kunyah Permen Karet Bisa Hilangkan Stres (Liputan6.com), bahwa mengunyah permen karet sekarang tidak hanya untuk gaya-gayaan saja, dimana terdapat manfaatnya yang cukup penting.
Permen Karet | Photo credit: Wikimedia.org
Mengunyah permen karet dapat membantu menghilangkan rasa stres dan cemas. Dimana pada sebuah penelitian menemukan bahwa mengunyah permen karet setiap hari secara rutin selama dua minggu mampu menurunkan resiko kecemasan secara signifikan.
Tingkat kecemasan dan perasaan negatif lainnya hampir semua hilang secara bertahap hanya dengan mengunyah permen karet.
Mengunyah permen karet juga dapat meningkatkan mood dan menjadikan Anda lebih mudah tersenyum.
Selain itu, salah satu manfaat penting dari mengunyah permen karet yaitu dapat menurunkan kadar kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres.
Studi menemukan bahwa kadar kortisol dapat berkurang saat air liur keluar bersamaan mengunyah permen karet.
Mengunyah permen karet juga dapat memperlancar aliran darah pada otak. Bahkan studi menemukan bahwa orang-orang yang secara rutin mengunyah permen karet mengalami peningkatan kemampuan daya ingat pada informasi.
Walaupun permen karet memiliki banyak manfaat, tapi ingat bahwa hindari terlalu sering mengunyah permen karet karena mengandung gula dan kurang baik bagi kesehatan rongga mulut.
Pekerjaan menumpuk dan jadwal kerja yang berantakan mengakibatkan stres akan datang. Oleh karena itu, sangat penting untuk bisa mengatur kegiatan harian Anda dengan sebaik mungkin.
Chek List | Photo credit: Flickr.com by Animated Heaven
Kalau bisa tulislah jadwal kegiatan harian yang terpenting sehingga Anda tercegah dari melalaikannya. Pastikan Anda mampu mengatur waktu agar segala tugas penting bisa terselesaikan dengan tepat waktu.
Selain itu, hindari kesibukan berlebih yang dampaknya meningkatkan resiko stres. Pertimbangkan dengan matang mengenai pekerjaan-perkejaan yang bisa diselesaikan sesuai dengan kemampuan Anda.
Pada artikel berjudul Mencuci Piring Bisa Meredakan Risiko Stres & Kecemasan (Vemale.com) menyebutkan bahwa mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci piring, menyapu, mengepel, ataupun mengelap kaca memberikan manfaat bagi kesehatan.
Mencuci Piring | Photo credit: Flickr.com by peapod labs
Para ahli menjelaskan bahwa mencuci piring dengan hati tenang dan senang mampu meredakan rasa stres dan kecemasan.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Florida State University menemukan bahwa rutinitas mencuci piring bisa mengurangi stres.
Beberapa ahli juga menjelaskan bahwa dengan mencuci piring maka seseorang dapat memperoleh inspirasi atau berpikir lebih fokus.
Namun, dijelaskan bahwa jiwa seseorang ingin memperoleh manfaat menghilangkan stres, maka harus melakukan mencuci piring dengan lapang dada atau tanpa beban.
Dengan kata lain, hendaknya Anda mencuci piring dengan suasana yang sesantai mungkin. Agar lebih menyenangkan, maka gunakan sabun cuci piring aroma jeruk atau lemon yang wangi.
19. Jaga diri Anda dari Hal-Hal Buruk
Agar terhindar sejauh mungkin dari masalah stres, maka pastikan Anda tidur yang cukup dan mengutamakan konsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
Hindari berbagai hal buruk seperti merokok, makanan instan atau junk food, minuman beralkohol, hingga yang terburuk yaitu obat-obatan terlarang.
Manusia yang hidup dipermukaan bumi ini sebenarnya tidak bisa lepas 100% dari yang namanya stres.
Berbagai perasaan campur aduk pernah dirasakan seperti marah, frustrasi, kesepian, gelisah, pikiran tidak tenang, dan semacamnya.
Ilustrasi Stres | Photo credit: Pixnio.com
Berbagai tekanan dalam hidup bisa menyebabkan stres. Bahkan sebuah fenomena yang aneh, terlalu serius bermain game juga bisa menyebabkan stres (karena frustasi kalah terus pada permainan).
Tentunya stres kronis harus berusaha dihindari, karena kondisi stres dapat membahayakan dari sisi kesehatan maupun psikologis.
Langsung saja, berikut di bawah ini berbagai cara menghilangkan stres:
1. Cari Tahu Apa Saja yang Membuat Anda Stres
Anda perlu merenungkan atau mencari tahu hal-hal yang memicu timbulnya stres pada diri Anda. Tuliskan hal-hal yang memicu rasa stres Anda, mulai dari hal terbesar ke terkecil.
Chek List | Photo credit: Flickr.com by Animated Heaven
Dengan begitu, Anda telah memetakan berbagai hal yang mengganggu psikologis Anda, yang nantinya data tersebut sangat diperlukan dalam mengantisipasi stres.
Gunakan data / catatan tersebut dalam mengambil langkah apa saja yang diperlukan untuk menghindari dan melawan stres.
Letakan catatan �khusus� tersebut pada tempat yang mudah Anda jangkau.
Secara umum orang yang dalam kondisi stress merasa sangat tidak nyaman dan memiliki gangguan pikiran tertentu.
Beberapa hal yang umum menyebabkan stres yaitu tekanan pekerjaan yang menumpuk, masalah ekonomi, hubungan keluarga yang tidak harmonis, dan banyak lagi.
2. Segera Istirahat Jika Stres Karena Lelah
Kondisi stres menyebabkan emosi dan fisik seseorang menjadi tidak stabil, sehingga jangan memaksakan bekerja ketika dalam kondisi demikian.
Tidur di Rumput Hijau | Photo credit: Freegreatpicture.com
Dengan beristirahat (walaupun hanya sejenak), memberikan manfaat setidaknya untuk meredakan stres. Hal ini sangat penting, agar Anda terhindar dari kondisi stres dengan tingkat parah.
Istirahat sangat penting karena memberi pengaruh pada mood seseorang. Manfaat istirahat sangat terasa ketika seseorang melakukan kegiatan yang sangat melelahkan.
Dengan begitu, istirahat pada waktu yang dibutuhkan sangat penting, tidak hanya bermanfaat untuk menghilangkan rasa kantuk, tapi juga sangat baik untuk kesehatan jiwa dan raga.
Adapun memaksakan diri bekerja tanpa beristirahat yang cukup, akan menyebabkan seseorang mudah marah, sulit konsentrasi, tidak sabaran, hingga akhirnya memicu stres yang parah.
3. Curhat dan Keluarkan Semua Unek-Unek
Jika Anda mengalami suatu permasalahan yang berat, maka usahakan untuk tidak memendam perasaan.
Ilustrasi Curhat kepada Teman | Photo credit: Shutterstock.com by wavebreakmedia
Hendaknya Anda mengeluarkan semua unek-unek Anda, carilah orang yang tepat dan bisa memberikan solusi dari masalah yang dihadapi.
Ingat! Pastikan Anda curhat pada orang yang bisa dipercaya, yaitu orang yang tidak menyebarkan privasi rahasia Anda.
Beritahukan pada teman curhat Anda tentang perasaan yang mengganggu Anda, hal ini sangat penting agar bisa membuat Anda lega, dan Anda bisa lebih terhindar dari stres.
Selain itu, di zaman sekarang sudah sangat berkembang dunia digital, Anda bisa memanfaatkannya. Sebuah penelitian menemukan bahwa mengekspresikan diri melalui tulisan dapat membantu seseorang mengatasi situasi stres yang dihadapinya.
Penelitian juga menemukan bahwa mengungkapkan perasaan pada selembar kertas (juga termasuk tulisan secara digital) bisa mendinginkan otak dan membantu meredakan stres secara efektif.
Dengan begitu, jika Anda tidak menemukan orang yang cocok untuk diajak curat, setidaknya Anda mengekspresikan kondisi yang sedang Anda hadapi pada lembaran kertas ataupun di Microsoft Word.
4. Mandi atau Berendam di Air Hangat
Selain untuk membersihkan tubuh, mandi sangat ampuh sebagai terapi penenangan diri. Walaupun mandi telah dilakukan secara rutin, namun pada saat tertentu (dimana stres muncul secara mendadak) maka Anda bisa segera mandi, sehingga nantinya stres segera mereda.
Kamar Mandi | Photo credit: Pixabay.com
Oleh karena itu, ketika pikiran sedang sumpek maka jangan malas untuk segera mandi. Dengan mandi, dijamin kondisi Anda akan membaik, Insya Allah.
Mandi dapat menghilangkan sisa debu, kotoran dan keringat yang menempel pada tubuh, selain itu juga akan menyegarkan pikiran.
Saat tubuh terasa panas, gerah dan semacamnya maka akan memicu perasaan ingin marah-marah. Nah, mandi menjadi cara alami terbaik untuk meredakan perasaan negatif di dalam diri.
Selain itu, mandi air hangat di bathub juga menjadi pilihan yang bagus untuk merilekskan diri dan meredakan stres.
Anda bisa sesekali mandi berendam di air hangat ketika stres mendera. Tidak perlu lama-lama, sekitar 10 menit saja sudah cukup baik.
Tekanan pekerjaan dan padatnya jadwal di kantor menyebabkan timbulnya stres. Kondisi semakin diperparah dengan kemacetan dan polusi yang ditemukan setiap hari.
Jika kondisi tesebut menyebabkan timbulnya stres yang berat maka jangan ragu untuk segera mandi berendam di air hangat setelah pulang bekerja.
Berendam di air hangat akan merilekskan tubuh, dan pikiran akan terasa lebih segar. Selain itu, diharapkan dengan berendam di air hangat dapat mengatasi masalah insomnia.
Dimana insomnia (susah tidur) berkaitan dengan stres. Orang yang susah tidur maka pada siang harinya akan beresiko tinggi terkena stres.
Sehingga ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari mandi air hangat.
5. Hindari Sifat Boros
Tidak jarang orang-orang terjatuh dalam kesalahan berupa mengikuti tren gaya hidup terkini secara membabi buta, sehingga menjadi sangat boros dalam membelanjakan keuangannya.
Ilustrasi Boros Uang | Photo credit: Shutterstock.com
Salah satu contohnya adalah membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Orang yang memiliki sifat boros umumnya juga memiliki sifat tidak pernah merasa cukup dan kurang bersyukur.
Rasa kurang bersyukur dengan apa yang telah dicapai inilah yang menyebabkan seseorang sering terkena stres. Yang seharusnya stres ini tidak perlu terjadi.
Terus-terusan merasa kurang seringkali menjadi sebab seseorang terkena stres. Dimana Ia akan frustasi ketika tujuannya tidak tercapai.
Uang yang dimilikinya telah habis, sementara masih banyak keinginannya yang belum terwujud.
Selain itu orang-orang juga sering menjadi stres dan frustasi akibat berhutang karena prilakunya yang boros. Pengeluaran yang lebih besar dibandingkan pemasukan bisa menjadi penyebab stres.
Hal lainnya, orang yang boros akan terlalu sibuk mencari harta materi untuk bisa memenuhi kebutuhannya. Berlebihan dalam bekerja juga akan memicu rasa stres.
Orang boros juga cenderung memiliki berbagai sifat negatif seperti sombong, iri hati, kikir, dan dengki, yang membuatnya semakin menderita karena sifat-sifat negatif tersebut.
6. Miliki Setidaknya Satu Kegiatan yang Anda Sukai
Coba merenung sebentar untuk mengingat-ingat tentang kegiatan yang Anda paling tertarik dengannya. Kalau sudah dapat maka ingat terus, catat saja jika khawatir lupa.
Bermain Futsal Menjadi Pilihan Bagus Untuk Meredakan Stres | Photo credit: Jogosescolares.pr.gov.br
Melakukan hal yang dicintai atau disukai bisa sangat membantu dalam menghilangkan stres. Kalau bisa, kegiatan Anda tersebut dapat membuat tubuh dan pikiran rileks, dan lebih bagus lagi jika bermanfaat besar bagi kehidupan Anda.
Tapi jika kegiatan Anda hanya sebatas hobi juga tidak mengapa. Melakukan hobi sudah cukup untuk bisa mendapatakan suatu kesenangan dan menjadi hiburan tersendiri bagi jiwa dan pikiran.
Melakukan hobi membuat seseorang menjadi lebih bersemangat. Jika Anda suka bermain sepak bola, futsal, basket, voli, menunggang kuda, atau lainnya, maka itu sudah sangat bagus.
Kegiatan lainnya yang bisa Anda lakukan yaitu membaca buku pengetahuan, belajar bahasa asing, belajar seni, belajar programming, fotografi, vlogger, melukis, menjahit dan banyak lagi.
7. Jalan-Jalan Sejenak Melihat Pemandangan Sekitar Sembari Menghirup Udara Segar
Apabila Anda mengalami stres akibat pikiran yang sumpek dan jenuh, maka terapinya bisa dengan cara pergi keluar rumah (usahakan mencari tempat hijau) sembari menikmati udara di luar ruangan.
Jalan-Jalan Pagi | Photo credit: Greeners.co/Danny Kosasih
Hal ini akan dapat secara cepat untuk menghilangkan rasa sumpek. Pergilah ke tempat dengan udara yang segar, lebih bagus lagi jika tempat tersebut memiliki pemandangan indah yang menenangkan jiwa.
Hal yang juga bagus adalah berjalan-jalan di pagi hari yang sejuk, namun terdapat sinar matahari pagi. Jika Anda memiliki waktu luang hedaknya melakukan hal ini, karena manfaatnya akan lebih menenangkan jiwa.
8. Olahraga Pagi
Poin ke-8 ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Olahraga hendaknya dilakukan pada pagi hari karena sinar matahari pagi sangat menyehatkan tubuh.
Olahraga Pagi | Photo credit: Infocarfreeday.net
Pada artikel berjudul Ini Alasan Mengapa Olahraga Bisa Hilangkan Stres (Detik.com) menyebutkan bahwa sebuah cara yang sudah terbukti ampuh untuk menghilangkan rasa stres dan gelisah yaitu olahraga ringan seperti jalan cepat atau jogging.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Neuroscience menyebutkan bahwa melakukan aktivitas fisik (terutama olahraga) membantu untuk mengatasi masalah stres dengan lebih baik.
"Aktivitas fisik terbukti bisa mer-organisasi otak sehingga kegelisahan tidaklah sampai bisa mengganggu fungsi otak." Kata peneliti Profesor Elizabeth Gould dari Princeton University, New York.
Dengan begitu, usahakan agar Anda bisa secara rutin melakukan olahraga pagi karena manfaatnya yang sangat penting.
Selain manfaatnya dapat menyehatkan tubuh, juga manfaatnya dapat membuat fresh pikiran, serta mencegah dan meredakan stres.
9. Fokus Pada Masa Sekarang
Memang, memikirkan masa lalu untuk mengambil pelajaran darinya adalah hal yang bagus dan bijak. Demikian juga memikirkan masa depan adalah hal yang penting sekali.
Namun ingat, jangan berlebihan dalam memikirkan masa lalu dan masa depan Anda.
Jika Anda terlalu berkutat pada masa lalu maka akan menghabiskan waktu Anda, bahkan bisa membuat Anda bersedih jika memikirkan berbagai kesalahan yang pernah Anda lakukan. Hindari hal ini.
Memikirkan masa lalu hendaknya untuk mengambil pelajaran darinya saja. Mengenai masa depan, hindari terlalu banyak angan-angan karena nantinya bisa menyebabkan stres akhirnya.
Gunakan sebagian besar pikiran Anda untuk masa sekarang, biarlah hidup Anda mengalir apa adanya, dan jangan terlalu khawatir.
10. Lakukan Pemijatan
Pada artikel berjudul Mengatasi Stres dengan Pijat Refleksi (Klikdokter.com) menyebutkan bahwa pijat refleksi menjadi cara yang bagus untuk melepaskan stres dan juga melemaskan otot-otot.
Seorang Pria Dipijat | Photo credit: Dreamstime.com
Dimana munculnya stres biasanya berhubungan dengan masalah keseimbangan hormon di dalam tubuh. Adanya gangguan tersebut menyebabkan tubuh meresponnya dengan cara mengeluarkan kadar hormon stres yang tinggi, yang disertai dengan ketegangan saraf dan kontraksi otot.
Pijat refleksi bisa memberikan manfaat untuk meredakan stres, mengurangi ketegangan saraf dan melemaskan otot.
Anda bisa mencoba layanan pijat refeleksi yang profesional (berpengalaman), agar manfaat pemijatan bisa maksimal diperoleh.
Pada buku The Complete Illustrated Guide to Reflexology, dijelaskan bahwa orang-orang dari segala usia bisa memperoleh manfaat positif dari pemijatan refleksi.
Walaupun manfaatnya bertingkat-tingkat pada setiap orang, tapi secara umum pijatan pada tubuh menimbulkan rasa tenang dan rileks.
Selain menekan jumlah hormon stres, pijat refleksi juga dapat bermanfaat untuk meningkatkan kadar serotonin dan dopamin, itu merupakan senyawa neurotransmiter yang bermanfaat dalam mengurangi depresi dan menimbulkan rasa nyaman.
Apabila Anda mulai merasakan adanya tanda-tanda stres pada diri Anda, pijat refleksi menjadi solusi untuk menghilangkan stres.
11. Gunakan Aromaterapi
Aroma ternyata memberikan efek yang bisa mempengaruhi emosi dan mood. Hal itu karena Indra penciuman berhubungan dengan sistem limbik yang merupakan pusat kendali emosional dalam otak manusia.
Aromaterapi | Photo credit: Pixabay.com
Pada artikel berjudul 7 Aromaterapi yang Akan Mengobati Stres Kamu Hari Ini (Idntimes.com) menyebutkan bahwa aromaterapi dapat membuat Anda terbebas dari stres dan gangguan konsentrasi yang sangat mengganggu aktivitas.
Dengan aromaterapi Anda juga bisa menjadi lebih tenang, terhindar dari sifat mudah emosional dan sensitif yang bisa membuat sakit kepala.
Berikut berbagai jenis aromaterapi yang bisa Anda gunakan untuk menghilangkan stres:
Chamomile. Aromanya bisa membantu menjernihkan pikiran yang kusut, memberikan efek penenang yang ringan, dan mempermudah Anda dalam berpikir positif.
Peppermint. Kondisi stres menyebabkan seseorang sulit untuk berkonsentrasi, cobalah merasakan aromaterapi dari peppermint. Kesegaran aromanya dapat meningkatkan konsentrasi, menjernihkan pikiran dan membuat Anda merasa bahagia.
Lavender. Stres bisa membuat seseorang susah tidur, gunakan lavender untuk mengatasinya. Aromanya yang lembut menimbulkan rasa tenang dan rileks. Lavender juga bisa digunakan untuk meringankan rasa sedih atau kecewa, karena aromanya yang menenangkan.
Basil. Aromaterapi ini dapat mengurangi ketegangan pada saraf, yang dengan begitu bermanfaat untuk memberikan rasa tenang dan rileks. Seperti halnya aromaterapi lavender, basil dapat diandalkan untuk meredakan stres dan juga meningkatkan mood.
Rosemary. Anda bisa menggunakannya untuk mengatasi stres yang menyebabkan sakit kepala dan gangguan pencernaan. Aromanya membuat Anda tenang dan rileks, pikiran lebih jernih, serta membantu konsentrasi.
Mawar dan Geranium. Perpaduan aromaterapi mawar dan geranium dapat membantu mengatasi rasa panik dan khawatir berlebihan. Aromaterapi ini mejadikan diri Anda lebih rileks dan tenang. Aromanya juga dapat membangkitkan suasana hati.
12. Rekreasi Bersama Keluarga
Tentunya orang-orang sangat suka dengan hal-hal yang menyenangkan. Salah satu kegiatan yang menyenangkan adalah rekreasi. Sehingga tidak heran jika banyak orang yang rela bepergian jauh dan mengeluarkan banyak uang untuk melakukan rekreasi.
Pantai Ponnori Luwu Ramai Dikunjungi Warga Saat Liburan | Photo credit: Fajaronline.co.id
Rekreasi dapat Anda lakukan untuk mengatasi stres. Rekreasi bersama keluarga akan lebih menyenangkan, yang sangat ampuh untuk menghilangkan rasa penat dan jenuh, serta membuat suasana hati menjadi menyenangkan dan rileks.
Bagi sebuah keluarga, rekreasi bersama juga menjadi momen berharga dan sangat mengesankan. Selain itu, mengajak semua anggota keluarga untuk rekreasi ke tempat yang menyenangkan adalah cara bagus untuk membahagiakan keluarga dan mempererat hubungan kekeluargaan.
Rekreasi juga untuk melepaskan ketegangan fisik dan mental. Rekreasi menjadi salah satu cara untuk mengabadikan momen indah bersama keluarga.
13. Jadilah Orang yang Murah Senyum
Pada tulisan berjudul Banyak Senyum Bisa Redakan Stres Lho! (Merdeka.com), seorang peneliti bernama Tara Kraft dari University of Kansas menjelaskan bahwa senyum merupakan indikator kebahagiaan seseorang. Senyum sangat ampuh sebagai �obat alami� untuk stres, yang membuat seseorang tetap senang.
Photo credit: Pexels.com
Penelitian oleh Kraft dan timnya tersebut diterbitkan dalam jurnal Psychological Science, yang menyimpulkan bahwa senyum mampu meredakan stres.
"Jadi, jika Anda terjebak macet atau stres karena hal lainnya, cobalah menahan senyum beberapa saat saja," demikian saran salah satu tim peneliti, Sarah Pressman.
Secara umum, tersenyum akan dapat memperbaiki kondisi suasana hati dan membuat seseorang lebih tenang dan damai.
18. Mencuci Piring
Pada artikel berjudul Mencuci Piring Bisa Meredakan Risiko Stres & Kecemasan (Vemale.com) menyebutkan bahwa mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci piring, menyapu, mengepel, ataupun mengelap kaca memberikan manfaat bagi kesehatan.
Mencuci Piring | Photo credit: Flickr.com by peapod labs
Para ahli menjelaskan bahwa mencuci piring dengan hati tenang dan senang mampu meredakan rasa stres dan kecemasan.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Florida State University menemukan bahwa rutinitas mencuci piring bisa mengurangi stres.
Beberapa ahli juga menjelaskan bahwa dengan mencuci piring maka seseorang dapat memperoleh inspirasi atau berpikir lebih fokus.
Namun, dijelaskan bahwa jiwa seseorang ingin memperoleh manfaat menghilangkan stres, maka harus melakukan mencuci piring dengan lapang dada atau tanpa beban.
Dengan kata lain, hendaknya Anda mencuci piring dengan suasana yang sesantai mungkin. Agar lebih menyenangkan, maka gunakan sabun cuci piring aroma jeruk atau lemon yang wangi.
19. Jaga diri Anda dari Hal-Hal Buruk
Agar terhindar sejauh mungkin dari masalah stres, maka pastikan Anda tidur yang cukup dan mengutamakan konsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
Hindari berbagai hal buruk seperti merokok, makanan instan atau junk food, minuman beralkohol, hingga yang terburuk yaitu obat-obatan terlarang.
Berbagai perasaan campur aduk pernah dirasakan seperti marah, frustrasi, kesepian, gelisah, pikiran tidak tenang, dan semacamnya.
Ilustrasi Stres | Photo credit: Pixnio.com
Berbagai tekanan dalam hidup bisa menyebabkan stres. Bahkan sebuah fenomena yang aneh, terlalu serius bermain game juga bisa menyebabkan stres (karena frustasi kalah terus pada permainan).
Tentunya stres kronis harus berusaha dihindari, karena kondisi stres dapat membahayakan dari sisi kesehatan maupun psikologis.
Langsung saja, berikut di bawah ini berbagai cara menghilangkan stres:
1. Cari Tahu Apa Saja yang Membuat Anda Stres
Anda perlu merenungkan atau mencari tahu hal-hal yang memicu timbulnya stres pada diri Anda. Tuliskan hal-hal yang memicu rasa stres Anda, mulai dari hal terbesar ke terkecil.
Chek List | Photo credit: Flickr.com by Animated Heaven
Dengan begitu, Anda telah memetakan berbagai hal yang mengganggu psikologis Anda, yang nantinya data tersebut sangat diperlukan dalam mengantisipasi stres.
Gunakan data / catatan tersebut dalam mengambil langkah apa saja yang diperlukan untuk menghindari dan melawan stres.
Letakan catatan �khusus� tersebut pada tempat yang mudah Anda jangkau.
Secara umum orang yang dalam kondisi stress merasa sangat tidak nyaman dan memiliki gangguan pikiran tertentu.
Beberapa hal yang umum menyebabkan stres yaitu tekanan pekerjaan yang menumpuk, masalah ekonomi, hubungan keluarga yang tidak harmonis, dan banyak lagi.
Kondisi stres menyebabkan emosi dan fisik seseorang menjadi tidak stabil, sehingga jangan memaksakan bekerja ketika dalam kondisi demikian.
Tidur di Rumput Hijau | Photo credit: Freegreatpicture.com
Dengan beristirahat (walaupun hanya sejenak), memberikan manfaat setidaknya untuk meredakan stres. Hal ini sangat penting, agar Anda terhindar dari kondisi stres dengan tingkat parah.
Istirahat sangat penting karena memberi pengaruh pada mood seseorang. Manfaat istirahat sangat terasa ketika seseorang melakukan kegiatan yang sangat melelahkan.
Dengan begitu, istirahat pada waktu yang dibutuhkan sangat penting, tidak hanya bermanfaat untuk menghilangkan rasa kantuk, tapi juga sangat baik untuk kesehatan jiwa dan raga.
Adapun memaksakan diri bekerja tanpa beristirahat yang cukup, akan menyebabkan seseorang mudah marah, sulit konsentrasi, tidak sabaran, hingga akhirnya memicu stres yang parah.
3. Curhat dan Keluarkan Semua Unek-Unek
Jika Anda mengalami suatu permasalahan yang berat, maka usahakan untuk tidak memendam perasaan.
Ilustrasi Curhat kepada Teman | Photo credit: Shutterstock.com by wavebreakmedia
Hendaknya Anda mengeluarkan semua unek-unek Anda, carilah orang yang tepat dan bisa memberikan solusi dari masalah yang dihadapi.
Ingat! Pastikan Anda curhat pada orang yang bisa dipercaya, yaitu orang yang tidak menyebarkan privasi rahasia Anda.
Beritahukan pada teman curhat Anda tentang perasaan yang mengganggu Anda, hal ini sangat penting agar bisa membuat Anda lega, dan Anda bisa lebih terhindar dari stres.
Selain itu, di zaman sekarang sudah sangat berkembang dunia digital, Anda bisa memanfaatkannya. Sebuah penelitian menemukan bahwa mengekspresikan diri melalui tulisan dapat membantu seseorang mengatasi situasi stres yang dihadapinya.
Penelitian juga menemukan bahwa mengungkapkan perasaan pada selembar kertas (juga termasuk tulisan secara digital) bisa mendinginkan otak dan membantu meredakan stres secara efektif.
Dengan begitu, jika Anda tidak menemukan orang yang cocok untuk diajak curat, setidaknya Anda mengekspresikan kondisi yang sedang Anda hadapi pada lembaran kertas ataupun di Microsoft Word.
Selain untuk membersihkan tubuh, mandi sangat ampuh sebagai terapi penenangan diri. Walaupun mandi telah dilakukan secara rutin, namun pada saat tertentu (dimana stres muncul secara mendadak) maka Anda bisa segera mandi, sehingga nantinya stres segera mereda.
Kamar Mandi | Photo credit: Pixabay.com
Oleh karena itu, ketika pikiran sedang sumpek maka jangan malas untuk segera mandi. Dengan mandi, dijamin kondisi Anda akan membaik, Insya Allah.
Mandi dapat menghilangkan sisa debu, kotoran dan keringat yang menempel pada tubuh, selain itu juga akan menyegarkan pikiran.
Saat tubuh terasa panas, gerah dan semacamnya maka akan memicu perasaan ingin marah-marah. Nah, mandi menjadi cara alami terbaik untuk meredakan perasaan negatif di dalam diri.
Selain itu, mandi air hangat di bathub juga menjadi pilihan yang bagus untuk merilekskan diri dan meredakan stres.
Anda bisa sesekali mandi berendam di air hangat ketika stres mendera. Tidak perlu lama-lama, sekitar 10 menit saja sudah cukup baik.
Tekanan pekerjaan dan padatnya jadwal di kantor menyebabkan timbulnya stres. Kondisi semakin diperparah dengan kemacetan dan polusi yang ditemukan setiap hari.
Jika kondisi tesebut menyebabkan timbulnya stres yang berat maka jangan ragu untuk segera mandi berendam di air hangat setelah pulang bekerja.
Berendam di air hangat akan merilekskan tubuh, dan pikiran akan terasa lebih segar. Selain itu, diharapkan dengan berendam di air hangat dapat mengatasi masalah insomnia.
Dimana insomnia (susah tidur) berkaitan dengan stres. Orang yang susah tidur maka pada siang harinya akan beresiko tinggi terkena stres.
Sehingga ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari mandi air hangat.
5. Hindari Sifat Boros
Tidak jarang orang-orang terjatuh dalam kesalahan berupa mengikuti tren gaya hidup terkini secara membabi buta, sehingga menjadi sangat boros dalam membelanjakan keuangannya.
Ilustrasi Boros Uang | Photo credit: Shutterstock.com
Salah satu contohnya adalah membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Orang yang memiliki sifat boros umumnya juga memiliki sifat tidak pernah merasa cukup dan kurang bersyukur.
Rasa kurang bersyukur dengan apa yang telah dicapai inilah yang menyebabkan seseorang sering terkena stres. Yang seharusnya stres ini tidak perlu terjadi.
Terus-terusan merasa kurang seringkali menjadi sebab seseorang terkena stres. Dimana Ia akan frustasi ketika tujuannya tidak tercapai.
Uang yang dimilikinya telah habis, sementara masih banyak keinginannya yang belum terwujud.
Selain itu orang-orang juga sering menjadi stres dan frustasi akibat berhutang karena prilakunya yang boros. Pengeluaran yang lebih besar dibandingkan pemasukan bisa menjadi penyebab stres.
Hal lainnya, orang yang boros akan terlalu sibuk mencari harta materi untuk bisa memenuhi kebutuhannya. Berlebihan dalam bekerja juga akan memicu rasa stres.
Orang boros juga cenderung memiliki berbagai sifat negatif seperti sombong, iri hati, kikir, dan dengki, yang membuatnya semakin menderita karena sifat-sifat negatif tersebut.
6. Miliki Setidaknya Satu Kegiatan yang Anda Sukai
Coba merenung sebentar untuk mengingat-ingat tentang kegiatan yang Anda paling tertarik dengannya. Kalau sudah dapat maka ingat terus, catat saja jika khawatir lupa.
Bermain Futsal Menjadi Pilihan Bagus Untuk Meredakan Stres | Photo credit: Jogosescolares.pr.gov.br
Melakukan hal yang dicintai atau disukai bisa sangat membantu dalam menghilangkan stres. Kalau bisa, kegiatan Anda tersebut dapat membuat tubuh dan pikiran rileks, dan lebih bagus lagi jika bermanfaat besar bagi kehidupan Anda.
Tapi jika kegiatan Anda hanya sebatas hobi juga tidak mengapa. Melakukan hobi sudah cukup untuk bisa mendapatakan suatu kesenangan dan menjadi hiburan tersendiri bagi jiwa dan pikiran.
Melakukan hobi membuat seseorang menjadi lebih bersemangat. Jika Anda suka bermain sepak bola, futsal, basket, voli, menunggang kuda, atau lainnya, maka itu sudah sangat bagus.
Kegiatan lainnya yang bisa Anda lakukan yaitu membaca buku pengetahuan, belajar bahasa asing, belajar seni, belajar programming, fotografi, vlogger, melukis, menjahit dan banyak lagi.
7. Jalan-Jalan Sejenak Melihat Pemandangan Sekitar Sembari Menghirup Udara Segar
Apabila Anda mengalami stres akibat pikiran yang sumpek dan jenuh, maka terapinya bisa dengan cara pergi keluar rumah (usahakan mencari tempat hijau) sembari menikmati udara di luar ruangan.
Jalan-Jalan Pagi | Photo credit: Greeners.co/Danny Kosasih
Hal ini akan dapat secara cepat untuk menghilangkan rasa sumpek. Pergilah ke tempat dengan udara yang segar, lebih bagus lagi jika tempat tersebut memiliki pemandangan indah yang menenangkan jiwa.
Hal yang juga bagus adalah berjalan-jalan di pagi hari yang sejuk, namun terdapat sinar matahari pagi. Jika Anda memiliki waktu luang hedaknya melakukan hal ini, karena manfaatnya akan lebih menenangkan jiwa.
Poin ke-8 ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Olahraga hendaknya dilakukan pada pagi hari karena sinar matahari pagi sangat menyehatkan tubuh.
Olahraga Pagi | Photo credit: Infocarfreeday.net
Pada artikel berjudul Ini Alasan Mengapa Olahraga Bisa Hilangkan Stres (Detik.com) menyebutkan bahwa sebuah cara yang sudah terbukti ampuh untuk menghilangkan rasa stres dan gelisah yaitu olahraga ringan seperti jalan cepat atau jogging.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Neuroscience menyebutkan bahwa melakukan aktivitas fisik (terutama olahraga) membantu untuk mengatasi masalah stres dengan lebih baik.
"Aktivitas fisik terbukti bisa mer-organisasi otak sehingga kegelisahan tidaklah sampai bisa mengganggu fungsi otak." Kata peneliti Profesor Elizabeth Gould dari Princeton University, New York.
Dengan begitu, usahakan agar Anda bisa secara rutin melakukan olahraga pagi karena manfaatnya yang sangat penting.
Selain manfaatnya dapat menyehatkan tubuh, juga manfaatnya dapat membuat fresh pikiran, serta mencegah dan meredakan stres.
9. Fokus Pada Masa Sekarang
Memang, memikirkan masa lalu untuk mengambil pelajaran darinya adalah hal yang bagus dan bijak. Demikian juga memikirkan masa depan adalah hal yang penting sekali.
Namun ingat, jangan berlebihan dalam memikirkan masa lalu dan masa depan Anda.
Jika Anda terlalu berkutat pada masa lalu maka akan menghabiskan waktu Anda, bahkan bisa membuat Anda bersedih jika memikirkan berbagai kesalahan yang pernah Anda lakukan. Hindari hal ini.
Memikirkan masa lalu hendaknya untuk mengambil pelajaran darinya saja. Mengenai masa depan, hindari terlalu banyak angan-angan karena nantinya bisa menyebabkan stres akhirnya.
Gunakan sebagian besar pikiran Anda untuk masa sekarang, biarlah hidup Anda mengalir apa adanya, dan jangan terlalu khawatir.
Berpikir berlebihan tentang masa lalu bisa memicu rasa sedih dan kecewa, dan berlebihan berpikir tentang masa depan bisa memicu rasa khawatir dan ketidaktenangan. Keduanya bisa menjadi penyebab stres.
Pada artikel berjudul Mengatasi Stres dengan Pijat Refleksi (Klikdokter.com) menyebutkan bahwa pijat refleksi menjadi cara yang bagus untuk melepaskan stres dan juga melemaskan otot-otot.
Seorang Pria Dipijat | Photo credit: Dreamstime.com
Dimana munculnya stres biasanya berhubungan dengan masalah keseimbangan hormon di dalam tubuh. Adanya gangguan tersebut menyebabkan tubuh meresponnya dengan cara mengeluarkan kadar hormon stres yang tinggi, yang disertai dengan ketegangan saraf dan kontraksi otot.
Pijat refleksi bisa memberikan manfaat untuk meredakan stres, mengurangi ketegangan saraf dan melemaskan otot.
Anda bisa mencoba layanan pijat refeleksi yang profesional (berpengalaman), agar manfaat pemijatan bisa maksimal diperoleh.
Pada buku The Complete Illustrated Guide to Reflexology, dijelaskan bahwa orang-orang dari segala usia bisa memperoleh manfaat positif dari pemijatan refleksi.
Walaupun manfaatnya bertingkat-tingkat pada setiap orang, tapi secara umum pijatan pada tubuh menimbulkan rasa tenang dan rileks.
Selain menekan jumlah hormon stres, pijat refleksi juga dapat bermanfaat untuk meningkatkan kadar serotonin dan dopamin, itu merupakan senyawa neurotransmiter yang bermanfaat dalam mengurangi depresi dan menimbulkan rasa nyaman.
Apabila Anda mulai merasakan adanya tanda-tanda stres pada diri Anda, pijat refleksi menjadi solusi untuk menghilangkan stres.
Aroma ternyata memberikan efek yang bisa mempengaruhi emosi dan mood. Hal itu karena Indra penciuman berhubungan dengan sistem limbik yang merupakan pusat kendali emosional dalam otak manusia.
Aromaterapi | Photo credit: Pixabay.com
Pada artikel berjudul 7 Aromaterapi yang Akan Mengobati Stres Kamu Hari Ini (Idntimes.com) menyebutkan bahwa aromaterapi dapat membuat Anda terbebas dari stres dan gangguan konsentrasi yang sangat mengganggu aktivitas.
Dengan aromaterapi Anda juga bisa menjadi lebih tenang, terhindar dari sifat mudah emosional dan sensitif yang bisa membuat sakit kepala.
Berikut berbagai jenis aromaterapi yang bisa Anda gunakan untuk menghilangkan stres:
Chamomile. Aromanya bisa membantu menjernihkan pikiran yang kusut, memberikan efek penenang yang ringan, dan mempermudah Anda dalam berpikir positif.
Peppermint. Kondisi stres menyebabkan seseorang sulit untuk berkonsentrasi, cobalah merasakan aromaterapi dari peppermint. Kesegaran aromanya dapat meningkatkan konsentrasi, menjernihkan pikiran dan membuat Anda merasa bahagia.
Lavender. Stres bisa membuat seseorang susah tidur, gunakan lavender untuk mengatasinya. Aromanya yang lembut menimbulkan rasa tenang dan rileks. Lavender juga bisa digunakan untuk meringankan rasa sedih atau kecewa, karena aromanya yang menenangkan.
Basil. Aromaterapi ini dapat mengurangi ketegangan pada saraf, yang dengan begitu bermanfaat untuk memberikan rasa tenang dan rileks. Seperti halnya aromaterapi lavender, basil dapat diandalkan untuk meredakan stres dan juga meningkatkan mood.
Rosemary. Anda bisa menggunakannya untuk mengatasi stres yang menyebabkan sakit kepala dan gangguan pencernaan. Aromanya membuat Anda tenang dan rileks, pikiran lebih jernih, serta membantu konsentrasi.
Mawar dan Geranium. Perpaduan aromaterapi mawar dan geranium dapat membantu mengatasi rasa panik dan khawatir berlebihan. Aromaterapi ini mejadikan diri Anda lebih rileks dan tenang. Aromanya juga dapat membangkitkan suasana hati.
Tentunya orang-orang sangat suka dengan hal-hal yang menyenangkan. Salah satu kegiatan yang menyenangkan adalah rekreasi. Sehingga tidak heran jika banyak orang yang rela bepergian jauh dan mengeluarkan banyak uang untuk melakukan rekreasi.
Pantai Ponnori Luwu Ramai Dikunjungi Warga Saat Liburan | Photo credit: Fajaronline.co.id
Rekreasi dapat Anda lakukan untuk mengatasi stres. Rekreasi bersama keluarga akan lebih menyenangkan, yang sangat ampuh untuk menghilangkan rasa penat dan jenuh, serta membuat suasana hati menjadi menyenangkan dan rileks.
Bagi sebuah keluarga, rekreasi bersama juga menjadi momen berharga dan sangat mengesankan. Selain itu, mengajak semua anggota keluarga untuk rekreasi ke tempat yang menyenangkan adalah cara bagus untuk membahagiakan keluarga dan mempererat hubungan kekeluargaan.
Rekreasi juga untuk melepaskan ketegangan fisik dan mental. Rekreasi menjadi salah satu cara untuk mengabadikan momen indah bersama keluarga.
13. Jadilah Orang yang Murah Senyum
Pada tulisan berjudul Banyak Senyum Bisa Redakan Stres Lho! (Merdeka.com), seorang peneliti bernama Tara Kraft dari University of Kansas menjelaskan bahwa senyum merupakan indikator kebahagiaan seseorang. Senyum sangat ampuh sebagai �obat alami� untuk stres, yang membuat seseorang tetap senang.
Photo credit: Pexels.com
Penelitian oleh Kraft dan timnya tersebut diterbitkan dalam jurnal Psychological Science, yang menyimpulkan bahwa senyum mampu meredakan stres.
"Jadi, jika Anda terjebak macet atau stres karena hal lainnya, cobalah menahan senyum beberapa saat saja," demikian saran salah satu tim peneliti, Sarah Pressman.
Secara umum, tersenyum akan dapat memperbaiki kondisi suasana hati dan membuat seseorang lebih tenang dan damai.
14. Jangan Menunda-Nunda Tugas atau Pekerjaan
Tidak jarang stres muncul akibat suka menunda-nunda pekerjaan yang akhirnya menumpuk. Jika Anda ingin selalu dalam keadaan tenang maka jangan sampai terjadi penumpukan pada tugas Anda.
Ilustrasi Suka Menunda Pekerjaan | Photo credit: Mediabakery.com by CAIA IMAGES / PAUL BRADBURY
Sifat suka menunda-nunda ini sangat berbahaya, pekerjaan yang menumpuk sehingga menyebabkan pekerjaan akan terasa memberatkan dan sulit, maka hasil pekerjaan pun menjadi tidak memuaskan. Hal-hal seperti inilah yang bisa memicu stres.
Mengerjakan pekerjaan dengan terburu-buru bisa memunculkan stres, disamping itu hasil pekerjaan yang tidak memuaskan akan semakin memperparah stres yang dialami.
Hendaknya setiap Anda memiliki kesempatan untuk mengerjakan suatu tugas, maka jangan menunda-tunda. Mengerjakan tugas di awal akan memuaskan hati, dan mencegah munculnya stres.
Tidak jarang stres muncul akibat suka menunda-nunda pekerjaan yang akhirnya menumpuk. Jika Anda ingin selalu dalam keadaan tenang maka jangan sampai terjadi penumpukan pada tugas Anda.
Ilustrasi Suka Menunda Pekerjaan | Photo credit: Mediabakery.com by CAIA IMAGES / PAUL BRADBURY
Sifat suka menunda-nunda ini sangat berbahaya, pekerjaan yang menumpuk sehingga menyebabkan pekerjaan akan terasa memberatkan dan sulit, maka hasil pekerjaan pun menjadi tidak memuaskan. Hal-hal seperti inilah yang bisa memicu stres.
Mengerjakan pekerjaan dengan terburu-buru bisa memunculkan stres, disamping itu hasil pekerjaan yang tidak memuaskan akan semakin memperparah stres yang dialami.
Hendaknya setiap Anda memiliki kesempatan untuk mengerjakan suatu tugas, maka jangan menunda-tunda. Mengerjakan tugas di awal akan memuaskan hati, dan mencegah munculnya stres.
15. Minumlah Air Putih
Pada artikel berjudul Saat Stres Melanda, Perbanyak Minum Air Putih (Liputan6.com) menjelaskan tentang manfaat air putih yang penting sekali, dimana apabila Anda terserang stres maka hendaknya memperbanyak minum air putih.
Air Putih | Photo credit: Pexels.com
Stres menyebabkan gangguan pada produksi beberapa hormon, termasuk hormon aldesterone yang berfungsi dalam pengaturan kadar cairan dalam tubuh.
Minimnya produksi hormon aldesterone menyebabkan resiko dehidrasi pada tubuh, yang dampaknya meningkatkan kadar kortisol pemicu stres.
Tingginya kadar kortisol juga memicu depresi dan gangguan mental lainnya. Dengan banyak minum air putih diharapkan dapat meredakan stres secara cepat, dan juga menghindari dehidrasi.
16. Mengunyah Permen Karet
Dari tulisan berjudul Kebiasaan Kunyah Permen Karet Bisa Hilangkan Stres (Liputan6.com), bahwa mengunyah permen karet sekarang tidak hanya untuk gaya-gayaan saja, dimana terdapat manfaatnya yang cukup penting.
Permen Karet | Photo credit: Wikimedia.org
Mengunyah permen karet dapat membantu menghilangkan rasa stres dan cemas. Dimana pada sebuah penelitian menemukan bahwa mengunyah permen karet setiap hari secara rutin selama dua minggu mampu menurunkan resiko kecemasan secara signifikan.
Tingkat kecemasan dan perasaan negatif lainnya hampir semua hilang secara bertahap hanya dengan mengunyah permen karet.
Mengunyah permen karet juga dapat meningkatkan mood dan menjadikan Anda lebih mudah tersenyum.
Selain itu, salah satu manfaat penting dari mengunyah permen karet yaitu dapat menurunkan kadar kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres.
Studi menemukan bahwa kadar kortisol dapat berkurang saat air liur keluar bersamaan mengunyah permen karet.
Mengunyah permen karet juga dapat memperlancar aliran darah pada otak. Bahkan studi menemukan bahwa orang-orang yang secara rutin mengunyah permen karet mengalami peningkatan kemampuan daya ingat pada informasi.
Walaupun permen karet memiliki banyak manfaat, tapi ingat bahwa hindari terlalu sering mengunyah permen karet karena mengandung gula dan kurang baik bagi kesehatan rongga mulut.
17. Buatlah Secara Teratur Jadwal Harian
Pekerjaan menumpuk dan jadwal kerja yang berantakan mengakibatkan stres akan datang. Oleh karena itu, sangat penting untuk bisa mengatur kegiatan harian Anda dengan sebaik mungkin.
Chek List | Photo credit: Flickr.com by Animated Heaven
Kalau bisa tulislah jadwal kegiatan harian yang terpenting sehingga Anda tercegah dari melalaikannya. Pastikan Anda mampu mengatur waktu agar segala tugas penting bisa terselesaikan dengan tepat waktu.
Selain itu, hindari kesibukan berlebih yang dampaknya meningkatkan resiko stres. Pertimbangkan dengan matang mengenai pekerjaan-perkejaan yang bisa diselesaikan sesuai dengan kemampuan Anda.
Pada artikel berjudul Saat Stres Melanda, Perbanyak Minum Air Putih (Liputan6.com) menjelaskan tentang manfaat air putih yang penting sekali, dimana apabila Anda terserang stres maka hendaknya memperbanyak minum air putih.
Air Putih | Photo credit: Pexels.com
Stres menyebabkan gangguan pada produksi beberapa hormon, termasuk hormon aldesterone yang berfungsi dalam pengaturan kadar cairan dalam tubuh.
Minimnya produksi hormon aldesterone menyebabkan resiko dehidrasi pada tubuh, yang dampaknya meningkatkan kadar kortisol pemicu stres.
Tingginya kadar kortisol juga memicu depresi dan gangguan mental lainnya. Dengan banyak minum air putih diharapkan dapat meredakan stres secara cepat, dan juga menghindari dehidrasi.
Dari tulisan berjudul Kebiasaan Kunyah Permen Karet Bisa Hilangkan Stres (Liputan6.com), bahwa mengunyah permen karet sekarang tidak hanya untuk gaya-gayaan saja, dimana terdapat manfaatnya yang cukup penting.
Permen Karet | Photo credit: Wikimedia.org
Mengunyah permen karet dapat membantu menghilangkan rasa stres dan cemas. Dimana pada sebuah penelitian menemukan bahwa mengunyah permen karet setiap hari secara rutin selama dua minggu mampu menurunkan resiko kecemasan secara signifikan.
Tingkat kecemasan dan perasaan negatif lainnya hampir semua hilang secara bertahap hanya dengan mengunyah permen karet.
Mengunyah permen karet juga dapat meningkatkan mood dan menjadikan Anda lebih mudah tersenyum.
Selain itu, salah satu manfaat penting dari mengunyah permen karet yaitu dapat menurunkan kadar kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres.
Studi menemukan bahwa kadar kortisol dapat berkurang saat air liur keluar bersamaan mengunyah permen karet.
Mengunyah permen karet juga dapat memperlancar aliran darah pada otak. Bahkan studi menemukan bahwa orang-orang yang secara rutin mengunyah permen karet mengalami peningkatan kemampuan daya ingat pada informasi.
Walaupun permen karet memiliki banyak manfaat, tapi ingat bahwa hindari terlalu sering mengunyah permen karet karena mengandung gula dan kurang baik bagi kesehatan rongga mulut.
Pekerjaan menumpuk dan jadwal kerja yang berantakan mengakibatkan stres akan datang. Oleh karena itu, sangat penting untuk bisa mengatur kegiatan harian Anda dengan sebaik mungkin.
Chek List | Photo credit: Flickr.com by Animated Heaven
Kalau bisa tulislah jadwal kegiatan harian yang terpenting sehingga Anda tercegah dari melalaikannya. Pastikan Anda mampu mengatur waktu agar segala tugas penting bisa terselesaikan dengan tepat waktu.
Selain itu, hindari kesibukan berlebih yang dampaknya meningkatkan resiko stres. Pertimbangkan dengan matang mengenai pekerjaan-perkejaan yang bisa diselesaikan sesuai dengan kemampuan Anda.
Pada artikel berjudul Mencuci Piring Bisa Meredakan Risiko Stres & Kecemasan (Vemale.com) menyebutkan bahwa mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci piring, menyapu, mengepel, ataupun mengelap kaca memberikan manfaat bagi kesehatan.
Mencuci Piring | Photo credit: Flickr.com by peapod labs
Para ahli menjelaskan bahwa mencuci piring dengan hati tenang dan senang mampu meredakan rasa stres dan kecemasan.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Florida State University menemukan bahwa rutinitas mencuci piring bisa mengurangi stres.
Beberapa ahli juga menjelaskan bahwa dengan mencuci piring maka seseorang dapat memperoleh inspirasi atau berpikir lebih fokus.
Namun, dijelaskan bahwa jiwa seseorang ingin memperoleh manfaat menghilangkan stres, maka harus melakukan mencuci piring dengan lapang dada atau tanpa beban.
Dengan kata lain, hendaknya Anda mencuci piring dengan suasana yang sesantai mungkin. Agar lebih menyenangkan, maka gunakan sabun cuci piring aroma jeruk atau lemon yang wangi.
19. Jaga diri Anda dari Hal-Hal Buruk
Agar terhindar sejauh mungkin dari masalah stres, maka pastikan Anda tidur yang cukup dan mengutamakan konsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
Hindari berbagai hal buruk seperti merokok, makanan instan atau junk food, minuman beralkohol, hingga yang terburuk yaitu obat-obatan terlarang.
19 Bahaya Banyak Pikiran (Cara Agar Tidak Terlalu Banyak Pikiran) - Rumah Cantik Lariska
Tujuan berpikir adalah untuk memudahkan kehidupan, atau memecahkan suatu masalah. Dalam menjalani kehidupan ini, tentunya seseorang dituntut untuk dapat berpikir dengan baik.
Namun, jika terlalu banyak pikiran justru akan berdampak buruk bagi kesehatan dan psikologi jiwa.
Ilustrasi Banyak Pikiran | Photo credit: Pxhere.com
Berpikir secara berlebihan tidaklah baik. Saat banyak berikir, kita sering bertanya-tanya pada diri sendiri tentang hal yang harus dilakukan. Apabila tidak menemukan jawabannya, maka kita akan terus-menerus memikirkannya.
Salah satu penyebab banyak pikiran adalah rasa khawatir yang berlebihan pada diri seseorang. Khawatir boleh, namun jika rasa khawatir berlebihan dapat menyebabkan stres dan banyak pikiran.
Akibat Terlalu Banyak Pikiran
1. Sakit Kepala
Terlalu lama atau banyak berpikir bisa memicu sakit kepala. Berpikir keras dapat menyebabkan kelelahan fisik maupun mental, yang kemudian memunculkan rasa sakit kepala.
Photo credit: Pixabay.com
Pada artikel berjudul Gangguan Psikosomatis, Ketika Pikiran Menyebabkan Penyakit Fisik -- Alodokter.com menyebutkan bahwa kondisi pikiran tertentu dapat memengaruhi tubuh, hingga bisa memunculkan penyakit ataupun memperparah kondisi penyakit yang sedang dialami.
Kondisi fisik dapat memburuk akibat faktor mental, seperti banyak pikiran, rasa cemas dan stres.
Bagaimana Pikiran Memengaruhi Penyakit?
Perlu diketahui, pikiran bisa mengakibatkan munculnya gejala fisik. Misalnya saat seseorang merasa cemas atau takut, maka dapat bisa menimbulkan gejala berupa peningkatan denyut jantung, rasa mual, palpitasi (jantung berdebar-debar), berkeringat, gemetaran, sakit kepala, sakit perut, sakit dada, dan beberapa lainnya.
Akibat banyak pikiran (atau semacamnya) menyebabkan peningkatan aktivitas impuls saraf dari otak ke berbagai bagian tubuh. Selain itu, terjadi pelepasan adrenalin ke dalam aliran darah yang berpotensi menimbul gejala fisik seperti sakit kepala dan lainnya.
Hanya saja, sampai masa ini ilmuwan belum mengetahui secara jelas tentang bagaimana persisnya pikiran bisa menyebabkan gejala fisik.
Dugaan sementara adalah akibat impuls saraf yang arahnya menuju ke berbagai bagian tubuh, atau otak yang diduga bisa memengaruhi sel-sel tertentu dari sistem kekebalan tubuh. Namun, lagi-lagi teori ini masih belum dapat dipahami secara sempurna tentang kebenarannya.
Intinya, kondisi mental (seperti banyak pikiran) bisa mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Bahkan fakta dan realitanya menunjukan bahwa orang-orang yang berpikir terlalu berat umumnya akan mengalami sakit kepala.
2. Susah Tidur
Banyak pikiran yang terus berlanjut hingga malam hari, bisa menyebabkan Anda akan kesulitan untuk tidur. Kondisi jiwa yang tidak tenang menyebabkan Anda tidak nyaman saat merebahkan badan.
Ilustrasi Susah Tidur | Photo credit: Jbsa.mil
Ada banyak penyebab susah tidur, stres dan banyak pikiran menjadi alasan yang paling umum disebutkan. Ingat, gangguan tidur yang terlalu sering akan menyebabkan bahaya besar bagi kesehatan.
Anda harus melepaskan rasa khawatir dan pikiran-pikiran yang membelenggu saat memasuki waktu tidur. Jika ingin merencanakan sesuatu atau memecakan suatu masalah, maka lakukan-lah pada pagi hari setelah tidur.
Jangan membuat pikiran terlalu aktif saat mendekati waktu tidur, justru yang harus Anda lakukan adalah membuat rileks tubuh dan pikiran.
Agar Anda rileks saat tidur, maka 60 menit sebelum tidur hindari penggunaan komputer, laptop, TV ataupun gadget. Cahaya yang ditangkap oleh mata menyebabkan Anda sulit tidur.
3. Lambung Terasa Sakit (Maag)
Banyak pikiran umumnya akan memicu stres. Ketika stres sering melanda menyebabkan produksi asam lambung meningkat. Ketika seseorang banyak pikiran atau stres ditambah dalam kondisi lapar, akan menyebabkan gangguan pada lambung.
Ilustrasi Sakit Maag | Photo credit: Freegreatpicture.com
Pada laman tanya-jawab Alodokter berjudul Apa Hubungan Stres dengan Asam Lambung?, seorang bernama Syifa Adza bertanya tentang hubungan stres dan asam lambung.
dr. Tri Permatadewi menjawab, seperti diketahui lambung memiliki asam lambung untuk mencerna makanan di dalam tubuh, sehingga setelahnya makanan lebih mudah dicerna di usus.
Fungsi lainnya dari asam lambung yaitu menangkal serangan kuman ke dalam saluran pencernaan. Dimana umumnya mikroorganisme tidak tahan asam.
Untuk melindungi dirinya sendiri, lapisan mukosa lambung dilapisi dengan lapisan seperti jel, hal ini bertujuan supaya asam lambung yang dihasilkan tidak melukai permukaan mukosa lambung.
Peneliti menjelaskan bahwa hingga sekarang belum ditemukan bukti ilmiah yang cukup kuat tentang hubungan stres dan peningkatan asam lambung. Yang ada malah sebaliknya, ketika seseorang mengalami stress maka asam lambung yang dihasilkan cenderung menurun.
Namun ketika stress, tubuh seseorang akan lebih sensitif, menyebabkan asam lambung yang diproduksi dalam jumlah normal, namun tubuh meresponnya secara berlebihan sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman pada lambung.
Teori lainnya menjelaskan ketika seseorang sedang stress, maka lapisan pelindung mukosa lambung akan lebih rentan (lemah), sehingga asam lambung akan berpotensi besar untuk mengiritasi lapisan lambung, sehingga menimbulkan rasa nyeri. (tanya-jawab tahun 2015)
4. Menurunnya Daya Ingat
Berpikir terlalu keras hingga menyebabkan stres, jika terlalu sering terjadi bisa berdampak buruk pada kemampuan memori otak.
Ilustrasi Memori Otak | Photo credit: Flickr.com
Pada tulisan berjudul Hati-Hati, Stres Kronis Bisa Turunkan Daya Ingat -- Merdeka.com menyebutkan sebuah penelitian tahun 2010 yang menemukan bahwa kondisi stres (karena banyak pikiran, dll) dapat menurunkan daya ingat seseorang.
Bagian ingatan yang terserang adalah ingatan spasial yang berfungsi dalam membantu Anda mengingat lokasi dan mengaitkannya dengan obyek tertentu. Contohnya yaitu lupa dalam menaruh kunci mobil, ini sering terjadi ketika Anda banyak pikiran dan stres.
Peneliti dari University of Lowa menemukan adanya hubungan hormon stres kortisol dengan penurunan kemampuan memori jangka pendek.
Penelitian tersebut dipublikasikan di Journal of Neuroscience, menjelaskan bahwa hormon kortisol dapat mengurangi sinapsis, dampaknya akan menimbulkan gangguan pada memori otak.
Dengan begitu, banyak pikiran yang hingga memicu stres, dapat menyebabkan penurunan kemampuan daya ingat, setidaknya dalam jangka pendek.
5. Sesak Nafas
Stres karena terlalu banyak berpikir bisa menyebabkan peningkatan tekanan di bagian sekitar wajah dan kepala. Hal ini bisa memicu timbulnya sesak nafas.
Photo credit: Meduniver.com
Pada laman tanya-jawab berjudul Sesak pada Dada Saat Banyak Pikiran -- Alodokter.com, dr. Tessi Ananditya menjelaskan bahwa stres merupakan sinyal dari kondisi tubuh yang merasakan adanya bahaya.
Ketika seseorang merasa terancam, maka reaksi kimia di tubuh menyebabkan dirinya berbuat sedemikian rupa untuk menghindari bahaya.
Pada kondisi stres (karena pikiran berat, dsb) maka jantung akan berdebar lebih kencang, otot lebih mengeras, napas lebih cepat, dan tekanan darah meningkat.
Gejala stres bisa bermacam-macam, salah satunya mungkin menimbulkan rasa sesak di dada. Pada dasarnya ini bukanlah sebuah penyakit, namun hanya reaksi tubuh terhadap kondisi pikiran yang tertekan.
6. Jerawat pada Kulit Wajah
Pada artikel berjudul Banyak Pikiran dan Stres Bikin Kulit Gampang Jerawatan -- Vemale.com, menyebutkan bahwa Anda perlu waspada jika terlalu sering mengalami banyak pikiran ataupun pikiran yang sumpek, karena bisa menggerogoti kesehatan, bahkan juga berdampak buruk pada kulit Anda.
Jika seseorang memiliki wajah mulus, tapi secara tiba-tiba timbul jerawat tanpa penyebab yang jelas. Mungkin penyebabnya adalah stres atau banyak pikiran (jika beberapa hari sebelumnya Anda banyak masalah atau pikiran).
Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Psychosomatic Medicine menemukan bahwa 41 persen responden yang stres mengalami peningkatan jumlah protein dalam darah. Dampaknya kulit lebih rentan terkena masalah radang, yang akhirnya menimbulkan jerawat satu persatu.
Selain kulit berjerawat, dampak lainnya adalah kulit gatal, kulit cenderung kering, ataupun kulit mengalami kemerahan.
Maka sangat penting agar selalu menenangkan pikiran, jalani hidup dengan pikiran yang tenang.
7. Wajah Menjadi Kusut
Selain memicu timbulnya jerawat, terlalu banyak berpikir akan menguras stamina dan menimbulkan rasa lelah dan rasa ngantuk, hal ini berdampak pada wajah yang menjadi kurang fresh, bahkan kurang enak dilihat.
8. Darah Tinggi
Banyak pikiran hingga sres bisa memicu resiko penyakit darah tingggi. Hipertensi dipandang oleh umumnya orang sebagai indikasi meningkatnya ketegangan, rasa tertekan, kecemasan, stres emosional, ataupun rasa khawatir.
Photo credit: Shutterstock.com
Sebagian pihak menyebutkan bahwa pasien dengan hipertensi ditandai dengan meningkatnya perasaan cemas, adapun yang lain mengklaim bahwa perasaan marah dan tertekan lebih umum sebagai penyebab.
Banyak pikiran, rasa cemas ataupun stres terkait dengan peningkatan tekanan darah sementara, namun bukan tekanan darah tinggi kronis.
Rasa cemas menyebabkan peningkatan denyut jantung dan penurunan diameter pembuluh darah, kedua hal ini mengakibatkan peningkatan tekanan darah.
Dampak stres, cemas ataupun banyak pikiran terhadap tekanan darah masih dipertanyakan, walaupun memang hal itu sering disebut-sebut sebagai penyebab tekanan darah tinggi.
Melonjaknya tekanan darah tinggi secara tiba-tiba walaupun hanya berlangsung sebentar, memiliki bahaya yang hampir sama saja dengan masalah peningkatan tekanan darah kronis.
Hal itu karena peningkatan tekanan darah (baik yang sementara ataupun kronis) beresiko menyebabkan kerusakan pada organ jantung, pembuluh darah dan ginjal.
Hal ini bisa diperburuk dari kebiasaan orang yang sedang banyak pikiran dan stres mengonsumsi hal-hal berbahaya seperti rokok, minuman beralkohol, dsb.
18. Sulit Konsentrasi
Pikiran yang terlalu banyak bisa membuat Anda akan sulit untuk fokus atau konsentrasi pada satu hal. Disinilah Anda harus melatih diri dalam bekerja / memikirkan permasalahan secara satu per satu, jangan semuanya sekaligus alias �multitasking �.
Ilustrasi Susah Konsentrasi | Photo credit: Shutterstock.com/by Ollyy
Berpikir pada banyak hal sekaligus dalam satu waktu, pastinya akan membuat Anda sulit berkonsentrasi.
Selain itu, banyak pikiran akan cenderung menimbulkan perasaan cemas. Jiwa seseorang yang merasa cemas akan membuat dirinya kesulitan dalam berkonsentrasi.
Kondisi suasana hati yang gelisah juga membuat pikiran sulit fokus untuk satu hal.
Apabila Anda tidak bisa berkonsentrasi karena rasa terlalu khawatir ataupun gelisah, maka berhentilah melakukan pekerjaan Anda sementara, dan lakukan sesuatu yang menyenangkan untuk menghapus ketegangan di pikiran Anda.
19. Berbagai Dampak Banyak Pikiran Menurut Dr. Elly Ingkiriwang, SpKJ
Pada sebuah laman tanya-jawab Health.Detik.com Dr. Elly Ingkiriwang, SpKJ menjelaskan bahwa ketika seseorang memiliki masalah dan memikirkannya terus-menerus bisa menyebabkan pusing.
Jika sering pusing maka akan mempengaruhi kesehatan tubuh. Umumnya berupa sakit maag karena asam lambung jadi meningkat.
Selain itu bisa terjadi 'tension headache' yang membuat orang merasa tegang dan sakit kepala seperti diikat kepalanya.
Berbagai dampak dari banyak pikiran lainnya yaitu gangguan tidur, gangguan makan, sulit konsentrasi, dan semuanya tentu sangat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Dr. Elly Ingkiriwang, SpKJ adalah seorang Psikiater di Psychiatric Clinic, Royal Progress International Hospital, Danau Sunter Utara, Sunter Paradise I, Jakarta 14350. Serta Staf pengajar di Jurusan Kesehatan Mental Fakultas Kedokteran Ukrida Jakarta.
Cara Menghilangkan Kebiasaan Banyak Berpikir
Semua orang pastinya memiliki tugas dan beban hidupnya masing-masing. Berbagai tekanan yang ada seperti saat di kampus, kantor, pabrik, dan lainnya.
Sehingga sangat penting menjaga cara berpikir yang baik, karena kalau tidak Anda bisa mengalami overthinking, sehingga berdampak buruk bagi kehidupan dan kesehatan Anda sendiri.
Berikut cara agar tidak berpikir berlebihan:
1. Ambil Napas Dalam-Dalam
Mengambil napas dalam-dalam bisa memberikan efek relaksasi pada jiwa dan pikiran. Hal ini dapat membantu Anda untuk membebaskan diri pikiran-pikiran yang kusut.
Photo credit: Istockphoto.com by gehringj
Dengan mengambil napas dalam ini, bisa mengendurkan otot syaraf otak, yang membuat Anda bisa berpikir lebih jernih setelahnya.
Selain itu, dengan melakukan teknik pernapasan ini akan menghentikan Anda dari terlalu banyak berpikir, apalagi jika yang dipikirkan adalah hal-hal yang kurang penting.
Relaksasi menjadi kunci saat seseorang berada dalam situasi sulit. Biarkan tubuh dan otak Anda merasa lebih baik dengannya.
2. Jangan Terpaku pada Masa Lalu dan Masa Depan
Sebuah kesalahan jika sesorang terlalu banyak memikirkan hal-hal yang telah berlalu, atau terlalu banyak memikirkan masa depan. Padahal dirinya sedang berada di masa �sekarang�.
Photo credit: Pixabay.com
Memikirkan masa lalu, maka itu sudah berlalu sehingga tidak perlu sering dipikirkan. Yang terpenting adalah memikirkan tentang masa Anda sekarang ini.
Pikirkan hal-hal yang penting saja. Dengan memilih untuk memikirkan hal-hal yang penting saja, maka bisa membantu Anda untuk terbebas dari belenggu �banyak pikiran�.
3. Tulis Penyebab Anda Banyak Pikiran!
Renungkan sudah berapa lama Anda terlalu banyak berpkir? Nah, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mencari akar masalah.
Ketahui apa saja yang membuat Anda menghabiskan waktu dengan banyak berpikir? Jika Anda menemukannya maka tuliskan di buku tulis.
Dengan menulis berbagai hal yang menjadi permasalahan Anda saat ini, maka hal ini berguna untuk memudahkan Anda dalam mengatasinya, karena terorganisasi dengan baik.
4. Jauhi Orang-Orang Berjiwa Negatif
Kebiasaan berteman dengan orang-orang yang berpikiran dan berjiwa negatif, akan berdampak buruk bagi diri Anda sendiri.
Hati-hati terhadap teman atau orang-orang yang suka memberikan ide-ide negatif, apalagi Anda larut dalam segala sesuatu yang mereka bicarakan. Hal ini berdampak pada masuknya pikiran yang tidak-tidak pada diri Anda.
Sebagai saran, carilah teman-teman dekat yang berjiwa optimis, dan sering mengeluarkan kata-kata yang positif, hal ini sangat membantu Anda untuk menghilangkan pikiran yang tidak perlu dan negatif.
5. Lakukan Olahraga
Ketika Anda banyak pikiran dan tiba-tiba galau, Anda perlu berolahraga untuk bisa menurunkan tingkat stres.
Photo credit: Pixabay.com
Pada penelitian yang melibatkan 33.000 orang dewasa, hasil penelitian menemukan bahwa 12 persen kasus stres atau depresi bisa dicegah dengan melakukan olahraga.
Sebaliknya, mereka yang malas untuk melakukan olahraga mengalami risiko terkena stres dan depresi yang lebih tinggi.
Anda bisa melakukan olahraga setiap hari selama 20-60 menit. Hal ini sudah cukup bagus untuk meredam rasa gelisah dan stres akibat banyak pikiran.
Olahraga yang dilakukan juga tidak mesti yang berat-berat, Anda bisa hanya dengan sekedar berjalan kaki, jogging, berenang, ataupun bersepeda.
Atau Anda bisa mencoba olahraga yang lebih ekstrem yaitu mendaki gunung. Berada di alam terbuka dan menyaksikan keindahan dan ketenangan disekitar Anda akan bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan pikiran Anda.
6. Mintalah Saran
Jika energi Anda telah terkuras untuk berpikir, tapi orang lain bisa saja memberikan sudut pandang yang berbeda. Anda bisa mengamatinya dengan jelas.
Hal ini bisa Anda lakukan untuk membantu melepas pikiran yang mengganggu. Masukan yang baik dari teman-teman Anda bisa membuat Anda akan merasa lebih baik, setidaknya meringankan masalah Anda.
Selain itu, Anda tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu dan tenaga untuk berpikir. Lagipula, berkumpul bersama teman-teman tidak melulu berpikir, kan?
7. Buat Daftar Praktis
Buatlah daftar praktis tentang hal-hal yang menggelayuti benak Anda. Anda bisa menulisnya di sehelai kertas atau di PC Anda.
Photo credit: Flickr.com
Jabarkan masalahnya terlebih dahulu, lalu tuliskan opsi-opsi yang bisa diambil. Lalu tuliskan pro dan kontra untuk tiap opsi.
Memindahkan pikiran Anda ke tulisan berguna untuk mencegah Anda berputar-putar memikirkannya.
Setelah Anda tidak bisa menuliskan apa pun lagi, maka berarti pikiran Anda telah menunaikan tugasnya, maka saatnya untuk berhenti memikirkannya karena Anda telah membuat polanya.
Sebagai saran, miliki kebiasaan untuk menulis di buku harian tentang hal-hal yang mengganggu Anda. Ini lebih baik daripada terus-menerus membiarkan otak Anda memikirkannya.
8. Miliki Daftar Tugas
Buat daftar tugas yang perlu Anda kerjakan pada hari ini (kecuali melamun), sehingga daftar tersebut merupakan prioritas bagi diri Anda.
Dengan adanya daftar ini akan membuat Anda sadar bahwa terdapat hal-hal lain yang lebih penting daripada berpikir yang tidak jelas.
9. Baca Buku
Daripada berpikir hal yang kurang bermanfaat, mendingan Anda membaca buku-buku yang bermanfaat bagi diri Anda. Temukan bidang bacaan yang Anda sukai.
Photo credit: Pexels.com
Membaca buku akan menambah pengetahuan dan wawasan Anda. Anda bisa membaca buku yang dapat meningkatkan skill berbisnis Anda, dan berbagai buku penting lainnya.
10. Minum Air Putih
Minum air putih sangat bagus untuk kesehatan tubuh. Bahaya dehidrasi salah satunya adalah menjadikan mood (suasana hati) menjadi buruk, apalagi ketika banyak pikiran yang memicu stres pikiran.
Minum banyak air putih akan membuat pikiran tenang dan lebih fresh. Selalu bawa bekal air putih saat pikiran panas, meminum-nya akan membuat pikiran lebih adem.
11. Tersenyum
Terbiasa tersenyum dapat membuat jiwa Anda lebih tenang. Tersenyum akan berdampak baik bagi pikiran dan perasaan Anda.
Photo credit: Pxhere.com
Tersenyum juga akan membuat hati Anda lebih bahagia, hal ini penting untuk melepaskan Anda dari banyak pikiran yang membelenggu.
12. Minum Teh
Untuk menenangkan pikiran maka minumlah teh hangat. Ketika banyak pikiran, maka Anda perlu untuk menemukan minuman yang menenangkan tapi menyehatkan.
Photo credit: Freegreatpicture.com
Saat pikiran kacau, luangkan waktu Anda sejenak untuk minum teh hangat, hentikan diri Anda dari berpikir hal yang benar-berat.
13. Gunakan Aromaterapi
Jika pikiran sedang kusut maka gunakan aromaterapi. Penggunaan aromaterapi menjadikan tubuh dan pikiran jauh lebih rileks.
Photo credit: Pixabay.com
Ada banyak orang yang stres pikiran hingga susah tidur, dengan menggunakan aromaterapi mampu membuatnya tidur cukup nyenyak.
Minyak lavender menjadi salah satu aromaterapi yang paling umum dan populer digunakan, membantu untuk meredakan pikiran stres. Sakit kepala juga dapat hilang dengan bantuan aromaterapi.
14. Lihat Pemandangan Alam yang Indah
Ketika Anda banyak pikiran dan susah untuk menghilangkannya, maka pergi ke tempat yang memiliki pemandangan alam yang indah bisa menjadi solusi brilian.
Photo credit: Wikimedia.org
Melihat pemandangan alam memiliki sensasi menyenangkan tersendiri, pikiran dan jiwa Anda akan lebih rileks, ditambah lagi dengan udara yang masih bersih.
Setelah melihat pemandangan alam dapat membuat Anda lebih tenang dalam berpikir.
Namun, jika terlalu banyak pikiran justru akan berdampak buruk bagi kesehatan dan psikologi jiwa.
Ilustrasi Banyak Pikiran | Photo credit: Pxhere.com
Berpikir secara berlebihan tidaklah baik. Saat banyak berikir, kita sering bertanya-tanya pada diri sendiri tentang hal yang harus dilakukan. Apabila tidak menemukan jawabannya, maka kita akan terus-menerus memikirkannya.
Salah satu penyebab banyak pikiran adalah rasa khawatir yang berlebihan pada diri seseorang. Khawatir boleh, namun jika rasa khawatir berlebihan dapat menyebabkan stres dan banyak pikiran.
Akibat Terlalu Banyak Pikiran
1. Sakit Kepala
Terlalu lama atau banyak berpikir bisa memicu sakit kepala. Berpikir keras dapat menyebabkan kelelahan fisik maupun mental, yang kemudian memunculkan rasa sakit kepala.
Photo credit: Pixabay.com
Pada artikel berjudul Gangguan Psikosomatis, Ketika Pikiran Menyebabkan Penyakit Fisik -- Alodokter.com menyebutkan bahwa kondisi pikiran tertentu dapat memengaruhi tubuh, hingga bisa memunculkan penyakit ataupun memperparah kondisi penyakit yang sedang dialami.
Kondisi fisik dapat memburuk akibat faktor mental, seperti banyak pikiran, rasa cemas dan stres.
Bagaimana Pikiran Memengaruhi Penyakit?
Perlu diketahui, pikiran bisa mengakibatkan munculnya gejala fisik. Misalnya saat seseorang merasa cemas atau takut, maka dapat bisa menimbulkan gejala berupa peningkatan denyut jantung, rasa mual, palpitasi (jantung berdebar-debar), berkeringat, gemetaran, sakit kepala, sakit perut, sakit dada, dan beberapa lainnya.
Akibat banyak pikiran (atau semacamnya) menyebabkan peningkatan aktivitas impuls saraf dari otak ke berbagai bagian tubuh. Selain itu, terjadi pelepasan adrenalin ke dalam aliran darah yang berpotensi menimbul gejala fisik seperti sakit kepala dan lainnya.
Hanya saja, sampai masa ini ilmuwan belum mengetahui secara jelas tentang bagaimana persisnya pikiran bisa menyebabkan gejala fisik.
Dugaan sementara adalah akibat impuls saraf yang arahnya menuju ke berbagai bagian tubuh, atau otak yang diduga bisa memengaruhi sel-sel tertentu dari sistem kekebalan tubuh. Namun, lagi-lagi teori ini masih belum dapat dipahami secara sempurna tentang kebenarannya.
Intinya, kondisi mental (seperti banyak pikiran) bisa mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Bahkan fakta dan realitanya menunjukan bahwa orang-orang yang berpikir terlalu berat umumnya akan mengalami sakit kepala.
2. Susah Tidur
Banyak pikiran yang terus berlanjut hingga malam hari, bisa menyebabkan Anda akan kesulitan untuk tidur. Kondisi jiwa yang tidak tenang menyebabkan Anda tidak nyaman saat merebahkan badan.
Ilustrasi Susah Tidur | Photo credit: Jbsa.mil
Ada banyak penyebab susah tidur, stres dan banyak pikiran menjadi alasan yang paling umum disebutkan. Ingat, gangguan tidur yang terlalu sering akan menyebabkan bahaya besar bagi kesehatan.
Anda harus melepaskan rasa khawatir dan pikiran-pikiran yang membelenggu saat memasuki waktu tidur. Jika ingin merencanakan sesuatu atau memecakan suatu masalah, maka lakukan-lah pada pagi hari setelah tidur.
Jangan membuat pikiran terlalu aktif saat mendekati waktu tidur, justru yang harus Anda lakukan adalah membuat rileks tubuh dan pikiran.
Agar Anda rileks saat tidur, maka 60 menit sebelum tidur hindari penggunaan komputer, laptop, TV ataupun gadget. Cahaya yang ditangkap oleh mata menyebabkan Anda sulit tidur.
loading...
3. Lambung Terasa Sakit (Maag)
Banyak pikiran umumnya akan memicu stres. Ketika stres sering melanda menyebabkan produksi asam lambung meningkat. Ketika seseorang banyak pikiran atau stres ditambah dalam kondisi lapar, akan menyebabkan gangguan pada lambung.
Ilustrasi Sakit Maag | Photo credit: Freegreatpicture.com
Pada laman tanya-jawab Alodokter berjudul Apa Hubungan Stres dengan Asam Lambung?, seorang bernama Syifa Adza bertanya tentang hubungan stres dan asam lambung.
dr. Tri Permatadewi menjawab, seperti diketahui lambung memiliki asam lambung untuk mencerna makanan di dalam tubuh, sehingga setelahnya makanan lebih mudah dicerna di usus.
Fungsi lainnya dari asam lambung yaitu menangkal serangan kuman ke dalam saluran pencernaan. Dimana umumnya mikroorganisme tidak tahan asam.
Untuk melindungi dirinya sendiri, lapisan mukosa lambung dilapisi dengan lapisan seperti jel, hal ini bertujuan supaya asam lambung yang dihasilkan tidak melukai permukaan mukosa lambung.
Peneliti menjelaskan bahwa hingga sekarang belum ditemukan bukti ilmiah yang cukup kuat tentang hubungan stres dan peningkatan asam lambung. Yang ada malah sebaliknya, ketika seseorang mengalami stress maka asam lambung yang dihasilkan cenderung menurun.
Namun ketika stress, tubuh seseorang akan lebih sensitif, menyebabkan asam lambung yang diproduksi dalam jumlah normal, namun tubuh meresponnya secara berlebihan sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman pada lambung.
Teori lainnya menjelaskan ketika seseorang sedang stress, maka lapisan pelindung mukosa lambung akan lebih rentan (lemah), sehingga asam lambung akan berpotensi besar untuk mengiritasi lapisan lambung, sehingga menimbulkan rasa nyeri. (tanya-jawab tahun 2015)
Berpikir terlalu keras hingga menyebabkan stres, jika terlalu sering terjadi bisa berdampak buruk pada kemampuan memori otak.
Ilustrasi Memori Otak | Photo credit: Flickr.com
Pada tulisan berjudul Hati-Hati, Stres Kronis Bisa Turunkan Daya Ingat -- Merdeka.com menyebutkan sebuah penelitian tahun 2010 yang menemukan bahwa kondisi stres (karena banyak pikiran, dll) dapat menurunkan daya ingat seseorang.
Bagian ingatan yang terserang adalah ingatan spasial yang berfungsi dalam membantu Anda mengingat lokasi dan mengaitkannya dengan obyek tertentu. Contohnya yaitu lupa dalam menaruh kunci mobil, ini sering terjadi ketika Anda banyak pikiran dan stres.
Peneliti dari University of Lowa menemukan adanya hubungan hormon stres kortisol dengan penurunan kemampuan memori jangka pendek.
Penelitian tersebut dipublikasikan di Journal of Neuroscience, menjelaskan bahwa hormon kortisol dapat mengurangi sinapsis, dampaknya akan menimbulkan gangguan pada memori otak.
Dengan begitu, banyak pikiran yang hingga memicu stres, dapat menyebabkan penurunan kemampuan daya ingat, setidaknya dalam jangka pendek.
5. Sesak Nafas
Stres karena terlalu banyak berpikir bisa menyebabkan peningkatan tekanan di bagian sekitar wajah dan kepala. Hal ini bisa memicu timbulnya sesak nafas.
Photo credit: Meduniver.com
Pada laman tanya-jawab berjudul Sesak pada Dada Saat Banyak Pikiran -- Alodokter.com, dr. Tessi Ananditya menjelaskan bahwa stres merupakan sinyal dari kondisi tubuh yang merasakan adanya bahaya.
Ketika seseorang merasa terancam, maka reaksi kimia di tubuh menyebabkan dirinya berbuat sedemikian rupa untuk menghindari bahaya.
Pada kondisi stres (karena pikiran berat, dsb) maka jantung akan berdebar lebih kencang, otot lebih mengeras, napas lebih cepat, dan tekanan darah meningkat.
Gejala stres bisa bermacam-macam, salah satunya mungkin menimbulkan rasa sesak di dada. Pada dasarnya ini bukanlah sebuah penyakit, namun hanya reaksi tubuh terhadap kondisi pikiran yang tertekan.
loading...
6. Jerawat pada Kulit Wajah
Pada artikel berjudul Banyak Pikiran dan Stres Bikin Kulit Gampang Jerawatan -- Vemale.com, menyebutkan bahwa Anda perlu waspada jika terlalu sering mengalami banyak pikiran ataupun pikiran yang sumpek, karena bisa menggerogoti kesehatan, bahkan juga berdampak buruk pada kulit Anda.
Jika seseorang memiliki wajah mulus, tapi secara tiba-tiba timbul jerawat tanpa penyebab yang jelas. Mungkin penyebabnya adalah stres atau banyak pikiran (jika beberapa hari sebelumnya Anda banyak masalah atau pikiran).
Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Psychosomatic Medicine menemukan bahwa 41 persen responden yang stres mengalami peningkatan jumlah protein dalam darah. Dampaknya kulit lebih rentan terkena masalah radang, yang akhirnya menimbulkan jerawat satu persatu.
Selain kulit berjerawat, dampak lainnya adalah kulit gatal, kulit cenderung kering, ataupun kulit mengalami kemerahan.
Maka sangat penting agar selalu menenangkan pikiran, jalani hidup dengan pikiran yang tenang.
7. Wajah Menjadi Kusut
Selain memicu timbulnya jerawat, terlalu banyak berpikir akan menguras stamina dan menimbulkan rasa lelah dan rasa ngantuk, hal ini berdampak pada wajah yang menjadi kurang fresh, bahkan kurang enak dilihat.
Banyak pikiran hingga sres bisa memicu resiko penyakit darah tingggi. Hipertensi dipandang oleh umumnya orang sebagai indikasi meningkatnya ketegangan, rasa tertekan, kecemasan, stres emosional, ataupun rasa khawatir.
Photo credit: Shutterstock.com
Sebagian pihak menyebutkan bahwa pasien dengan hipertensi ditandai dengan meningkatnya perasaan cemas, adapun yang lain mengklaim bahwa perasaan marah dan tertekan lebih umum sebagai penyebab.
Banyak pikiran, rasa cemas ataupun stres terkait dengan peningkatan tekanan darah sementara, namun bukan tekanan darah tinggi kronis.
Rasa cemas menyebabkan peningkatan denyut jantung dan penurunan diameter pembuluh darah, kedua hal ini mengakibatkan peningkatan tekanan darah.
Dampak stres, cemas ataupun banyak pikiran terhadap tekanan darah masih dipertanyakan, walaupun memang hal itu sering disebut-sebut sebagai penyebab tekanan darah tinggi.
Melonjaknya tekanan darah tinggi secara tiba-tiba walaupun hanya berlangsung sebentar, memiliki bahaya yang hampir sama saja dengan masalah peningkatan tekanan darah kronis.
Hal itu karena peningkatan tekanan darah (baik yang sementara ataupun kronis) beresiko menyebabkan kerusakan pada organ jantung, pembuluh darah dan ginjal.
Hal ini bisa diperburuk dari kebiasaan orang yang sedang banyak pikiran dan stres mengonsumsi hal-hal berbahaya seperti rokok, minuman beralkohol, dsb.
loading...
9. Badan Menjadi Kurus
Terlalu banyak pikiran bisa menyebabkan tubuh menjadi kurus. Faktanya bahwa banyak pikiran menyebabkan seseorang kehilangan sebagian besar nafsu makannya.
Gambar: Ilustrasi Seorang Lelaki Bertubuh Kurus
Selain itu, karena sangat banyak energi yang digunakan untuk berpikir, dampaknya nutrisi yang seharusnya digunakan untuk membangun tubuh secara umum dialihkan ke otak, sehingga tubuh akan cenderung kurus.
Banyak dari para programmer, penulis, dan profesi lainnya yang menuntut banyak berpikir, umumnya memiliki tubuh yang kurus.
Otak dipaksa untuk berpikir keras sehingga mengakibatkan energi tubuh banyak terkuras.
10. Depresi
Bahaya besar dari terlalu banyak berpikir adalah depresi. Selalu memikirkan hal-hal yang sangat berat bisa menimbulkan gangguan mental dan suasana hati yang sering berubah.
Dampak depresi tidak hanya mempengaruhi kondisi mental, namun juga bisa berbahaya untuk kesehatan tubuh secara umum. Ditambah lagi banyak pikiran akan membuat tubuh menjadi sangat lelah.
11. Gangguan Libido
Banyak pikiran hingga memicu stres kronis, ternyata dapat mempengaruhi produksi estrogen yang berfungsi menjaga kestabilan organ reproduksi.
Produksi estrogen harus berjalan dengan baik, karena ketika produksi estrogen terganggu, menyebabkan libido terkena imbasnya, sehingga mengakibatkan seseorang tidak mempunyai gairah hubungan intim.
12. Sembelit
Akibat ketidakseimbangan hormon karena banyak pikiran, bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan BAB (susah buang air besar).
Apabila Anda mengalami masalah ini, maka cukupi konsumsi cairan sesuai kebutuhan, pastikan Anda mengonsumsi serat, jika kondisinya buruk maka konsumsi obat pelancar buang air besar.
Terlalu banyak pikiran bisa menyebabkan tubuh menjadi kurus. Faktanya bahwa banyak pikiran menyebabkan seseorang kehilangan sebagian besar nafsu makannya.
Gambar: Ilustrasi Seorang Lelaki Bertubuh Kurus
Selain itu, karena sangat banyak energi yang digunakan untuk berpikir, dampaknya nutrisi yang seharusnya digunakan untuk membangun tubuh secara umum dialihkan ke otak, sehingga tubuh akan cenderung kurus.
Banyak dari para programmer, penulis, dan profesi lainnya yang menuntut banyak berpikir, umumnya memiliki tubuh yang kurus.
Otak dipaksa untuk berpikir keras sehingga mengakibatkan energi tubuh banyak terkuras.
Bahaya besar dari terlalu banyak berpikir adalah depresi. Selalu memikirkan hal-hal yang sangat berat bisa menimbulkan gangguan mental dan suasana hati yang sering berubah.
Dampak depresi tidak hanya mempengaruhi kondisi mental, namun juga bisa berbahaya untuk kesehatan tubuh secara umum. Ditambah lagi banyak pikiran akan membuat tubuh menjadi sangat lelah.
11. Gangguan Libido
Banyak pikiran hingga memicu stres kronis, ternyata dapat mempengaruhi produksi estrogen yang berfungsi menjaga kestabilan organ reproduksi.
Produksi estrogen harus berjalan dengan baik, karena ketika produksi estrogen terganggu, menyebabkan libido terkena imbasnya, sehingga mengakibatkan seseorang tidak mempunyai gairah hubungan intim.
12. Sembelit
Akibat ketidakseimbangan hormon karena banyak pikiran, bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan BAB (susah buang air besar).
Apabila Anda mengalami masalah ini, maka cukupi konsumsi cairan sesuai kebutuhan, pastikan Anda mengonsumsi serat, jika kondisinya buruk maka konsumsi obat pelancar buang air besar.
loading...
13. Rambut rontok
Laman Lifestyle.Kompas.com menyebutkan bahwa stres (karena banyak pikiran, dsb) dengan rambut rontok mempunyai hubungan sebab-akibat. Banyak pihak yang beranggapan bahwa stres bisa memicu rambut rontok.
Photo credit: Shutterstock / by:szefei
Daniel K. Hall-Flavin, M.D, psikiater dari Mayo Clinic menjelaskan bahwa ada keterkaitan antara kondisi stres dan rambut rontok.
Alopecia areata merupakan kondisi rambut rontok yang biasanya terjadi pada area yang berbatasan tegas, seperti kulit kepala. Salah satu penyebab alopesia areata adalah stres yang berkepanjangan.
Mereka yang mengalami alopecia areata, sel darah putih di dalam tubuh menyerang bagian folikel rambut, menghambat pertumbuhan rambut, hal ini akhirnya menyebabkan rambut rontok.
Masalah rambut rontok karena stres atau banyak pikiran, pada dasarnya tidak bersifat permanen. Apabila Anda dapat menjaga dan mengendalikan pikiran Anda agar selalu tenang, maka besar kemungkinan rambut bisa tumbuh kembali.
14. Menurunkan Kebahagiaan
Termasuk salah satu yang membuat banyaknya pikiran di kepala adalah kebiasaan menghayal. Kegiatan menghayal dalam waktu lama perlu dihindari.
Photo credit: Pexels.com
Pada tulisan berjudul Bahaya Sering Berkhayal -- Tribunnews.com menyebutkan sebuah penelitian yang menemukan bahwa orang-orang yang sering melamun (berkhayal) akan cenderung kurang bahagia dibandingkan dengan orang-orang yang fokus dengan realitas kehidupannya.
Melamun dapat terjadi kapanpun, serta dimana saja seperti tempat kerja, stasiun kereta, kamar mandi, bus, dll.
Sayangnya jika isi pikiran diisi dengan hal-hal berupa �dunia khayalan�, maka peneliti sudah menjelaskan bahwa hal tersebut hendaknya diminimalisir
Peneliti kebahagiaan Dr Matt Killingsworth dari Harvard University mendesain sebuah program (aplikasi ponsel) untuk digunakan oleh para responden selama dalam jangka waktu yang ditentukan, tujuannya untuk mengetahui hal-hal yang menjadi dampak jangka panjang dari berkhayal.
Adapun program aplikasi yang dibuat tersebut berisi pertanyaan harian, diantaranya apa saja yang Anda lakukan? Bagaimana perasaan Anda? Apakah Anda memikirkan hal lain dari apa yang sedang Anda lakukan?
Program ini diberikan kepada ribuan responden, hasilnya disimpulkan bahwa berkhayal tentang hal-hal yang netral atau negatif menyebabkan seseorang merasa kurang bahagia, dan dapat merusak mood seseorang.
Adapun berkhayal tentang hal yang indah-indah ternyata tidak dapat meningkatkan suasana hati sedikit pun.
Killingsworth mengatakan, "Imajinasi kita tidak akan pernah bisa menyamakan kebahagiaan dari sesuatu yang nyata.�
Kesimpulanya, melamun ataupun berkhayal pada dasarnya tidak berbahaya, dimana terdapat 96% dari seluruh orang dewasa yang melakukannya secara teratur.
Akan tetapi, jika terlalu lama berkhayal akan menyebabkan Anda kurang menikmati �saat ini�.
Melamun hingga 30 menit akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini telah dikategorikan sebagai gangguan kesehatan mental karena merugikan dan sifatnya yang adiktif.
15. Resiko Ketergantungan pada Obat Penenang
Tidak jarang mereka yang mengalami overthink (banyak pikiran) akan mengalami masalah insomia (gangguan tidur), yang kemudian �tergoda� untuk mengonsumsi obat penenang.
Photo credit: Pixabay.com
Orang-orang yang mengalami gangguan pikiran dan susah tidur, seringkali mengatasinya dengan cara menggunakan obat-obat tertentu untuk menenangkan dirinya, yang diharapkannya bisa memberikan hasil instan.
Sering menggunakan obat penenang dan obat semacamnya bukanlah hal yang dianjurkan. Walaupun memang bisa memberikan rasa kantuk bagi penderita insomnia, namun penggunaannya dalam jangka panjang dapat membahayakan kesehatan.
16. Meningkatkan Resiko Serangan Jantung
Terlalu banyak pikiran bisa membahayakan kesehatan jantung, bahkan terdapat beberapa kasus kematian yang disebabkan karena banyak pikiran berat.
Photo credit: Army.mil
Tidak mampunya mengelola manajemen pikiran bisa berdampak sangat buruk. Oleh karena itu, selalu kondisikan diri dan jiwa Anda agar selalu stabil.
Atur dengan baik semua kegiatan, seperti pekerjaan kantor, tugas, problematika keluarga, ekonomi hingga percintaan.
17. Menurunnya Imunitas Tubuh
Berpikir boleh-boleh saja, tapi tetap harus dalam porsi yang wajar. Berpikir merupakan fungsi luar biasa yang diberikan oleh Allah pada manusia.
Photo credit: Flickr.com
Namun, fenomena di zaman sekarang yaitu manusia menggunakan pikiran jauh lebih banyak daripada otot tubuhnya. Dengan dua kaki dan dua tangan, sebenarnya tubuh manusia diciptakan untuk lebih banyak bergerak daripada diam.
Adanya alat supercanggih menyebabkan otak lebih diprioritaskan (secara berlebihan) daripada gerak badan. Hal ini menyebabkan berbagai masalah mulai menghampiri tubuh manusia.
Otak, dalam keilmuan kesehatan holistik, merupakan organ istimewa yang luar biasa, yang bisa memengaruhi semua bagian sistem organ secara langsung.
Kondisi pikiran sangat berpengaruh pada kesehatan. Apabila terlalu banyak menggunakan pikiran, maka stres pun bisa muncul.
Banyak pikiran bisa memengaruhi kinerja limpa-lambung. Mungkin saja ketika Anda memikirkan sesuatu hal yang berat dan berkepanjangan maka setelah itu Anda merasa kurang nafsu makan.
Apabila limpa lambung lemah, maka transformasi makanan terganggu. Makanan diubah menjadi sari halus makanan lalu diangkut keatas oleh limpa.
Apabila fungsi limpa melemah maka peredaran energi di dalam tubuh terhambat. Hal inilah yang menyebabkan ketika seseorang banyak pikiran dan stres, akan merasa lemas tak berdaya.
Peredaran darah dan energi yang melambat di dalam tubuh, akhirnya juga berdampak buruk pada kemampuan immunitas tubuh yang menurun.
Dampak dari menurunnya sistem kekebalan tubuh menyebabkan tubuh akan lebih rentan untuk terkena penyakit.
Laman Lifestyle.Kompas.com menyebutkan bahwa stres (karena banyak pikiran, dsb) dengan rambut rontok mempunyai hubungan sebab-akibat. Banyak pihak yang beranggapan bahwa stres bisa memicu rambut rontok.
Photo credit: Shutterstock / by:szefei
Daniel K. Hall-Flavin, M.D, psikiater dari Mayo Clinic menjelaskan bahwa ada keterkaitan antara kondisi stres dan rambut rontok.
Alopecia areata merupakan kondisi rambut rontok yang biasanya terjadi pada area yang berbatasan tegas, seperti kulit kepala. Salah satu penyebab alopesia areata adalah stres yang berkepanjangan.
Mereka yang mengalami alopecia areata, sel darah putih di dalam tubuh menyerang bagian folikel rambut, menghambat pertumbuhan rambut, hal ini akhirnya menyebabkan rambut rontok.
Masalah rambut rontok karena stres atau banyak pikiran, pada dasarnya tidak bersifat permanen. Apabila Anda dapat menjaga dan mengendalikan pikiran Anda agar selalu tenang, maka besar kemungkinan rambut bisa tumbuh kembali.
14. Menurunkan Kebahagiaan
Termasuk salah satu yang membuat banyaknya pikiran di kepala adalah kebiasaan menghayal. Kegiatan menghayal dalam waktu lama perlu dihindari.
Photo credit: Pexels.com
Pada tulisan berjudul Bahaya Sering Berkhayal -- Tribunnews.com menyebutkan sebuah penelitian yang menemukan bahwa orang-orang yang sering melamun (berkhayal) akan cenderung kurang bahagia dibandingkan dengan orang-orang yang fokus dengan realitas kehidupannya.
Melamun dapat terjadi kapanpun, serta dimana saja seperti tempat kerja, stasiun kereta, kamar mandi, bus, dll.
Sayangnya jika isi pikiran diisi dengan hal-hal berupa �dunia khayalan�, maka peneliti sudah menjelaskan bahwa hal tersebut hendaknya diminimalisir
Peneliti kebahagiaan Dr Matt Killingsworth dari Harvard University mendesain sebuah program (aplikasi ponsel) untuk digunakan oleh para responden selama dalam jangka waktu yang ditentukan, tujuannya untuk mengetahui hal-hal yang menjadi dampak jangka panjang dari berkhayal.
Adapun program aplikasi yang dibuat tersebut berisi pertanyaan harian, diantaranya apa saja yang Anda lakukan? Bagaimana perasaan Anda? Apakah Anda memikirkan hal lain dari apa yang sedang Anda lakukan?
Program ini diberikan kepada ribuan responden, hasilnya disimpulkan bahwa berkhayal tentang hal-hal yang netral atau negatif menyebabkan seseorang merasa kurang bahagia, dan dapat merusak mood seseorang.
Adapun berkhayal tentang hal yang indah-indah ternyata tidak dapat meningkatkan suasana hati sedikit pun.
Killingsworth mengatakan, "Imajinasi kita tidak akan pernah bisa menyamakan kebahagiaan dari sesuatu yang nyata.�
Kesimpulanya, melamun ataupun berkhayal pada dasarnya tidak berbahaya, dimana terdapat 96% dari seluruh orang dewasa yang melakukannya secara teratur.
Akan tetapi, jika terlalu lama berkhayal akan menyebabkan Anda kurang menikmati �saat ini�.
Melamun hingga 30 menit akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini telah dikategorikan sebagai gangguan kesehatan mental karena merugikan dan sifatnya yang adiktif.
Tidak jarang mereka yang mengalami overthink (banyak pikiran) akan mengalami masalah insomia (gangguan tidur), yang kemudian �tergoda� untuk mengonsumsi obat penenang.
Photo credit: Pixabay.com
Orang-orang yang mengalami gangguan pikiran dan susah tidur, seringkali mengatasinya dengan cara menggunakan obat-obat tertentu untuk menenangkan dirinya, yang diharapkannya bisa memberikan hasil instan.
Sering menggunakan obat penenang dan obat semacamnya bukanlah hal yang dianjurkan. Walaupun memang bisa memberikan rasa kantuk bagi penderita insomnia, namun penggunaannya dalam jangka panjang dapat membahayakan kesehatan.
16. Meningkatkan Resiko Serangan Jantung
Terlalu banyak pikiran bisa membahayakan kesehatan jantung, bahkan terdapat beberapa kasus kematian yang disebabkan karena banyak pikiran berat.
Photo credit: Army.mil
Tidak mampunya mengelola manajemen pikiran bisa berdampak sangat buruk. Oleh karena itu, selalu kondisikan diri dan jiwa Anda agar selalu stabil.
Atur dengan baik semua kegiatan, seperti pekerjaan kantor, tugas, problematika keluarga, ekonomi hingga percintaan.
17. Menurunnya Imunitas Tubuh
Berpikir boleh-boleh saja, tapi tetap harus dalam porsi yang wajar. Berpikir merupakan fungsi luar biasa yang diberikan oleh Allah pada manusia.
Photo credit: Flickr.com
Namun, fenomena di zaman sekarang yaitu manusia menggunakan pikiran jauh lebih banyak daripada otot tubuhnya. Dengan dua kaki dan dua tangan, sebenarnya tubuh manusia diciptakan untuk lebih banyak bergerak daripada diam.
Adanya alat supercanggih menyebabkan otak lebih diprioritaskan (secara berlebihan) daripada gerak badan. Hal ini menyebabkan berbagai masalah mulai menghampiri tubuh manusia.
Otak, dalam keilmuan kesehatan holistik, merupakan organ istimewa yang luar biasa, yang bisa memengaruhi semua bagian sistem organ secara langsung.
Kondisi pikiran sangat berpengaruh pada kesehatan. Apabila terlalu banyak menggunakan pikiran, maka stres pun bisa muncul.
Banyak pikiran bisa memengaruhi kinerja limpa-lambung. Mungkin saja ketika Anda memikirkan sesuatu hal yang berat dan berkepanjangan maka setelah itu Anda merasa kurang nafsu makan.
Apabila limpa lambung lemah, maka transformasi makanan terganggu. Makanan diubah menjadi sari halus makanan lalu diangkut keatas oleh limpa.
Apabila fungsi limpa melemah maka peredaran energi di dalam tubuh terhambat. Hal inilah yang menyebabkan ketika seseorang banyak pikiran dan stres, akan merasa lemas tak berdaya.
Peredaran darah dan energi yang melambat di dalam tubuh, akhirnya juga berdampak buruk pada kemampuan immunitas tubuh yang menurun.
Dampak dari menurunnya sistem kekebalan tubuh menyebabkan tubuh akan lebih rentan untuk terkena penyakit.
18. Sulit Konsentrasi
Pikiran yang terlalu banyak bisa membuat Anda akan sulit untuk fokus atau konsentrasi pada satu hal. Disinilah Anda harus melatih diri dalam bekerja / memikirkan permasalahan secara satu per satu, jangan semuanya sekaligus alias �multitasking �.
Ilustrasi Susah Konsentrasi | Photo credit: Shutterstock.com/by Ollyy
Berpikir pada banyak hal sekaligus dalam satu waktu, pastinya akan membuat Anda sulit berkonsentrasi.
Selain itu, banyak pikiran akan cenderung menimbulkan perasaan cemas. Jiwa seseorang yang merasa cemas akan membuat dirinya kesulitan dalam berkonsentrasi.
Kondisi suasana hati yang gelisah juga membuat pikiran sulit fokus untuk satu hal.
Apabila Anda tidak bisa berkonsentrasi karena rasa terlalu khawatir ataupun gelisah, maka berhentilah melakukan pekerjaan Anda sementara, dan lakukan sesuatu yang menyenangkan untuk menghapus ketegangan di pikiran Anda.
19. Berbagai Dampak Banyak Pikiran Menurut Dr. Elly Ingkiriwang, SpKJ
Pada sebuah laman tanya-jawab Health.Detik.com Dr. Elly Ingkiriwang, SpKJ menjelaskan bahwa ketika seseorang memiliki masalah dan memikirkannya terus-menerus bisa menyebabkan pusing.
Jika sering pusing maka akan mempengaruhi kesehatan tubuh. Umumnya berupa sakit maag karena asam lambung jadi meningkat.
Selain itu bisa terjadi 'tension headache' yang membuat orang merasa tegang dan sakit kepala seperti diikat kepalanya.
Berbagai dampak dari banyak pikiran lainnya yaitu gangguan tidur, gangguan makan, sulit konsentrasi, dan semuanya tentu sangat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Dr. Elly Ingkiriwang, SpKJ adalah seorang Psikiater di Psychiatric Clinic, Royal Progress International Hospital, Danau Sunter Utara, Sunter Paradise I, Jakarta 14350. Serta Staf pengajar di Jurusan Kesehatan Mental Fakultas Kedokteran Ukrida Jakarta.
Cara Menghilangkan Kebiasaan Banyak Berpikir
Semua orang pastinya memiliki tugas dan beban hidupnya masing-masing. Berbagai tekanan yang ada seperti saat di kampus, kantor, pabrik, dan lainnya.
Sehingga sangat penting menjaga cara berpikir yang baik, karena kalau tidak Anda bisa mengalami overthinking, sehingga berdampak buruk bagi kehidupan dan kesehatan Anda sendiri.
Berikut cara agar tidak berpikir berlebihan:
1. Ambil Napas Dalam-Dalam
Mengambil napas dalam-dalam bisa memberikan efek relaksasi pada jiwa dan pikiran. Hal ini dapat membantu Anda untuk membebaskan diri pikiran-pikiran yang kusut.
Photo credit: Istockphoto.com by gehringj
Dengan mengambil napas dalam ini, bisa mengendurkan otot syaraf otak, yang membuat Anda bisa berpikir lebih jernih setelahnya.
Selain itu, dengan melakukan teknik pernapasan ini akan menghentikan Anda dari terlalu banyak berpikir, apalagi jika yang dipikirkan adalah hal-hal yang kurang penting.
Relaksasi menjadi kunci saat seseorang berada dalam situasi sulit. Biarkan tubuh dan otak Anda merasa lebih baik dengannya.
2. Jangan Terpaku pada Masa Lalu dan Masa Depan
Sebuah kesalahan jika sesorang terlalu banyak memikirkan hal-hal yang telah berlalu, atau terlalu banyak memikirkan masa depan. Padahal dirinya sedang berada di masa �sekarang�.
Photo credit: Pixabay.com
Memikirkan masa lalu, maka itu sudah berlalu sehingga tidak perlu sering dipikirkan. Yang terpenting adalah memikirkan tentang masa Anda sekarang ini.
Pikirkan hal-hal yang penting saja. Dengan memilih untuk memikirkan hal-hal yang penting saja, maka bisa membantu Anda untuk terbebas dari belenggu �banyak pikiran�.
3. Tulis Penyebab Anda Banyak Pikiran!
Renungkan sudah berapa lama Anda terlalu banyak berpkir? Nah, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mencari akar masalah.
Ketahui apa saja yang membuat Anda menghabiskan waktu dengan banyak berpikir? Jika Anda menemukannya maka tuliskan di buku tulis.
Dengan menulis berbagai hal yang menjadi permasalahan Anda saat ini, maka hal ini berguna untuk memudahkan Anda dalam mengatasinya, karena terorganisasi dengan baik.
Kebiasaan berteman dengan orang-orang yang berpikiran dan berjiwa negatif, akan berdampak buruk bagi diri Anda sendiri.
Hati-hati terhadap teman atau orang-orang yang suka memberikan ide-ide negatif, apalagi Anda larut dalam segala sesuatu yang mereka bicarakan. Hal ini berdampak pada masuknya pikiran yang tidak-tidak pada diri Anda.
Sebagai saran, carilah teman-teman dekat yang berjiwa optimis, dan sering mengeluarkan kata-kata yang positif, hal ini sangat membantu Anda untuk menghilangkan pikiran yang tidak perlu dan negatif.
5. Lakukan Olahraga
Ketika Anda banyak pikiran dan tiba-tiba galau, Anda perlu berolahraga untuk bisa menurunkan tingkat stres.
Photo credit: Pixabay.com
Pada penelitian yang melibatkan 33.000 orang dewasa, hasil penelitian menemukan bahwa 12 persen kasus stres atau depresi bisa dicegah dengan melakukan olahraga.
Sebaliknya, mereka yang malas untuk melakukan olahraga mengalami risiko terkena stres dan depresi yang lebih tinggi.
Anda bisa melakukan olahraga setiap hari selama 20-60 menit. Hal ini sudah cukup bagus untuk meredam rasa gelisah dan stres akibat banyak pikiran.
Olahraga yang dilakukan juga tidak mesti yang berat-berat, Anda bisa hanya dengan sekedar berjalan kaki, jogging, berenang, ataupun bersepeda.
Atau Anda bisa mencoba olahraga yang lebih ekstrem yaitu mendaki gunung. Berada di alam terbuka dan menyaksikan keindahan dan ketenangan disekitar Anda akan bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan pikiran Anda.
6. Mintalah Saran
Jika energi Anda telah terkuras untuk berpikir, tapi orang lain bisa saja memberikan sudut pandang yang berbeda. Anda bisa mengamatinya dengan jelas.
Hal ini bisa Anda lakukan untuk membantu melepas pikiran yang mengganggu. Masukan yang baik dari teman-teman Anda bisa membuat Anda akan merasa lebih baik, setidaknya meringankan masalah Anda.
Selain itu, Anda tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu dan tenaga untuk berpikir. Lagipula, berkumpul bersama teman-teman tidak melulu berpikir, kan?
7. Buat Daftar Praktis
Buatlah daftar praktis tentang hal-hal yang menggelayuti benak Anda. Anda bisa menulisnya di sehelai kertas atau di PC Anda.
Photo credit: Flickr.com
Jabarkan masalahnya terlebih dahulu, lalu tuliskan opsi-opsi yang bisa diambil. Lalu tuliskan pro dan kontra untuk tiap opsi.
Memindahkan pikiran Anda ke tulisan berguna untuk mencegah Anda berputar-putar memikirkannya.
Setelah Anda tidak bisa menuliskan apa pun lagi, maka berarti pikiran Anda telah menunaikan tugasnya, maka saatnya untuk berhenti memikirkannya karena Anda telah membuat polanya.
Sebagai saran, miliki kebiasaan untuk menulis di buku harian tentang hal-hal yang mengganggu Anda. Ini lebih baik daripada terus-menerus membiarkan otak Anda memikirkannya.
Buat daftar tugas yang perlu Anda kerjakan pada hari ini (kecuali melamun), sehingga daftar tersebut merupakan prioritas bagi diri Anda.
Dengan adanya daftar ini akan membuat Anda sadar bahwa terdapat hal-hal lain yang lebih penting daripada berpikir yang tidak jelas.
9. Baca Buku
Daripada berpikir hal yang kurang bermanfaat, mendingan Anda membaca buku-buku yang bermanfaat bagi diri Anda. Temukan bidang bacaan yang Anda sukai.
Photo credit: Pexels.com
Membaca buku akan menambah pengetahuan dan wawasan Anda. Anda bisa membaca buku yang dapat meningkatkan skill berbisnis Anda, dan berbagai buku penting lainnya.
10. Minum Air Putih
Minum air putih sangat bagus untuk kesehatan tubuh. Bahaya dehidrasi salah satunya adalah menjadikan mood (suasana hati) menjadi buruk, apalagi ketika banyak pikiran yang memicu stres pikiran.
Minum banyak air putih akan membuat pikiran tenang dan lebih fresh. Selalu bawa bekal air putih saat pikiran panas, meminum-nya akan membuat pikiran lebih adem.
11. Tersenyum
Terbiasa tersenyum dapat membuat jiwa Anda lebih tenang. Tersenyum akan berdampak baik bagi pikiran dan perasaan Anda.
Photo credit: Pxhere.com
Tersenyum juga akan membuat hati Anda lebih bahagia, hal ini penting untuk melepaskan Anda dari banyak pikiran yang membelenggu.
12. Minum Teh
Untuk menenangkan pikiran maka minumlah teh hangat. Ketika banyak pikiran, maka Anda perlu untuk menemukan minuman yang menenangkan tapi menyehatkan.
Photo credit: Freegreatpicture.com
Saat pikiran kacau, luangkan waktu Anda sejenak untuk minum teh hangat, hentikan diri Anda dari berpikir hal yang benar-berat.
13. Gunakan Aromaterapi
Jika pikiran sedang kusut maka gunakan aromaterapi. Penggunaan aromaterapi menjadikan tubuh dan pikiran jauh lebih rileks.
Photo credit: Pixabay.com
Ada banyak orang yang stres pikiran hingga susah tidur, dengan menggunakan aromaterapi mampu membuatnya tidur cukup nyenyak.
Minyak lavender menjadi salah satu aromaterapi yang paling umum dan populer digunakan, membantu untuk meredakan pikiran stres. Sakit kepala juga dapat hilang dengan bantuan aromaterapi.
Ketika Anda banyak pikiran dan susah untuk menghilangkannya, maka pergi ke tempat yang memiliki pemandangan alam yang indah bisa menjadi solusi brilian.
Photo credit: Wikimedia.org
Melihat pemandangan alam memiliki sensasi menyenangkan tersendiri, pikiran dan jiwa Anda akan lebih rileks, ditambah lagi dengan udara yang masih bersih.
Setelah melihat pemandangan alam dapat membuat Anda lebih tenang dalam berpikir.
Tujuan berpikir adalah untuk memudahkan kehidupan, atau memecahkan suatu masalah. Dalam menjalani kehidupan ini, tentunya seseorang dituntut untuk dapat berpikir dengan baik.
Namun, jika terlalu banyak pikiran justru akan berdampak buruk bagi kesehatan dan psikologi jiwa.
Ilustrasi Banyak Pikiran | Photo credit: Pxhere.com
Berpikir secara berlebihan tidaklah baik. Saat banyak berikir, kita sering bertanya-tanya pada diri sendiri tentang hal yang harus dilakukan. Apabila tidak menemukan jawabannya, maka kita akan terus-menerus memikirkannya.
Salah satu penyebab banyak pikiran adalah rasa khawatir yang berlebihan pada diri seseorang. Khawatir boleh, namun jika rasa khawatir berlebihan dapat menyebabkan stres dan banyak pikiran.
Akibat Terlalu Banyak Pikiran
1. Sakit Kepala
Terlalu lama atau banyak berpikir bisa memicu sakit kepala. Berpikir keras dapat menyebabkan kelelahan fisik maupun mental, yang kemudian memunculkan rasa sakit kepala.
Photo credit: Pixabay.com
Pada artikel berjudul Gangguan Psikosomatis, Ketika Pikiran Menyebabkan Penyakit Fisik -- Alodokter.com menyebutkan bahwa kondisi pikiran tertentu dapat memengaruhi tubuh, hingga bisa memunculkan penyakit ataupun memperparah kondisi penyakit yang sedang dialami.
Kondisi fisik dapat memburuk akibat faktor mental, seperti banyak pikiran, rasa cemas dan stres.
Bagaimana Pikiran Memengaruhi Penyakit?
Perlu diketahui, pikiran bisa mengakibatkan munculnya gejala fisik. Misalnya saat seseorang merasa cemas atau takut, maka dapat bisa menimbulkan gejala berupa peningkatan denyut jantung, rasa mual, palpitasi (jantung berdebar-debar), berkeringat, gemetaran, sakit kepala, sakit perut, sakit dada, dan beberapa lainnya.
Akibat banyak pikiran (atau semacamnya) menyebabkan peningkatan aktivitas impuls saraf dari otak ke berbagai bagian tubuh. Selain itu, terjadi pelepasan adrenalin ke dalam aliran darah yang berpotensi menimbul gejala fisik seperti sakit kepala dan lainnya.
Hanya saja, sampai masa ini ilmuwan belum mengetahui secara jelas tentang bagaimana persisnya pikiran bisa menyebabkan gejala fisik.
Dugaan sementara adalah akibat impuls saraf yang arahnya menuju ke berbagai bagian tubuh, atau otak yang diduga bisa memengaruhi sel-sel tertentu dari sistem kekebalan tubuh. Namun, lagi-lagi teori ini masih belum dapat dipahami secara sempurna tentang kebenarannya.
Intinya, kondisi mental (seperti banyak pikiran) bisa mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Bahkan fakta dan realitanya menunjukan bahwa orang-orang yang berpikir terlalu berat umumnya akan mengalami sakit kepala.
2. Susah Tidur
Banyak pikiran yang terus berlanjut hingga malam hari, bisa menyebabkan Anda akan kesulitan untuk tidur. Kondisi jiwa yang tidak tenang menyebabkan Anda tidak nyaman saat merebahkan badan.
Ilustrasi Susah Tidur | Photo credit: Jbsa.mil
Ada banyak penyebab susah tidur, stres dan banyak pikiran menjadi alasan yang paling umum disebutkan. Ingat, gangguan tidur yang terlalu sering akan menyebabkan bahaya besar bagi kesehatan.
Anda harus melepaskan rasa khawatir dan pikiran-pikiran yang membelenggu saat memasuki waktu tidur. Jika ingin merencanakan sesuatu atau memecakan suatu masalah, maka lakukan-lah pada pagi hari setelah tidur.
Jangan membuat pikiran terlalu aktif saat mendekati waktu tidur, justru yang harus Anda lakukan adalah membuat rileks tubuh dan pikiran.
Agar Anda rileks saat tidur, maka 60 menit sebelum tidur hindari penggunaan komputer, laptop, TV ataupun gadget. Cahaya yang ditangkap oleh mata menyebabkan Anda sulit tidur.
3. Lambung Terasa Sakit (Maag)
Banyak pikiran umumnya akan memicu stres. Ketika stres sering melanda menyebabkan produksi asam lambung meningkat. Ketika seseorang banyak pikiran atau stres ditambah dalam kondisi lapar, akan menyebabkan gangguan pada lambung.
Ilustrasi Sakit Maag | Photo credit: Freegreatpicture.com
Pada laman tanya-jawab Alodokter berjudul Apa Hubungan Stres dengan Asam Lambung?, seorang bernama Syifa Adza bertanya tentang hubungan stres dan asam lambung.
dr. Tri Permatadewi menjawab, seperti diketahui lambung memiliki asam lambung untuk mencerna makanan di dalam tubuh, sehingga setelahnya makanan lebih mudah dicerna di usus.
Fungsi lainnya dari asam lambung yaitu menangkal serangan kuman ke dalam saluran pencernaan. Dimana umumnya mikroorganisme tidak tahan asam.
Untuk melindungi dirinya sendiri, lapisan mukosa lambung dilapisi dengan lapisan seperti jel, hal ini bertujuan supaya asam lambung yang dihasilkan tidak melukai permukaan mukosa lambung.
Peneliti menjelaskan bahwa hingga sekarang belum ditemukan bukti ilmiah yang cukup kuat tentang hubungan stres dan peningkatan asam lambung. Yang ada malah sebaliknya, ketika seseorang mengalami stress maka asam lambung yang dihasilkan cenderung menurun.
Namun ketika stress, tubuh seseorang akan lebih sensitif, menyebabkan asam lambung yang diproduksi dalam jumlah normal, namun tubuh meresponnya secara berlebihan sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman pada lambung.
Teori lainnya menjelaskan ketika seseorang sedang stress, maka lapisan pelindung mukosa lambung akan lebih rentan (lemah), sehingga asam lambung akan berpotensi besar untuk mengiritasi lapisan lambung, sehingga menimbulkan rasa nyeri. (tanya-jawab tahun 2015)
4. Menurunnya Daya Ingat
Berpikir terlalu keras hingga menyebabkan stres, jika terlalu sering terjadi bisa berdampak buruk pada kemampuan memori otak.
Ilustrasi Memori Otak | Photo credit: Flickr.com
Pada tulisan berjudul Hati-Hati, Stres Kronis Bisa Turunkan Daya Ingat -- Merdeka.com menyebutkan sebuah penelitian tahun 2010 yang menemukan bahwa kondisi stres (karena banyak pikiran, dll) dapat menurunkan daya ingat seseorang.
Bagian ingatan yang terserang adalah ingatan spasial yang berfungsi dalam membantu Anda mengingat lokasi dan mengaitkannya dengan obyek tertentu. Contohnya yaitu lupa dalam menaruh kunci mobil, ini sering terjadi ketika Anda banyak pikiran dan stres.
Peneliti dari University of Lowa menemukan adanya hubungan hormon stres kortisol dengan penurunan kemampuan memori jangka pendek.
Penelitian tersebut dipublikasikan di Journal of Neuroscience, menjelaskan bahwa hormon kortisol dapat mengurangi sinapsis, dampaknya akan menimbulkan gangguan pada memori otak.
Dengan begitu, banyak pikiran yang hingga memicu stres, dapat menyebabkan penurunan kemampuan daya ingat, setidaknya dalam jangka pendek.
5. Sesak Nafas
Stres karena terlalu banyak berpikir bisa menyebabkan peningkatan tekanan di bagian sekitar wajah dan kepala. Hal ini bisa memicu timbulnya sesak nafas.
Photo credit: Meduniver.com
Pada laman tanya-jawab berjudul Sesak pada Dada Saat Banyak Pikiran -- Alodokter.com, dr. Tessi Ananditya menjelaskan bahwa stres merupakan sinyal dari kondisi tubuh yang merasakan adanya bahaya.
Ketika seseorang merasa terancam, maka reaksi kimia di tubuh menyebabkan dirinya berbuat sedemikian rupa untuk menghindari bahaya.
Pada kondisi stres (karena pikiran berat, dsb) maka jantung akan berdebar lebih kencang, otot lebih mengeras, napas lebih cepat, dan tekanan darah meningkat.
Gejala stres bisa bermacam-macam, salah satunya mungkin menimbulkan rasa sesak di dada. Pada dasarnya ini bukanlah sebuah penyakit, namun hanya reaksi tubuh terhadap kondisi pikiran yang tertekan.
6. Jerawat pada Kulit Wajah
Pada artikel berjudul Banyak Pikiran dan Stres Bikin Kulit Gampang Jerawatan -- Vemale.com, menyebutkan bahwa Anda perlu waspada jika terlalu sering mengalami banyak pikiran ataupun pikiran yang sumpek, karena bisa menggerogoti kesehatan, bahkan juga berdampak buruk pada kulit Anda.
Jika seseorang memiliki wajah mulus, tapi secara tiba-tiba timbul jerawat tanpa penyebab yang jelas. Mungkin penyebabnya adalah stres atau banyak pikiran (jika beberapa hari sebelumnya Anda banyak masalah atau pikiran).
Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Psychosomatic Medicine menemukan bahwa 41 persen responden yang stres mengalami peningkatan jumlah protein dalam darah. Dampaknya kulit lebih rentan terkena masalah radang, yang akhirnya menimbulkan jerawat satu persatu.
Selain kulit berjerawat, dampak lainnya adalah kulit gatal, kulit cenderung kering, ataupun kulit mengalami kemerahan.
Maka sangat penting agar selalu menenangkan pikiran, jalani hidup dengan pikiran yang tenang.
7. Wajah Menjadi Kusut
Selain memicu timbulnya jerawat, terlalu banyak berpikir akan menguras stamina dan menimbulkan rasa lelah dan rasa ngantuk, hal ini berdampak pada wajah yang menjadi kurang fresh, bahkan kurang enak dilihat.
8. Darah Tinggi
Banyak pikiran hingga sres bisa memicu resiko penyakit darah tingggi. Hipertensi dipandang oleh umumnya orang sebagai indikasi meningkatnya ketegangan, rasa tertekan, kecemasan, stres emosional, ataupun rasa khawatir.
Photo credit: Shutterstock.com
Sebagian pihak menyebutkan bahwa pasien dengan hipertensi ditandai dengan meningkatnya perasaan cemas, adapun yang lain mengklaim bahwa perasaan marah dan tertekan lebih umum sebagai penyebab.
Banyak pikiran, rasa cemas ataupun stres terkait dengan peningkatan tekanan darah sementara, namun bukan tekanan darah tinggi kronis.
Rasa cemas menyebabkan peningkatan denyut jantung dan penurunan diameter pembuluh darah, kedua hal ini mengakibatkan peningkatan tekanan darah.
Dampak stres, cemas ataupun banyak pikiran terhadap tekanan darah masih dipertanyakan, walaupun memang hal itu sering disebut-sebut sebagai penyebab tekanan darah tinggi.
Melonjaknya tekanan darah tinggi secara tiba-tiba walaupun hanya berlangsung sebentar, memiliki bahaya yang hampir sama saja dengan masalah peningkatan tekanan darah kronis.
Hal itu karena peningkatan tekanan darah (baik yang sementara ataupun kronis) beresiko menyebabkan kerusakan pada organ jantung, pembuluh darah dan ginjal.
Hal ini bisa diperburuk dari kebiasaan orang yang sedang banyak pikiran dan stres mengonsumsi hal-hal berbahaya seperti rokok, minuman beralkohol, dsb.
18. Sulit Konsentrasi
Pikiran yang terlalu banyak bisa membuat Anda akan sulit untuk fokus atau konsentrasi pada satu hal. Disinilah Anda harus melatih diri dalam bekerja / memikirkan permasalahan secara satu per satu, jangan semuanya sekaligus alias �multitasking �.
Ilustrasi Susah Konsentrasi | Photo credit: Shutterstock.com/by Ollyy
Berpikir pada banyak hal sekaligus dalam satu waktu, pastinya akan membuat Anda sulit berkonsentrasi.
Selain itu, banyak pikiran akan cenderung menimbulkan perasaan cemas. Jiwa seseorang yang merasa cemas akan membuat dirinya kesulitan dalam berkonsentrasi.
Kondisi suasana hati yang gelisah juga membuat pikiran sulit fokus untuk satu hal.
Apabila Anda tidak bisa berkonsentrasi karena rasa terlalu khawatir ataupun gelisah, maka berhentilah melakukan pekerjaan Anda sementara, dan lakukan sesuatu yang menyenangkan untuk menghapus ketegangan di pikiran Anda.
19. Berbagai Dampak Banyak Pikiran Menurut Dr. Elly Ingkiriwang, SpKJ
Pada sebuah laman tanya-jawab Health.Detik.com Dr. Elly Ingkiriwang, SpKJ menjelaskan bahwa ketika seseorang memiliki masalah dan memikirkannya terus-menerus bisa menyebabkan pusing.
Jika sering pusing maka akan mempengaruhi kesehatan tubuh. Umumnya berupa sakit maag karena asam lambung jadi meningkat.
Selain itu bisa terjadi 'tension headache' yang membuat orang merasa tegang dan sakit kepala seperti diikat kepalanya.
Berbagai dampak dari banyak pikiran lainnya yaitu gangguan tidur, gangguan makan, sulit konsentrasi, dan semuanya tentu sangat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Dr. Elly Ingkiriwang, SpKJ adalah seorang Psikiater di Psychiatric Clinic, Royal Progress International Hospital, Danau Sunter Utara, Sunter Paradise I, Jakarta 14350. Serta Staf pengajar di Jurusan Kesehatan Mental Fakultas Kedokteran Ukrida Jakarta.
Cara Menghilangkan Kebiasaan Banyak Berpikir
Semua orang pastinya memiliki tugas dan beban hidupnya masing-masing. Berbagai tekanan yang ada seperti saat di kampus, kantor, pabrik, dan lainnya.
Sehingga sangat penting menjaga cara berpikir yang baik, karena kalau tidak Anda bisa mengalami overthinking, sehingga berdampak buruk bagi kehidupan dan kesehatan Anda sendiri.
Berikut cara agar tidak berpikir berlebihan:
1. Ambil Napas Dalam-Dalam
Mengambil napas dalam-dalam bisa memberikan efek relaksasi pada jiwa dan pikiran. Hal ini dapat membantu Anda untuk membebaskan diri pikiran-pikiran yang kusut.
Photo credit: Istockphoto.com by gehringj
Dengan mengambil napas dalam ini, bisa mengendurkan otot syaraf otak, yang membuat Anda bisa berpikir lebih jernih setelahnya.
Selain itu, dengan melakukan teknik pernapasan ini akan menghentikan Anda dari terlalu banyak berpikir, apalagi jika yang dipikirkan adalah hal-hal yang kurang penting.
Relaksasi menjadi kunci saat seseorang berada dalam situasi sulit. Biarkan tubuh dan otak Anda merasa lebih baik dengannya.
2. Jangan Terpaku pada Masa Lalu dan Masa Depan
Sebuah kesalahan jika sesorang terlalu banyak memikirkan hal-hal yang telah berlalu, atau terlalu banyak memikirkan masa depan. Padahal dirinya sedang berada di masa �sekarang�.
Photo credit: Pixabay.com
Memikirkan masa lalu, maka itu sudah berlalu sehingga tidak perlu sering dipikirkan. Yang terpenting adalah memikirkan tentang masa Anda sekarang ini.
Pikirkan hal-hal yang penting saja. Dengan memilih untuk memikirkan hal-hal yang penting saja, maka bisa membantu Anda untuk terbebas dari belenggu �banyak pikiran�.
3. Tulis Penyebab Anda Banyak Pikiran!
Renungkan sudah berapa lama Anda terlalu banyak berpkir? Nah, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mencari akar masalah.
Ketahui apa saja yang membuat Anda menghabiskan waktu dengan banyak berpikir? Jika Anda menemukannya maka tuliskan di buku tulis.
Dengan menulis berbagai hal yang menjadi permasalahan Anda saat ini, maka hal ini berguna untuk memudahkan Anda dalam mengatasinya, karena terorganisasi dengan baik.
4. Jauhi Orang-Orang Berjiwa Negatif
Kebiasaan berteman dengan orang-orang yang berpikiran dan berjiwa negatif, akan berdampak buruk bagi diri Anda sendiri.
Hati-hati terhadap teman atau orang-orang yang suka memberikan ide-ide negatif, apalagi Anda larut dalam segala sesuatu yang mereka bicarakan. Hal ini berdampak pada masuknya pikiran yang tidak-tidak pada diri Anda.
Sebagai saran, carilah teman-teman dekat yang berjiwa optimis, dan sering mengeluarkan kata-kata yang positif, hal ini sangat membantu Anda untuk menghilangkan pikiran yang tidak perlu dan negatif.
5. Lakukan Olahraga
Ketika Anda banyak pikiran dan tiba-tiba galau, Anda perlu berolahraga untuk bisa menurunkan tingkat stres.
Photo credit: Pixabay.com
Pada penelitian yang melibatkan 33.000 orang dewasa, hasil penelitian menemukan bahwa 12 persen kasus stres atau depresi bisa dicegah dengan melakukan olahraga.
Sebaliknya, mereka yang malas untuk melakukan olahraga mengalami risiko terkena stres dan depresi yang lebih tinggi.
Anda bisa melakukan olahraga setiap hari selama 20-60 menit. Hal ini sudah cukup bagus untuk meredam rasa gelisah dan stres akibat banyak pikiran.
Olahraga yang dilakukan juga tidak mesti yang berat-berat, Anda bisa hanya dengan sekedar berjalan kaki, jogging, berenang, ataupun bersepeda.
Atau Anda bisa mencoba olahraga yang lebih ekstrem yaitu mendaki gunung. Berada di alam terbuka dan menyaksikan keindahan dan ketenangan disekitar Anda akan bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan pikiran Anda.
6. Mintalah Saran
Jika energi Anda telah terkuras untuk berpikir, tapi orang lain bisa saja memberikan sudut pandang yang berbeda. Anda bisa mengamatinya dengan jelas.
Hal ini bisa Anda lakukan untuk membantu melepas pikiran yang mengganggu. Masukan yang baik dari teman-teman Anda bisa membuat Anda akan merasa lebih baik, setidaknya meringankan masalah Anda.
Selain itu, Anda tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu dan tenaga untuk berpikir. Lagipula, berkumpul bersama teman-teman tidak melulu berpikir, kan?
7. Buat Daftar Praktis
Buatlah daftar praktis tentang hal-hal yang menggelayuti benak Anda. Anda bisa menulisnya di sehelai kertas atau di PC Anda.
Photo credit: Flickr.com
Jabarkan masalahnya terlebih dahulu, lalu tuliskan opsi-opsi yang bisa diambil. Lalu tuliskan pro dan kontra untuk tiap opsi.
Memindahkan pikiran Anda ke tulisan berguna untuk mencegah Anda berputar-putar memikirkannya.
Setelah Anda tidak bisa menuliskan apa pun lagi, maka berarti pikiran Anda telah menunaikan tugasnya, maka saatnya untuk berhenti memikirkannya karena Anda telah membuat polanya.
Sebagai saran, miliki kebiasaan untuk menulis di buku harian tentang hal-hal yang mengganggu Anda. Ini lebih baik daripada terus-menerus membiarkan otak Anda memikirkannya.
8. Miliki Daftar Tugas
Buat daftar tugas yang perlu Anda kerjakan pada hari ini (kecuali melamun), sehingga daftar tersebut merupakan prioritas bagi diri Anda.
Dengan adanya daftar ini akan membuat Anda sadar bahwa terdapat hal-hal lain yang lebih penting daripada berpikir yang tidak jelas.
9. Baca Buku
Daripada berpikir hal yang kurang bermanfaat, mendingan Anda membaca buku-buku yang bermanfaat bagi diri Anda. Temukan bidang bacaan yang Anda sukai.
Photo credit: Pexels.com
Membaca buku akan menambah pengetahuan dan wawasan Anda. Anda bisa membaca buku yang dapat meningkatkan skill berbisnis Anda, dan berbagai buku penting lainnya.
10. Minum Air Putih
Minum air putih sangat bagus untuk kesehatan tubuh. Bahaya dehidrasi salah satunya adalah menjadikan mood (suasana hati) menjadi buruk, apalagi ketika banyak pikiran yang memicu stres pikiran.
Minum banyak air putih akan membuat pikiran tenang dan lebih fresh. Selalu bawa bekal air putih saat pikiran panas, meminum-nya akan membuat pikiran lebih adem.
11. Tersenyum
Terbiasa tersenyum dapat membuat jiwa Anda lebih tenang. Tersenyum akan berdampak baik bagi pikiran dan perasaan Anda.
Photo credit: Pxhere.com
Tersenyum juga akan membuat hati Anda lebih bahagia, hal ini penting untuk melepaskan Anda dari banyak pikiran yang membelenggu.
12. Minum Teh
Untuk menenangkan pikiran maka minumlah teh hangat. Ketika banyak pikiran, maka Anda perlu untuk menemukan minuman yang menenangkan tapi menyehatkan.
Photo credit: Freegreatpicture.com
Saat pikiran kacau, luangkan waktu Anda sejenak untuk minum teh hangat, hentikan diri Anda dari berpikir hal yang benar-berat.
13. Gunakan Aromaterapi
Jika pikiran sedang kusut maka gunakan aromaterapi. Penggunaan aromaterapi menjadikan tubuh dan pikiran jauh lebih rileks.
Photo credit: Pixabay.com
Ada banyak orang yang stres pikiran hingga susah tidur, dengan menggunakan aromaterapi mampu membuatnya tidur cukup nyenyak.
Minyak lavender menjadi salah satu aromaterapi yang paling umum dan populer digunakan, membantu untuk meredakan pikiran stres. Sakit kepala juga dapat hilang dengan bantuan aromaterapi.
14. Lihat Pemandangan Alam yang Indah
Ketika Anda banyak pikiran dan susah untuk menghilangkannya, maka pergi ke tempat yang memiliki pemandangan alam yang indah bisa menjadi solusi brilian.
Photo credit: Wikimedia.org
Melihat pemandangan alam memiliki sensasi menyenangkan tersendiri, pikiran dan jiwa Anda akan lebih rileks, ditambah lagi dengan udara yang masih bersih.
Setelah melihat pemandangan alam dapat membuat Anda lebih tenang dalam berpikir.
Namun, jika terlalu banyak pikiran justru akan berdampak buruk bagi kesehatan dan psikologi jiwa.
Ilustrasi Banyak Pikiran | Photo credit: Pxhere.com
Berpikir secara berlebihan tidaklah baik. Saat banyak berikir, kita sering bertanya-tanya pada diri sendiri tentang hal yang harus dilakukan. Apabila tidak menemukan jawabannya, maka kita akan terus-menerus memikirkannya.
Salah satu penyebab banyak pikiran adalah rasa khawatir yang berlebihan pada diri seseorang. Khawatir boleh, namun jika rasa khawatir berlebihan dapat menyebabkan stres dan banyak pikiran.
Akibat Terlalu Banyak Pikiran
1. Sakit Kepala
Terlalu lama atau banyak berpikir bisa memicu sakit kepala. Berpikir keras dapat menyebabkan kelelahan fisik maupun mental, yang kemudian memunculkan rasa sakit kepala.
Photo credit: Pixabay.com
Pada artikel berjudul Gangguan Psikosomatis, Ketika Pikiran Menyebabkan Penyakit Fisik -- Alodokter.com menyebutkan bahwa kondisi pikiran tertentu dapat memengaruhi tubuh, hingga bisa memunculkan penyakit ataupun memperparah kondisi penyakit yang sedang dialami.
Kondisi fisik dapat memburuk akibat faktor mental, seperti banyak pikiran, rasa cemas dan stres.
Bagaimana Pikiran Memengaruhi Penyakit?
Perlu diketahui, pikiran bisa mengakibatkan munculnya gejala fisik. Misalnya saat seseorang merasa cemas atau takut, maka dapat bisa menimbulkan gejala berupa peningkatan denyut jantung, rasa mual, palpitasi (jantung berdebar-debar), berkeringat, gemetaran, sakit kepala, sakit perut, sakit dada, dan beberapa lainnya.
Akibat banyak pikiran (atau semacamnya) menyebabkan peningkatan aktivitas impuls saraf dari otak ke berbagai bagian tubuh. Selain itu, terjadi pelepasan adrenalin ke dalam aliran darah yang berpotensi menimbul gejala fisik seperti sakit kepala dan lainnya.
Hanya saja, sampai masa ini ilmuwan belum mengetahui secara jelas tentang bagaimana persisnya pikiran bisa menyebabkan gejala fisik.
Dugaan sementara adalah akibat impuls saraf yang arahnya menuju ke berbagai bagian tubuh, atau otak yang diduga bisa memengaruhi sel-sel tertentu dari sistem kekebalan tubuh. Namun, lagi-lagi teori ini masih belum dapat dipahami secara sempurna tentang kebenarannya.
Intinya, kondisi mental (seperti banyak pikiran) bisa mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Bahkan fakta dan realitanya menunjukan bahwa orang-orang yang berpikir terlalu berat umumnya akan mengalami sakit kepala.
2. Susah Tidur
Banyak pikiran yang terus berlanjut hingga malam hari, bisa menyebabkan Anda akan kesulitan untuk tidur. Kondisi jiwa yang tidak tenang menyebabkan Anda tidak nyaman saat merebahkan badan.
Ilustrasi Susah Tidur | Photo credit: Jbsa.mil
Ada banyak penyebab susah tidur, stres dan banyak pikiran menjadi alasan yang paling umum disebutkan. Ingat, gangguan tidur yang terlalu sering akan menyebabkan bahaya besar bagi kesehatan.
Anda harus melepaskan rasa khawatir dan pikiran-pikiran yang membelenggu saat memasuki waktu tidur. Jika ingin merencanakan sesuatu atau memecakan suatu masalah, maka lakukan-lah pada pagi hari setelah tidur.
Jangan membuat pikiran terlalu aktif saat mendekati waktu tidur, justru yang harus Anda lakukan adalah membuat rileks tubuh dan pikiran.
Agar Anda rileks saat tidur, maka 60 menit sebelum tidur hindari penggunaan komputer, laptop, TV ataupun gadget. Cahaya yang ditangkap oleh mata menyebabkan Anda sulit tidur.
loading...
3. Lambung Terasa Sakit (Maag)
Banyak pikiran umumnya akan memicu stres. Ketika stres sering melanda menyebabkan produksi asam lambung meningkat. Ketika seseorang banyak pikiran atau stres ditambah dalam kondisi lapar, akan menyebabkan gangguan pada lambung.
Ilustrasi Sakit Maag | Photo credit: Freegreatpicture.com
Pada laman tanya-jawab Alodokter berjudul Apa Hubungan Stres dengan Asam Lambung?, seorang bernama Syifa Adza bertanya tentang hubungan stres dan asam lambung.
dr. Tri Permatadewi menjawab, seperti diketahui lambung memiliki asam lambung untuk mencerna makanan di dalam tubuh, sehingga setelahnya makanan lebih mudah dicerna di usus.
Fungsi lainnya dari asam lambung yaitu menangkal serangan kuman ke dalam saluran pencernaan. Dimana umumnya mikroorganisme tidak tahan asam.
Untuk melindungi dirinya sendiri, lapisan mukosa lambung dilapisi dengan lapisan seperti jel, hal ini bertujuan supaya asam lambung yang dihasilkan tidak melukai permukaan mukosa lambung.
Peneliti menjelaskan bahwa hingga sekarang belum ditemukan bukti ilmiah yang cukup kuat tentang hubungan stres dan peningkatan asam lambung. Yang ada malah sebaliknya, ketika seseorang mengalami stress maka asam lambung yang dihasilkan cenderung menurun.
Namun ketika stress, tubuh seseorang akan lebih sensitif, menyebabkan asam lambung yang diproduksi dalam jumlah normal, namun tubuh meresponnya secara berlebihan sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman pada lambung.
Teori lainnya menjelaskan ketika seseorang sedang stress, maka lapisan pelindung mukosa lambung akan lebih rentan (lemah), sehingga asam lambung akan berpotensi besar untuk mengiritasi lapisan lambung, sehingga menimbulkan rasa nyeri. (tanya-jawab tahun 2015)
Berpikir terlalu keras hingga menyebabkan stres, jika terlalu sering terjadi bisa berdampak buruk pada kemampuan memori otak.
Ilustrasi Memori Otak | Photo credit: Flickr.com
Pada tulisan berjudul Hati-Hati, Stres Kronis Bisa Turunkan Daya Ingat -- Merdeka.com menyebutkan sebuah penelitian tahun 2010 yang menemukan bahwa kondisi stres (karena banyak pikiran, dll) dapat menurunkan daya ingat seseorang.
Bagian ingatan yang terserang adalah ingatan spasial yang berfungsi dalam membantu Anda mengingat lokasi dan mengaitkannya dengan obyek tertentu. Contohnya yaitu lupa dalam menaruh kunci mobil, ini sering terjadi ketika Anda banyak pikiran dan stres.
Peneliti dari University of Lowa menemukan adanya hubungan hormon stres kortisol dengan penurunan kemampuan memori jangka pendek.
Penelitian tersebut dipublikasikan di Journal of Neuroscience, menjelaskan bahwa hormon kortisol dapat mengurangi sinapsis, dampaknya akan menimbulkan gangguan pada memori otak.
Dengan begitu, banyak pikiran yang hingga memicu stres, dapat menyebabkan penurunan kemampuan daya ingat, setidaknya dalam jangka pendek.
5. Sesak Nafas
Stres karena terlalu banyak berpikir bisa menyebabkan peningkatan tekanan di bagian sekitar wajah dan kepala. Hal ini bisa memicu timbulnya sesak nafas.
Photo credit: Meduniver.com
Pada laman tanya-jawab berjudul Sesak pada Dada Saat Banyak Pikiran -- Alodokter.com, dr. Tessi Ananditya menjelaskan bahwa stres merupakan sinyal dari kondisi tubuh yang merasakan adanya bahaya.
Ketika seseorang merasa terancam, maka reaksi kimia di tubuh menyebabkan dirinya berbuat sedemikian rupa untuk menghindari bahaya.
Pada kondisi stres (karena pikiran berat, dsb) maka jantung akan berdebar lebih kencang, otot lebih mengeras, napas lebih cepat, dan tekanan darah meningkat.
Gejala stres bisa bermacam-macam, salah satunya mungkin menimbulkan rasa sesak di dada. Pada dasarnya ini bukanlah sebuah penyakit, namun hanya reaksi tubuh terhadap kondisi pikiran yang tertekan.
loading...
6. Jerawat pada Kulit Wajah
Pada artikel berjudul Banyak Pikiran dan Stres Bikin Kulit Gampang Jerawatan -- Vemale.com, menyebutkan bahwa Anda perlu waspada jika terlalu sering mengalami banyak pikiran ataupun pikiran yang sumpek, karena bisa menggerogoti kesehatan, bahkan juga berdampak buruk pada kulit Anda.
Jika seseorang memiliki wajah mulus, tapi secara tiba-tiba timbul jerawat tanpa penyebab yang jelas. Mungkin penyebabnya adalah stres atau banyak pikiran (jika beberapa hari sebelumnya Anda banyak masalah atau pikiran).
Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Psychosomatic Medicine menemukan bahwa 41 persen responden yang stres mengalami peningkatan jumlah protein dalam darah. Dampaknya kulit lebih rentan terkena masalah radang, yang akhirnya menimbulkan jerawat satu persatu.
Selain kulit berjerawat, dampak lainnya adalah kulit gatal, kulit cenderung kering, ataupun kulit mengalami kemerahan.
Maka sangat penting agar selalu menenangkan pikiran, jalani hidup dengan pikiran yang tenang.
7. Wajah Menjadi Kusut
Selain memicu timbulnya jerawat, terlalu banyak berpikir akan menguras stamina dan menimbulkan rasa lelah dan rasa ngantuk, hal ini berdampak pada wajah yang menjadi kurang fresh, bahkan kurang enak dilihat.
Banyak pikiran hingga sres bisa memicu resiko penyakit darah tingggi. Hipertensi dipandang oleh umumnya orang sebagai indikasi meningkatnya ketegangan, rasa tertekan, kecemasan, stres emosional, ataupun rasa khawatir.
Photo credit: Shutterstock.com
Sebagian pihak menyebutkan bahwa pasien dengan hipertensi ditandai dengan meningkatnya perasaan cemas, adapun yang lain mengklaim bahwa perasaan marah dan tertekan lebih umum sebagai penyebab.
Banyak pikiran, rasa cemas ataupun stres terkait dengan peningkatan tekanan darah sementara, namun bukan tekanan darah tinggi kronis.
Rasa cemas menyebabkan peningkatan denyut jantung dan penurunan diameter pembuluh darah, kedua hal ini mengakibatkan peningkatan tekanan darah.
Dampak stres, cemas ataupun banyak pikiran terhadap tekanan darah masih dipertanyakan, walaupun memang hal itu sering disebut-sebut sebagai penyebab tekanan darah tinggi.
Melonjaknya tekanan darah tinggi secara tiba-tiba walaupun hanya berlangsung sebentar, memiliki bahaya yang hampir sama saja dengan masalah peningkatan tekanan darah kronis.
Hal itu karena peningkatan tekanan darah (baik yang sementara ataupun kronis) beresiko menyebabkan kerusakan pada organ jantung, pembuluh darah dan ginjal.
Hal ini bisa diperburuk dari kebiasaan orang yang sedang banyak pikiran dan stres mengonsumsi hal-hal berbahaya seperti rokok, minuman beralkohol, dsb.
loading...
9. Badan Menjadi Kurus
Terlalu banyak pikiran bisa menyebabkan tubuh menjadi kurus. Faktanya bahwa banyak pikiran menyebabkan seseorang kehilangan sebagian besar nafsu makannya.
Gambar: Ilustrasi Seorang Lelaki Bertubuh Kurus
Selain itu, karena sangat banyak energi yang digunakan untuk berpikir, dampaknya nutrisi yang seharusnya digunakan untuk membangun tubuh secara umum dialihkan ke otak, sehingga tubuh akan cenderung kurus.
Banyak dari para programmer, penulis, dan profesi lainnya yang menuntut banyak berpikir, umumnya memiliki tubuh yang kurus.
Otak dipaksa untuk berpikir keras sehingga mengakibatkan energi tubuh banyak terkuras.
10. Depresi
Bahaya besar dari terlalu banyak berpikir adalah depresi. Selalu memikirkan hal-hal yang sangat berat bisa menimbulkan gangguan mental dan suasana hati yang sering berubah.
Dampak depresi tidak hanya mempengaruhi kondisi mental, namun juga bisa berbahaya untuk kesehatan tubuh secara umum. Ditambah lagi banyak pikiran akan membuat tubuh menjadi sangat lelah.
11. Gangguan Libido
Banyak pikiran hingga memicu stres kronis, ternyata dapat mempengaruhi produksi estrogen yang berfungsi menjaga kestabilan organ reproduksi.
Produksi estrogen harus berjalan dengan baik, karena ketika produksi estrogen terganggu, menyebabkan libido terkena imbasnya, sehingga mengakibatkan seseorang tidak mempunyai gairah hubungan intim.
12. Sembelit
Akibat ketidakseimbangan hormon karena banyak pikiran, bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan BAB (susah buang air besar).
Apabila Anda mengalami masalah ini, maka cukupi konsumsi cairan sesuai kebutuhan, pastikan Anda mengonsumsi serat, jika kondisinya buruk maka konsumsi obat pelancar buang air besar.
Terlalu banyak pikiran bisa menyebabkan tubuh menjadi kurus. Faktanya bahwa banyak pikiran menyebabkan seseorang kehilangan sebagian besar nafsu makannya.
Gambar: Ilustrasi Seorang Lelaki Bertubuh Kurus
Selain itu, karena sangat banyak energi yang digunakan untuk berpikir, dampaknya nutrisi yang seharusnya digunakan untuk membangun tubuh secara umum dialihkan ke otak, sehingga tubuh akan cenderung kurus.
Banyak dari para programmer, penulis, dan profesi lainnya yang menuntut banyak berpikir, umumnya memiliki tubuh yang kurus.
Otak dipaksa untuk berpikir keras sehingga mengakibatkan energi tubuh banyak terkuras.
Bahaya besar dari terlalu banyak berpikir adalah depresi. Selalu memikirkan hal-hal yang sangat berat bisa menimbulkan gangguan mental dan suasana hati yang sering berubah.
Dampak depresi tidak hanya mempengaruhi kondisi mental, namun juga bisa berbahaya untuk kesehatan tubuh secara umum. Ditambah lagi banyak pikiran akan membuat tubuh menjadi sangat lelah.
11. Gangguan Libido
Banyak pikiran hingga memicu stres kronis, ternyata dapat mempengaruhi produksi estrogen yang berfungsi menjaga kestabilan organ reproduksi.
Produksi estrogen harus berjalan dengan baik, karena ketika produksi estrogen terganggu, menyebabkan libido terkena imbasnya, sehingga mengakibatkan seseorang tidak mempunyai gairah hubungan intim.
12. Sembelit
Akibat ketidakseimbangan hormon karena banyak pikiran, bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan BAB (susah buang air besar).
Apabila Anda mengalami masalah ini, maka cukupi konsumsi cairan sesuai kebutuhan, pastikan Anda mengonsumsi serat, jika kondisinya buruk maka konsumsi obat pelancar buang air besar.
loading...
13. Rambut rontok
Laman Lifestyle.Kompas.com menyebutkan bahwa stres (karena banyak pikiran, dsb) dengan rambut rontok mempunyai hubungan sebab-akibat. Banyak pihak yang beranggapan bahwa stres bisa memicu rambut rontok.
Photo credit: Shutterstock / by:szefei
Daniel K. Hall-Flavin, M.D, psikiater dari Mayo Clinic menjelaskan bahwa ada keterkaitan antara kondisi stres dan rambut rontok.
Alopecia areata merupakan kondisi rambut rontok yang biasanya terjadi pada area yang berbatasan tegas, seperti kulit kepala. Salah satu penyebab alopesia areata adalah stres yang berkepanjangan.
Mereka yang mengalami alopecia areata, sel darah putih di dalam tubuh menyerang bagian folikel rambut, menghambat pertumbuhan rambut, hal ini akhirnya menyebabkan rambut rontok.
Masalah rambut rontok karena stres atau banyak pikiran, pada dasarnya tidak bersifat permanen. Apabila Anda dapat menjaga dan mengendalikan pikiran Anda agar selalu tenang, maka besar kemungkinan rambut bisa tumbuh kembali.
14. Menurunkan Kebahagiaan
Termasuk salah satu yang membuat banyaknya pikiran di kepala adalah kebiasaan menghayal. Kegiatan menghayal dalam waktu lama perlu dihindari.
Photo credit: Pexels.com
Pada tulisan berjudul Bahaya Sering Berkhayal -- Tribunnews.com menyebutkan sebuah penelitian yang menemukan bahwa orang-orang yang sering melamun (berkhayal) akan cenderung kurang bahagia dibandingkan dengan orang-orang yang fokus dengan realitas kehidupannya.
Melamun dapat terjadi kapanpun, serta dimana saja seperti tempat kerja, stasiun kereta, kamar mandi, bus, dll.
Sayangnya jika isi pikiran diisi dengan hal-hal berupa �dunia khayalan�, maka peneliti sudah menjelaskan bahwa hal tersebut hendaknya diminimalisir
Peneliti kebahagiaan Dr Matt Killingsworth dari Harvard University mendesain sebuah program (aplikasi ponsel) untuk digunakan oleh para responden selama dalam jangka waktu yang ditentukan, tujuannya untuk mengetahui hal-hal yang menjadi dampak jangka panjang dari berkhayal.
Adapun program aplikasi yang dibuat tersebut berisi pertanyaan harian, diantaranya apa saja yang Anda lakukan? Bagaimana perasaan Anda? Apakah Anda memikirkan hal lain dari apa yang sedang Anda lakukan?
Program ini diberikan kepada ribuan responden, hasilnya disimpulkan bahwa berkhayal tentang hal-hal yang netral atau negatif menyebabkan seseorang merasa kurang bahagia, dan dapat merusak mood seseorang.
Adapun berkhayal tentang hal yang indah-indah ternyata tidak dapat meningkatkan suasana hati sedikit pun.
Killingsworth mengatakan, "Imajinasi kita tidak akan pernah bisa menyamakan kebahagiaan dari sesuatu yang nyata.�
Kesimpulanya, melamun ataupun berkhayal pada dasarnya tidak berbahaya, dimana terdapat 96% dari seluruh orang dewasa yang melakukannya secara teratur.
Akan tetapi, jika terlalu lama berkhayal akan menyebabkan Anda kurang menikmati �saat ini�.
Melamun hingga 30 menit akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini telah dikategorikan sebagai gangguan kesehatan mental karena merugikan dan sifatnya yang adiktif.
15. Resiko Ketergantungan pada Obat Penenang
Tidak jarang mereka yang mengalami overthink (banyak pikiran) akan mengalami masalah insomia (gangguan tidur), yang kemudian �tergoda� untuk mengonsumsi obat penenang.
Photo credit: Pixabay.com
Orang-orang yang mengalami gangguan pikiran dan susah tidur, seringkali mengatasinya dengan cara menggunakan obat-obat tertentu untuk menenangkan dirinya, yang diharapkannya bisa memberikan hasil instan.
Sering menggunakan obat penenang dan obat semacamnya bukanlah hal yang dianjurkan. Walaupun memang bisa memberikan rasa kantuk bagi penderita insomnia, namun penggunaannya dalam jangka panjang dapat membahayakan kesehatan.
16. Meningkatkan Resiko Serangan Jantung
Terlalu banyak pikiran bisa membahayakan kesehatan jantung, bahkan terdapat beberapa kasus kematian yang disebabkan karena banyak pikiran berat.
Photo credit: Army.mil
Tidak mampunya mengelola manajemen pikiran bisa berdampak sangat buruk. Oleh karena itu, selalu kondisikan diri dan jiwa Anda agar selalu stabil.
Atur dengan baik semua kegiatan, seperti pekerjaan kantor, tugas, problematika keluarga, ekonomi hingga percintaan.
17. Menurunnya Imunitas Tubuh
Berpikir boleh-boleh saja, tapi tetap harus dalam porsi yang wajar. Berpikir merupakan fungsi luar biasa yang diberikan oleh Allah pada manusia.
Photo credit: Flickr.com
Namun, fenomena di zaman sekarang yaitu manusia menggunakan pikiran jauh lebih banyak daripada otot tubuhnya. Dengan dua kaki dan dua tangan, sebenarnya tubuh manusia diciptakan untuk lebih banyak bergerak daripada diam.
Adanya alat supercanggih menyebabkan otak lebih diprioritaskan (secara berlebihan) daripada gerak badan. Hal ini menyebabkan berbagai masalah mulai menghampiri tubuh manusia.
Otak, dalam keilmuan kesehatan holistik, merupakan organ istimewa yang luar biasa, yang bisa memengaruhi semua bagian sistem organ secara langsung.
Kondisi pikiran sangat berpengaruh pada kesehatan. Apabila terlalu banyak menggunakan pikiran, maka stres pun bisa muncul.
Banyak pikiran bisa memengaruhi kinerja limpa-lambung. Mungkin saja ketika Anda memikirkan sesuatu hal yang berat dan berkepanjangan maka setelah itu Anda merasa kurang nafsu makan.
Apabila limpa lambung lemah, maka transformasi makanan terganggu. Makanan diubah menjadi sari halus makanan lalu diangkut keatas oleh limpa.
Apabila fungsi limpa melemah maka peredaran energi di dalam tubuh terhambat. Hal inilah yang menyebabkan ketika seseorang banyak pikiran dan stres, akan merasa lemas tak berdaya.
Peredaran darah dan energi yang melambat di dalam tubuh, akhirnya juga berdampak buruk pada kemampuan immunitas tubuh yang menurun.
Dampak dari menurunnya sistem kekebalan tubuh menyebabkan tubuh akan lebih rentan untuk terkena penyakit.
Laman Lifestyle.Kompas.com menyebutkan bahwa stres (karena banyak pikiran, dsb) dengan rambut rontok mempunyai hubungan sebab-akibat. Banyak pihak yang beranggapan bahwa stres bisa memicu rambut rontok.
Photo credit: Shutterstock / by:szefei
Daniel K. Hall-Flavin, M.D, psikiater dari Mayo Clinic menjelaskan bahwa ada keterkaitan antara kondisi stres dan rambut rontok.
Alopecia areata merupakan kondisi rambut rontok yang biasanya terjadi pada area yang berbatasan tegas, seperti kulit kepala. Salah satu penyebab alopesia areata adalah stres yang berkepanjangan.
Mereka yang mengalami alopecia areata, sel darah putih di dalam tubuh menyerang bagian folikel rambut, menghambat pertumbuhan rambut, hal ini akhirnya menyebabkan rambut rontok.
Masalah rambut rontok karena stres atau banyak pikiran, pada dasarnya tidak bersifat permanen. Apabila Anda dapat menjaga dan mengendalikan pikiran Anda agar selalu tenang, maka besar kemungkinan rambut bisa tumbuh kembali.
14. Menurunkan Kebahagiaan
Termasuk salah satu yang membuat banyaknya pikiran di kepala adalah kebiasaan menghayal. Kegiatan menghayal dalam waktu lama perlu dihindari.
Photo credit: Pexels.com
Pada tulisan berjudul Bahaya Sering Berkhayal -- Tribunnews.com menyebutkan sebuah penelitian yang menemukan bahwa orang-orang yang sering melamun (berkhayal) akan cenderung kurang bahagia dibandingkan dengan orang-orang yang fokus dengan realitas kehidupannya.
Melamun dapat terjadi kapanpun, serta dimana saja seperti tempat kerja, stasiun kereta, kamar mandi, bus, dll.
Sayangnya jika isi pikiran diisi dengan hal-hal berupa �dunia khayalan�, maka peneliti sudah menjelaskan bahwa hal tersebut hendaknya diminimalisir
Peneliti kebahagiaan Dr Matt Killingsworth dari Harvard University mendesain sebuah program (aplikasi ponsel) untuk digunakan oleh para responden selama dalam jangka waktu yang ditentukan, tujuannya untuk mengetahui hal-hal yang menjadi dampak jangka panjang dari berkhayal.
Adapun program aplikasi yang dibuat tersebut berisi pertanyaan harian, diantaranya apa saja yang Anda lakukan? Bagaimana perasaan Anda? Apakah Anda memikirkan hal lain dari apa yang sedang Anda lakukan?
Program ini diberikan kepada ribuan responden, hasilnya disimpulkan bahwa berkhayal tentang hal-hal yang netral atau negatif menyebabkan seseorang merasa kurang bahagia, dan dapat merusak mood seseorang.
Adapun berkhayal tentang hal yang indah-indah ternyata tidak dapat meningkatkan suasana hati sedikit pun.
Killingsworth mengatakan, "Imajinasi kita tidak akan pernah bisa menyamakan kebahagiaan dari sesuatu yang nyata.�
Kesimpulanya, melamun ataupun berkhayal pada dasarnya tidak berbahaya, dimana terdapat 96% dari seluruh orang dewasa yang melakukannya secara teratur.
Akan tetapi, jika terlalu lama berkhayal akan menyebabkan Anda kurang menikmati �saat ini�.
Melamun hingga 30 menit akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini telah dikategorikan sebagai gangguan kesehatan mental karena merugikan dan sifatnya yang adiktif.
Tidak jarang mereka yang mengalami overthink (banyak pikiran) akan mengalami masalah insomia (gangguan tidur), yang kemudian �tergoda� untuk mengonsumsi obat penenang.
Photo credit: Pixabay.com
Orang-orang yang mengalami gangguan pikiran dan susah tidur, seringkali mengatasinya dengan cara menggunakan obat-obat tertentu untuk menenangkan dirinya, yang diharapkannya bisa memberikan hasil instan.
Sering menggunakan obat penenang dan obat semacamnya bukanlah hal yang dianjurkan. Walaupun memang bisa memberikan rasa kantuk bagi penderita insomnia, namun penggunaannya dalam jangka panjang dapat membahayakan kesehatan.
16. Meningkatkan Resiko Serangan Jantung
Terlalu banyak pikiran bisa membahayakan kesehatan jantung, bahkan terdapat beberapa kasus kematian yang disebabkan karena banyak pikiran berat.
Photo credit: Army.mil
Tidak mampunya mengelola manajemen pikiran bisa berdampak sangat buruk. Oleh karena itu, selalu kondisikan diri dan jiwa Anda agar selalu stabil.
Atur dengan baik semua kegiatan, seperti pekerjaan kantor, tugas, problematika keluarga, ekonomi hingga percintaan.
17. Menurunnya Imunitas Tubuh
Berpikir boleh-boleh saja, tapi tetap harus dalam porsi yang wajar. Berpikir merupakan fungsi luar biasa yang diberikan oleh Allah pada manusia.
Photo credit: Flickr.com
Namun, fenomena di zaman sekarang yaitu manusia menggunakan pikiran jauh lebih banyak daripada otot tubuhnya. Dengan dua kaki dan dua tangan, sebenarnya tubuh manusia diciptakan untuk lebih banyak bergerak daripada diam.
Adanya alat supercanggih menyebabkan otak lebih diprioritaskan (secara berlebihan) daripada gerak badan. Hal ini menyebabkan berbagai masalah mulai menghampiri tubuh manusia.
Otak, dalam keilmuan kesehatan holistik, merupakan organ istimewa yang luar biasa, yang bisa memengaruhi semua bagian sistem organ secara langsung.
Kondisi pikiran sangat berpengaruh pada kesehatan. Apabila terlalu banyak menggunakan pikiran, maka stres pun bisa muncul.
Banyak pikiran bisa memengaruhi kinerja limpa-lambung. Mungkin saja ketika Anda memikirkan sesuatu hal yang berat dan berkepanjangan maka setelah itu Anda merasa kurang nafsu makan.
Apabila limpa lambung lemah, maka transformasi makanan terganggu. Makanan diubah menjadi sari halus makanan lalu diangkut keatas oleh limpa.
Apabila fungsi limpa melemah maka peredaran energi di dalam tubuh terhambat. Hal inilah yang menyebabkan ketika seseorang banyak pikiran dan stres, akan merasa lemas tak berdaya.
Peredaran darah dan energi yang melambat di dalam tubuh, akhirnya juga berdampak buruk pada kemampuan immunitas tubuh yang menurun.
Dampak dari menurunnya sistem kekebalan tubuh menyebabkan tubuh akan lebih rentan untuk terkena penyakit.
18. Sulit Konsentrasi
Pikiran yang terlalu banyak bisa membuat Anda akan sulit untuk fokus atau konsentrasi pada satu hal. Disinilah Anda harus melatih diri dalam bekerja / memikirkan permasalahan secara satu per satu, jangan semuanya sekaligus alias �multitasking �.
Ilustrasi Susah Konsentrasi | Photo credit: Shutterstock.com/by Ollyy
Berpikir pada banyak hal sekaligus dalam satu waktu, pastinya akan membuat Anda sulit berkonsentrasi.
Selain itu, banyak pikiran akan cenderung menimbulkan perasaan cemas. Jiwa seseorang yang merasa cemas akan membuat dirinya kesulitan dalam berkonsentrasi.
Kondisi suasana hati yang gelisah juga membuat pikiran sulit fokus untuk satu hal.
Apabila Anda tidak bisa berkonsentrasi karena rasa terlalu khawatir ataupun gelisah, maka berhentilah melakukan pekerjaan Anda sementara, dan lakukan sesuatu yang menyenangkan untuk menghapus ketegangan di pikiran Anda.
19. Berbagai Dampak Banyak Pikiran Menurut Dr. Elly Ingkiriwang, SpKJ
Pada sebuah laman tanya-jawab Health.Detik.com Dr. Elly Ingkiriwang, SpKJ menjelaskan bahwa ketika seseorang memiliki masalah dan memikirkannya terus-menerus bisa menyebabkan pusing.
Jika sering pusing maka akan mempengaruhi kesehatan tubuh. Umumnya berupa sakit maag karena asam lambung jadi meningkat.
Selain itu bisa terjadi 'tension headache' yang membuat orang merasa tegang dan sakit kepala seperti diikat kepalanya.
Berbagai dampak dari banyak pikiran lainnya yaitu gangguan tidur, gangguan makan, sulit konsentrasi, dan semuanya tentu sangat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Dr. Elly Ingkiriwang, SpKJ adalah seorang Psikiater di Psychiatric Clinic, Royal Progress International Hospital, Danau Sunter Utara, Sunter Paradise I, Jakarta 14350. Serta Staf pengajar di Jurusan Kesehatan Mental Fakultas Kedokteran Ukrida Jakarta.
Cara Menghilangkan Kebiasaan Banyak Berpikir
Semua orang pastinya memiliki tugas dan beban hidupnya masing-masing. Berbagai tekanan yang ada seperti saat di kampus, kantor, pabrik, dan lainnya.
Sehingga sangat penting menjaga cara berpikir yang baik, karena kalau tidak Anda bisa mengalami overthinking, sehingga berdampak buruk bagi kehidupan dan kesehatan Anda sendiri.
Berikut cara agar tidak berpikir berlebihan:
1. Ambil Napas Dalam-Dalam
Mengambil napas dalam-dalam bisa memberikan efek relaksasi pada jiwa dan pikiran. Hal ini dapat membantu Anda untuk membebaskan diri pikiran-pikiran yang kusut.
Photo credit: Istockphoto.com by gehringj
Dengan mengambil napas dalam ini, bisa mengendurkan otot syaraf otak, yang membuat Anda bisa berpikir lebih jernih setelahnya.
Selain itu, dengan melakukan teknik pernapasan ini akan menghentikan Anda dari terlalu banyak berpikir, apalagi jika yang dipikirkan adalah hal-hal yang kurang penting.
Relaksasi menjadi kunci saat seseorang berada dalam situasi sulit. Biarkan tubuh dan otak Anda merasa lebih baik dengannya.
2. Jangan Terpaku pada Masa Lalu dan Masa Depan
Sebuah kesalahan jika sesorang terlalu banyak memikirkan hal-hal yang telah berlalu, atau terlalu banyak memikirkan masa depan. Padahal dirinya sedang berada di masa �sekarang�.
Photo credit: Pixabay.com
Memikirkan masa lalu, maka itu sudah berlalu sehingga tidak perlu sering dipikirkan. Yang terpenting adalah memikirkan tentang masa Anda sekarang ini.
Pikirkan hal-hal yang penting saja. Dengan memilih untuk memikirkan hal-hal yang penting saja, maka bisa membantu Anda untuk terbebas dari belenggu �banyak pikiran�.
3. Tulis Penyebab Anda Banyak Pikiran!
Renungkan sudah berapa lama Anda terlalu banyak berpkir? Nah, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mencari akar masalah.
Ketahui apa saja yang membuat Anda menghabiskan waktu dengan banyak berpikir? Jika Anda menemukannya maka tuliskan di buku tulis.
Dengan menulis berbagai hal yang menjadi permasalahan Anda saat ini, maka hal ini berguna untuk memudahkan Anda dalam mengatasinya, karena terorganisasi dengan baik.
Kebiasaan berteman dengan orang-orang yang berpikiran dan berjiwa negatif, akan berdampak buruk bagi diri Anda sendiri.
Hati-hati terhadap teman atau orang-orang yang suka memberikan ide-ide negatif, apalagi Anda larut dalam segala sesuatu yang mereka bicarakan. Hal ini berdampak pada masuknya pikiran yang tidak-tidak pada diri Anda.
Sebagai saran, carilah teman-teman dekat yang berjiwa optimis, dan sering mengeluarkan kata-kata yang positif, hal ini sangat membantu Anda untuk menghilangkan pikiran yang tidak perlu dan negatif.
5. Lakukan Olahraga
Ketika Anda banyak pikiran dan tiba-tiba galau, Anda perlu berolahraga untuk bisa menurunkan tingkat stres.
Photo credit: Pixabay.com
Pada penelitian yang melibatkan 33.000 orang dewasa, hasil penelitian menemukan bahwa 12 persen kasus stres atau depresi bisa dicegah dengan melakukan olahraga.
Sebaliknya, mereka yang malas untuk melakukan olahraga mengalami risiko terkena stres dan depresi yang lebih tinggi.
Anda bisa melakukan olahraga setiap hari selama 20-60 menit. Hal ini sudah cukup bagus untuk meredam rasa gelisah dan stres akibat banyak pikiran.
Olahraga yang dilakukan juga tidak mesti yang berat-berat, Anda bisa hanya dengan sekedar berjalan kaki, jogging, berenang, ataupun bersepeda.
Atau Anda bisa mencoba olahraga yang lebih ekstrem yaitu mendaki gunung. Berada di alam terbuka dan menyaksikan keindahan dan ketenangan disekitar Anda akan bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan pikiran Anda.
6. Mintalah Saran
Jika energi Anda telah terkuras untuk berpikir, tapi orang lain bisa saja memberikan sudut pandang yang berbeda. Anda bisa mengamatinya dengan jelas.
Hal ini bisa Anda lakukan untuk membantu melepas pikiran yang mengganggu. Masukan yang baik dari teman-teman Anda bisa membuat Anda akan merasa lebih baik, setidaknya meringankan masalah Anda.
Selain itu, Anda tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu dan tenaga untuk berpikir. Lagipula, berkumpul bersama teman-teman tidak melulu berpikir, kan?
7. Buat Daftar Praktis
Buatlah daftar praktis tentang hal-hal yang menggelayuti benak Anda. Anda bisa menulisnya di sehelai kertas atau di PC Anda.
Photo credit: Flickr.com
Jabarkan masalahnya terlebih dahulu, lalu tuliskan opsi-opsi yang bisa diambil. Lalu tuliskan pro dan kontra untuk tiap opsi.
Memindahkan pikiran Anda ke tulisan berguna untuk mencegah Anda berputar-putar memikirkannya.
Setelah Anda tidak bisa menuliskan apa pun lagi, maka berarti pikiran Anda telah menunaikan tugasnya, maka saatnya untuk berhenti memikirkannya karena Anda telah membuat polanya.
Sebagai saran, miliki kebiasaan untuk menulis di buku harian tentang hal-hal yang mengganggu Anda. Ini lebih baik daripada terus-menerus membiarkan otak Anda memikirkannya.
Buat daftar tugas yang perlu Anda kerjakan pada hari ini (kecuali melamun), sehingga daftar tersebut merupakan prioritas bagi diri Anda.
Dengan adanya daftar ini akan membuat Anda sadar bahwa terdapat hal-hal lain yang lebih penting daripada berpikir yang tidak jelas.
9. Baca Buku
Daripada berpikir hal yang kurang bermanfaat, mendingan Anda membaca buku-buku yang bermanfaat bagi diri Anda. Temukan bidang bacaan yang Anda sukai.
Photo credit: Pexels.com
Membaca buku akan menambah pengetahuan dan wawasan Anda. Anda bisa membaca buku yang dapat meningkatkan skill berbisnis Anda, dan berbagai buku penting lainnya.
10. Minum Air Putih
Minum air putih sangat bagus untuk kesehatan tubuh. Bahaya dehidrasi salah satunya adalah menjadikan mood (suasana hati) menjadi buruk, apalagi ketika banyak pikiran yang memicu stres pikiran.
Minum banyak air putih akan membuat pikiran tenang dan lebih fresh. Selalu bawa bekal air putih saat pikiran panas, meminum-nya akan membuat pikiran lebih adem.
11. Tersenyum
Terbiasa tersenyum dapat membuat jiwa Anda lebih tenang. Tersenyum akan berdampak baik bagi pikiran dan perasaan Anda.
Photo credit: Pxhere.com
Tersenyum juga akan membuat hati Anda lebih bahagia, hal ini penting untuk melepaskan Anda dari banyak pikiran yang membelenggu.
12. Minum Teh
Untuk menenangkan pikiran maka minumlah teh hangat. Ketika banyak pikiran, maka Anda perlu untuk menemukan minuman yang menenangkan tapi menyehatkan.
Photo credit: Freegreatpicture.com
Saat pikiran kacau, luangkan waktu Anda sejenak untuk minum teh hangat, hentikan diri Anda dari berpikir hal yang benar-berat.
13. Gunakan Aromaterapi
Jika pikiran sedang kusut maka gunakan aromaterapi. Penggunaan aromaterapi menjadikan tubuh dan pikiran jauh lebih rileks.
Photo credit: Pixabay.com
Ada banyak orang yang stres pikiran hingga susah tidur, dengan menggunakan aromaterapi mampu membuatnya tidur cukup nyenyak.
Minyak lavender menjadi salah satu aromaterapi yang paling umum dan populer digunakan, membantu untuk meredakan pikiran stres. Sakit kepala juga dapat hilang dengan bantuan aromaterapi.
Ketika Anda banyak pikiran dan susah untuk menghilangkannya, maka pergi ke tempat yang memiliki pemandangan alam yang indah bisa menjadi solusi brilian.
Photo credit: Wikimedia.org
Melihat pemandangan alam memiliki sensasi menyenangkan tersendiri, pikiran dan jiwa Anda akan lebih rileks, ditambah lagi dengan udara yang masih bersih.
Setelah melihat pemandangan alam dapat membuat Anda lebih tenang dalam berpikir.
18 Cara Jitu Agar Tidak Mudah Mengeluh - Rumah Cantik Lariska
Sifat suka mengeluh ini harus diusahakan agar menghilang dari dalam diri, karena keberadaannya yang membuat jiwa menjadi malas, lemah dan kerdil.
Orang yang suka mengeluh akan malas berusaha, sehingga kesuksesan akan susah didapatkan bagi orang yang tidak berusaha.
Semakin sering seseorang mengeluh maka dampaknya akan membuat energinya untuk berbuat semakin pudar, mengeluh akan mematikan idealisme dan motivasi dalam bekerja.
Mengeluh bisa menular pada orang lain sehingga bedampak buruk terhadap lingkungan, ketika seseorang mengeluh maka bisa memicu orang-orang di sektiarnya ikut mengeluh.
Oleh karena itu, mengeluh adalah hal yang harus segera dihidari agar tidak muncul di dalam jiwa.
Cara Agar Tidak Mengeluh
1. Tingkatkan Kebiasaan Sehari-hari Anda Menjadi Lebih Baik
5. Bersyukur
Rasa syukur ini adalah hal yang terpenting di dunia, yaitu bahagia dengan apa yang telah dikanuriakan Allah kepada dirinya. Oleh karena itu, saat timbul rasa mengeluh maka ingat-ingat atau tulis berbagai hal yang telah Anda miliki, yang membuat Anda nantinya bersyukur.
Bersyukur menjadi kunci yang utama agar Anda tidak lagi suka mengeluh. Kebiasaan mengeluh tidak akan bisa membuat kondisi menjadi lebih baik, justru akan menghabiskan energi serta memunculkan perasaan negatif yang membuat menderita.
Apabila Anda sering mengeluh karena pekerjaan Anda yang berat, maka Anda perlu tahu tentang jumlah pengangguran di negara Indonesia sekarang.
Berdasarkan data informasi bahwa hampir 60% orang yang berusia produktif untuk bekerja, ternyata tidak memiliki pekerjaan. Kalau begitu apa susahnya untuk bersyukurlah? Anda tinggal merenungkan hal-hal yang Anda miliki, yang banyak orang lain tidak memilikinya.
Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan maka ini sangat patut disyukuri, yang membuat Anda tidak lagi menjadi orang yang suka mengeluh.
Para ahli psikologi mengungkapkan bahwa sikap bersyukur ini merupakan emosi yang tersehat. Oleh karena itu bersyukurlah atas pekerjaan yang Anda miliki, kesehatan Anda yang baik, keluarga Anda, dan berbagai hal lainnya untuk disyukuri.
Dengan bersyukur lebih banyak maka percayalah bahwa hidup Anda bisa menjadi lebih mudah dan Anda bisa lebih beruntung. Bahagia dengan apa yang telah dimliki maka akan mendatangkan kebahagiaan-kebahagiaan lainnya.
Janganlah selalu fokus melihat pada hal-hal yang terluputkan dari diri Anda, karena itu adalah awal kesengsaraan, dan membuat Anda sulit bersyukur dari apa-apa yang telah Anda miliki.
Kalau tidak merepotkan, cobalah untuk berjalan-jalan ke rumah sakit. Disana Anda akan melihat para pasien yang mengidap penyakit sangat parah, maka hal ini akan membuat Anda menjadi bisa menyukuri nikmat sehat yang telah dianugerahkan Allah.
Dalam hal bisnis, perlu diketahui bahwa orang seperti Bob Sadino ternyata pernah menjadi kuli bangunan, Steve Jobs pernah dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja.
Sehebat apapun seseorang, mereka pasti pernah mengalami kegagalan, sebagai latihan bagi jiwa mereka agar terus berusaha semaksimal mungkin.
Kegagalan yang dialami tidak membuat mereka terpuruk dan patah semangat, malah kegagalan dijadikan sebagai pengalaman hidup dan juga sebagai latihan agar bisa memiliki jiwa pekerja keras.
6. Berpikiran Positif dan Berjiwa Optimis
Positive thinking adalah hal yang penting untuk diterapkan pada diri masing-masing orang. Cobalah melatih diri agar bisa memandang segala sesuatu dengan kaca mata yang baik, yang membuat Anda bisa selalu optimis pada setiap waktu.
Perbedaan antara orang yang berpikiran positif dan orang yang berpikiran negatif adalah bagaimana mereka dalam menghadapi sebuah kondisi.
Orang yang pesimis dan berpikiran negatif akan memandang sebuah kejadian buruk sebagai sesuatu yang akan merusak semua sendi kehidupannya. Orang-orang berjiwa pesimis dan suka mengeluh sering mengatakan �Tak pernah ada hal bagus yang terjadi padaku�.
Ketika mengalami kejadian buruk maka menjadikan orang yang pesimis berkeyakinan bahwa dirinya korban ketidakberuntungan, sehingga mereka yang berpikir bahwa percuma saja untuk bangkit karena kesempatan untuk sukses sudah tidak ada.
Hal ini berbeda dengan seorang yang berjiwa optimis, yang memiliki kemampuan untuk mengisolasi hal-hal negatif. Sehingga sebuah kejadian buruk yang dialaminya tidak sampai merusak kehidupannya secara keseluruhan.
Orang-orang yang berjiwa optimis akan menganggap bahwa kegagalan hanya batu sandungan sesaat, kegagalan bukan sebuah kondisi yang permanen.
Mereka memahami bahwa ketika gagal bukan berarti pintu keberhasilan tertutup rapat, justru kegagalan ini dijadikan pelajaran agar mereka bisa lebih baik dibanding sebelumnya.
Hal inilah yang membuat orang-orang berjiwa optimis bisa tetap bersikap tenang dalam situasi buruk sekalipun.
Mereka mampu bertindak rasional, serta mengatasi berbagai permasalahan dengan kepala dingin dan obyektif. Sehingga mereka tidak mudah mengeluh ketika diterpa dengan berbagai masalah.
7. Lakukanlah Pekerjaan dengan Hati
Kerja keras dengan hati tidak akan pernah menghianati, nikmati setiap pekerjaan yang Anda jalani, hal ini bisa membantu Anda untuk lebih bersyukur dan terhindari dari sifat suka mengeluh.
Melakukan pekerjaan dengan hati, yaitu mencintai pekerjaan Anda sendiri, hal ini akan bisa membuat Anda lebih bahagia. Selain itu bekerja dengan hati bisa mendatangkan keberkahan dan energi positif di dalam tubuh.
8. Lakukan Terapi Tidak Mengeluh Selama 3 Hari
Lakukan sebuah terapi yaitu Anda diharuskan agar tidak mengeluh selama tiga hari terus-menerus. Butuh usaha keras memang untuk bisa berhenti dari sifat suka mengeluh ini, apalagi jika sudah terbiasa mengeluh.
Jalani terapi ini dengan sungguh-sungguh, sehingga jika Anda nantinya berhasil melewatinya, maka Anda memiliki modal yang sangat bagus agar bisa menghilangkan sifat suka mengeluh.
Jika Anda terjatuh dalam kesalahan (mengeluh), maka tetap kuatkan tekad agar Anda jangan sampai mengeluh lagi.
Mengeluh lebih baik dihindari, kecuali sesekali saja jika tujuannya memang jelas seperti untuk mencari solusi, dan keluhan hanya dilakukan pada orang yang bisa dipecaya saja.
9. Buka Lebar-lebar Wawasan
Bisa jadi keluhan yang muncul akibat dari kurangnya wawasan yang dimiliki, sebuah kesalahan jika hanya terpaku pada satu hal saja. Padahal ada banyak opsi yang bisa diambil, tapi dirinya hanya terpaku pada opsi yang buruk.
Cobalah untuk berpikir kreatif, buatlah berbagai macam ide, tambah wawasan dengan banyak membaca, Anda akan mengetahui banyak hal dengan rajin membaca.
Bertambahnya wawasan dan pengetahuan maka sangat bermanfaat agar mata Anda bisa lebih terbuka untuk bisa melihat segala hal dengan lebih matang dan bijak.
10. Jalani Sesuai dengan Kemampuan
Di dunia ini ada banyak sekali segala sesuatu yang tidak bisa kalian ubah atau kendalikan, sekeras apapun usaha yang dilakukan.
Anda tentunya tidak bisa mengubah kondisi cuaca ataupun keputusan final atasan. Sehingga janganlah memikirkan hal-hal yang diluar jangkauan Anda, yang justru bisa membuat Anda depresi.
11. Latihlah Diri untuk Beradaptasi dengan Baik
Yang namanya kehidupan akan mengalami perubahan, sehingga latihlah diri untuk bisa beradaptasi dengan baik terhadap berbagai perubahan, hal ini sangat penting agar Anda terbiasa dan agar Anda tidak mudah mengeluh. Berusahalah untuk selalu mencari sisi positif dari berbagai hal yang dialami
12. Berhenti Menghakimi Orang Lain Tanpa Alasan yang Jelas
Banyak orang yang menghakimi orang lain tanpa alasan, sehingga malah membuat kondisi semakin buruk. Orang yang terlalu mudah untuk menyalahkan orang lain mengindikasikan bahwa dirinya adalah seorang yang memiliki sifat suka mengeluh.
Jangan terlalu cepat menyalahkan orang lain, cobalah untuk memposisikan diri Anda pada posisi orang tersebut, sehingga nantinya Anda bisa memahami dengan baik tentang apa yang sebenarnya terjadi.
13. Minimalisir Stres yang Muncul
Seseorang mungkin suka mengeluh karena dirinya mengalami masalah stres yang muncul bertubi-tubi, sehingga untuk mengatasi maka perlu tempat untuk menenangkan diri.
Berhentilah sementara dari menjalankan tugas-tugas Anda yang berat, cari tempat yang bisa membuat Anda tenang, tariklah napas dalam-dalam beberapa kali untuk merilekskan jiwa, atau yang sangat bagus bacalah ayat-ayat suci Al Qur�an yang menenangkan hati.
Tidur dalam kondisi gelap gulita juga dapat sangat membantu untuk menghilangkan stres, secara umum tidur dalam kondisi gelap akan sangat menyehatkan tubuh.
14. Batasi Bicara
Apabila telah berusaha, akan tetapi Kita masih menemukan diri kita masih banyak mengeluh, kemungkinan pemicunya karena kita adalah orang yang terlalu banyak bicara, sehingga susah untuk diam.
Oleh karena itu berusahalah untuk menjaga lidah, jangan biarkan setan mengarahkan kita untuk mengatakan hal-hal yang buruk atau tidak berguna.
15. Carilah Solusi yang Bersifat Praktis
Ini lebih baik dibandingkan hanya mengeluh tidak jelas, jauh lebih baik agar Anda memikirkan atau membicarakan solusi praktis atas situsai yang dialami.
Ingat dan yakinlah, bahwa segala masalah memiliki jalan keluar, mintalah dan berdoa kepada Allah agar dimudahkan dalam menemukan solusi permasalahan.
16. Menerima Kelemahan dan Memaksimalkan Kelebihan
Masing-masing manusia memiliki segala kelemahan dan kelebihannya. Dimana masing-masing manusia diberikan bakat dan talenta yang perlu digunakan dengan sebaik-baiknya, agar bisa menjalani kehidupan yang baik dan nyaman.
Oleh karena itu kelemahan-kelemahan yang ada pada diri tentunya jangan membuat kita rendah diri dan mengeluh. Setiap orang yang memiliki kelemahan, tentunya memiliki kelebihan pada sisi yang lainnya.
17. Jangan Suka Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Kita tidak tahu, seperti apa hidup orang lain sebenarnya secara detail. Oleh karena itu hendaknya masing-masing orang fokus pada pengembangan dirinya sendiri, sehingga tidak perlu membanding-bandingkan diri dengan orang lain, karena dikhawatirkan bisa memunculkan rasa tidak bersyukur dan sifat suka mengeluh.
18. Jika pun Ingin Mengeluh, Maka Sampaikan pada Orang yang Terpecaya
Apabila Anda menyampaikan keluhan maka boleh sesekali, hanya saja sangat penting agar Anda mengeluhkan atau curhat pada orang-orang yang tepat, terpecaya dan bisa memberikan solusi.
Paparkan kondisi Anda secara jelas pada mereka, sehingga mereka benar-benar memahami kondisi Anda, apakah sedang marah, sedih, atau lainnya.
Anda boleh berkeluh kesah pada orang dekat, hanya saja keluh kesah yang disampaikan adalah hal yang penting, dan tidak berlebihan. Harapannya nantinya Anda bisa memperoleh pencerahan dari orang yang Anda curhati.
Orang yang suka mengeluh akan malas berusaha, sehingga kesuksesan akan susah didapatkan bagi orang yang tidak berusaha.
Semakin sering seseorang mengeluh maka dampaknya akan membuat energinya untuk berbuat semakin pudar, mengeluh akan mematikan idealisme dan motivasi dalam bekerja.
Mengeluh bisa menular pada orang lain sehingga bedampak buruk terhadap lingkungan, ketika seseorang mengeluh maka bisa memicu orang-orang di sektiarnya ikut mengeluh.
Oleh karena itu, mengeluh adalah hal yang harus segera dihidari agar tidak muncul di dalam jiwa.
Cara Agar Tidak Mengeluh
1. Tingkatkan Kebiasaan Sehari-hari Anda Menjadi Lebih Baik
Diri manusia memiliki energi positif dan negatif yang saling bertarung. Menjaga diri dalam keadaan baik dan positif begitu sulit ketika pikiran negatif masih terus dipelihara.
Semakin banyak pikiran diisi dengan hal negatif maka akan membuat jiwa kondisinya semakin kronis, dirinya akan sangat kesulitan untuk melakukan hal-hal yang baik dan berguna.
Sebaliknya, hal-hal buruk akan berlomba-lomba untuk mendatangi dirinya, alhasil dirinya akan banyak memiliki prilaku dan sifat yang buruk, termasuk salah satunya sifat suka mengeluh ini yang membuat dirinya tidak memiliki motivasi untuk berusaha.
Oleh karena itu, jiwa yang suka mengeluh bisa diatasi dengan membuang berbagai pikiran dan sifat yang buruk di dalam jiwa, kemudian tanamkan berbagai hal-hal yang baik dan berguna di dalam diri.
Contohnya, hal yang baik seperti bangun di pagi hari, dan hal yang buruk adalah bangun di siang hari.
Hal ini tentunya sudah umum diketahui, bahwa bangun pagi sangat baik untuk kesehatan dan produktifitas kerja.
Apabila Anda selama ini orang yang suka bangun siang, maka mulailah dari sekarang agar Anda terbiasa bangun pagi, usahakan bangun sebelum jam 5 pagi.
Dengan membiasakan rajin bangun pagi, maka hal ini bisa membantu menghilangkan sedikit demi sedikit rasa suka mengeluh Anda.
Hal lainnya, menunda mengerjakan tugas adalah hal yang buruk, maka hal yang baik adalah segera mengerjakan tugas pada waktunya.
Dengan berusaha menghindari kebiasaan menunda pekerjaan, maka berarti Anda juga telah berusaha untuk mengikis perasaan suka mengeluh.
2. Jangan Hanya Melihat Keatas, Tapi Juga Melihat ke Bawah
Hentikan membanding-bandingkan diri dengan orang lain jika tak ada gunanya, jangan suka membandingkan diri Anda dengan orang-orang yang mungkin hidupnya lebih kaya, dll...
...karena hal ini bisa membuat Anda �patah hati� sehingga Anda bisa menjadi orang yang suka mengeluh.
Anda perlu sering-sering melihat orang yang di bawah, sehingga Anda akhirnya bisa menyadari betapa bahagia dan beruntungnya Anda, karena begitu banyak orang yang hidupnya jauh lebih susah dari Anda.
Ketika Anda mengerjakan tugas sekolah / kuliah yang seabrek, maka tugas menumpuk ini membuat Anda pusing tujuh keliling.
Maka ingatlah, bahwa ada banyak orang yang seumuran atau bahkan lebih kecil umurnya dari Anda di wilayah pedalaman sana, yang untuk pergi sekolah saja harus berjalan kaki selama dua jam.
Melihat ke bawah sangat penting agar kita bisa merasa bahagia dengan apa yang telah dimiliki.
Adapun melihat keatas dilakukan jika Anda sedang ingin memacu diri sehigga menimbulkan semangat untuk berusaha menggapai sesuatu yang telah dimiliki orang lain tersebut.
Dengan melihat kebawah maka Anda bisa menjadi lebih bahagia dan tidak mengeluh. Lihatlah betapa banyak orang yang hidupnya kurang beruntung dibandingkan diri Anda.
Ada banyak sekali orang yang hidupnya lebih sulit, lebih banyak musibahnya, lebih miskin, dan lebih menderita, tetapi mereka tetap bisa menjalankan hidup dengan apang dada.
Berbahagialah ketika Anda masih bisa melihat, masih bisa makan, masih bisa berjalan, tubuh dalam kondisi sehat, dan memiliki rumah. Betapa banyak orang yang tidak memiliki hal tersebut secara lengkap.
Ketika Anda bekerja, mungkin Anda merasa perkerjaan begitu berat dan menjenuhkan. Ingatlah, di negeri ini masih sangat banyak orang yang mengucurkan keringat pagi dan malam, untuk memperoleh upah yang hanya cukup untuk mengisi perut mereka sehari itu saja.
�Lihatlah orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu karena yang demikian itu lebih layak supaya kamu tidak meremehkan nikmat Allah kepadamu.� (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Jaga Pergaulan Yang Baik
Dari penelitian yang dilakukan para ahli, menjelaskan sebuah kesimpulan bahwa perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya.
Demikian juga dengan kondisi jiwa yang suka mengeluh, hal itu karena dirinya berada di tengah-tengah orang yag suka mengeluh.
Ingat dan renungkan, apakah orang-orang di sekitar Anda yang memicu timbulnya jiwa suka mengeluh pada diri Anda?
Oleh karena itu, usahakan untuk mendekati teman-teman yang memiliki jiwa kuat dan tidak mudah mengeluh. Kalau bisa mengobrol dengan orang-orang yang sudah sukses dalam usahanya karena mereka umumnya orang yang pantang semangat dan tidak suka mengeluh.
4. Hindari Jiwa yang Terlalu Perfeksionis
Perfeksionisme merupakan sikap kepribadian untuk mencapai kesempurnaan yang tinggi. Perfeksionis sebenarnya ada baiknya, namun jika sikap perfeksionis terlalu berlebihan dan lepas kontrol justru dapat mengakibatkan diri menjadi suka mengeluh.
Dimana dengan sikap perfeksionis yang ada di dalam jiwa, menyebabkan jiwa akan rentan untuk selalu mengalami ketidakpuasan.
Mematok kesempurnaan tinggi yang sulit dicapai bisa menjadi bumerang. Jika sering mengalami ketidakpuasan maka menyebabkan rasa mengeluh menjadi sering bermunculan. Hal ini tidak baik.
Rasa mengeluh bisa muncul ketika pencapaian hasil tidak sesuai dengan keinginan. Terlalu mengharapkan kesempurnaan dapat membuat seseorang kehilangan akal sehatnya, yang juga bisa memicu stres.
Dengan begitu, hendaknya menjadi orang yang berusaha dengan semampunya saja, jangan memaksakan sesuatu yang belum bisa dicapai. Penting untuk mengurangi sikap perfeksionis.
Semakin banyak pikiran diisi dengan hal negatif maka akan membuat jiwa kondisinya semakin kronis, dirinya akan sangat kesulitan untuk melakukan hal-hal yang baik dan berguna.
Sebaliknya, hal-hal buruk akan berlomba-lomba untuk mendatangi dirinya, alhasil dirinya akan banyak memiliki prilaku dan sifat yang buruk, termasuk salah satunya sifat suka mengeluh ini yang membuat dirinya tidak memiliki motivasi untuk berusaha.
Oleh karena itu, jiwa yang suka mengeluh bisa diatasi dengan membuang berbagai pikiran dan sifat yang buruk di dalam jiwa, kemudian tanamkan berbagai hal-hal yang baik dan berguna di dalam diri.
Contohnya, hal yang baik seperti bangun di pagi hari, dan hal yang buruk adalah bangun di siang hari.
Hal ini tentunya sudah umum diketahui, bahwa bangun pagi sangat baik untuk kesehatan dan produktifitas kerja.
Apabila Anda selama ini orang yang suka bangun siang, maka mulailah dari sekarang agar Anda terbiasa bangun pagi, usahakan bangun sebelum jam 5 pagi.
Dengan membiasakan rajin bangun pagi, maka hal ini bisa membantu menghilangkan sedikit demi sedikit rasa suka mengeluh Anda.
Hal lainnya, menunda mengerjakan tugas adalah hal yang buruk, maka hal yang baik adalah segera mengerjakan tugas pada waktunya.
Dengan berusaha menghindari kebiasaan menunda pekerjaan, maka berarti Anda juga telah berusaha untuk mengikis perasaan suka mengeluh.
2. Jangan Hanya Melihat Keatas, Tapi Juga Melihat ke Bawah
![]() |
| Orang Miskin di Suatu Negara | Sumber gambar: Pixabay.com |
Hentikan membanding-bandingkan diri dengan orang lain jika tak ada gunanya, jangan suka membandingkan diri Anda dengan orang-orang yang mungkin hidupnya lebih kaya, dll...
...karena hal ini bisa membuat Anda �patah hati� sehingga Anda bisa menjadi orang yang suka mengeluh.
Anda perlu sering-sering melihat orang yang di bawah, sehingga Anda akhirnya bisa menyadari betapa bahagia dan beruntungnya Anda, karena begitu banyak orang yang hidupnya jauh lebih susah dari Anda.
Ketika Anda mengerjakan tugas sekolah / kuliah yang seabrek, maka tugas menumpuk ini membuat Anda pusing tujuh keliling.
Maka ingatlah, bahwa ada banyak orang yang seumuran atau bahkan lebih kecil umurnya dari Anda di wilayah pedalaman sana, yang untuk pergi sekolah saja harus berjalan kaki selama dua jam.
Melihat ke bawah sangat penting agar kita bisa merasa bahagia dengan apa yang telah dimiliki.
Adapun melihat keatas dilakukan jika Anda sedang ingin memacu diri sehigga menimbulkan semangat untuk berusaha menggapai sesuatu yang telah dimiliki orang lain tersebut.
Dengan melihat kebawah maka Anda bisa menjadi lebih bahagia dan tidak mengeluh. Lihatlah betapa banyak orang yang hidupnya kurang beruntung dibandingkan diri Anda.
Ada banyak sekali orang yang hidupnya lebih sulit, lebih banyak musibahnya, lebih miskin, dan lebih menderita, tetapi mereka tetap bisa menjalankan hidup dengan apang dada.
Berbahagialah ketika Anda masih bisa melihat, masih bisa makan, masih bisa berjalan, tubuh dalam kondisi sehat, dan memiliki rumah. Betapa banyak orang yang tidak memiliki hal tersebut secara lengkap.
Ketika Anda bekerja, mungkin Anda merasa perkerjaan begitu berat dan menjenuhkan. Ingatlah, di negeri ini masih sangat banyak orang yang mengucurkan keringat pagi dan malam, untuk memperoleh upah yang hanya cukup untuk mengisi perut mereka sehari itu saja.
�Lihatlah orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu karena yang demikian itu lebih layak supaya kamu tidak meremehkan nikmat Allah kepadamu.� (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Jaga Pergaulan Yang Baik
Dari penelitian yang dilakukan para ahli, menjelaskan sebuah kesimpulan bahwa perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya.
Demikian juga dengan kondisi jiwa yang suka mengeluh, hal itu karena dirinya berada di tengah-tengah orang yag suka mengeluh.
Ingat dan renungkan, apakah orang-orang di sekitar Anda yang memicu timbulnya jiwa suka mengeluh pada diri Anda?
Oleh karena itu, usahakan untuk mendekati teman-teman yang memiliki jiwa kuat dan tidak mudah mengeluh. Kalau bisa mengobrol dengan orang-orang yang sudah sukses dalam usahanya karena mereka umumnya orang yang pantang semangat dan tidak suka mengeluh.
4. Hindari Jiwa yang Terlalu Perfeksionis
Perfeksionisme merupakan sikap kepribadian untuk mencapai kesempurnaan yang tinggi. Perfeksionis sebenarnya ada baiknya, namun jika sikap perfeksionis terlalu berlebihan dan lepas kontrol justru dapat mengakibatkan diri menjadi suka mengeluh.
Dimana dengan sikap perfeksionis yang ada di dalam jiwa, menyebabkan jiwa akan rentan untuk selalu mengalami ketidakpuasan.
Mematok kesempurnaan tinggi yang sulit dicapai bisa menjadi bumerang. Jika sering mengalami ketidakpuasan maka menyebabkan rasa mengeluh menjadi sering bermunculan. Hal ini tidak baik.
Rasa mengeluh bisa muncul ketika pencapaian hasil tidak sesuai dengan keinginan. Terlalu mengharapkan kesempurnaan dapat membuat seseorang kehilangan akal sehatnya, yang juga bisa memicu stres.
Dengan begitu, hendaknya menjadi orang yang berusaha dengan semampunya saja, jangan memaksakan sesuatu yang belum bisa dicapai. Penting untuk mengurangi sikap perfeksionis.
5. Bersyukur
![]() |
| Sumber gambar: Flickr.com |
Rasa syukur ini adalah hal yang terpenting di dunia, yaitu bahagia dengan apa yang telah dikanuriakan Allah kepada dirinya. Oleh karena itu, saat timbul rasa mengeluh maka ingat-ingat atau tulis berbagai hal yang telah Anda miliki, yang membuat Anda nantinya bersyukur.
Bersyukur menjadi kunci yang utama agar Anda tidak lagi suka mengeluh. Kebiasaan mengeluh tidak akan bisa membuat kondisi menjadi lebih baik, justru akan menghabiskan energi serta memunculkan perasaan negatif yang membuat menderita.
Apabila Anda sering mengeluh karena pekerjaan Anda yang berat, maka Anda perlu tahu tentang jumlah pengangguran di negara Indonesia sekarang.
Berdasarkan data informasi bahwa hampir 60% orang yang berusia produktif untuk bekerja, ternyata tidak memiliki pekerjaan. Kalau begitu apa susahnya untuk bersyukurlah? Anda tinggal merenungkan hal-hal yang Anda miliki, yang banyak orang lain tidak memilikinya.
Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan maka ini sangat patut disyukuri, yang membuat Anda tidak lagi menjadi orang yang suka mengeluh.
Para ahli psikologi mengungkapkan bahwa sikap bersyukur ini merupakan emosi yang tersehat. Oleh karena itu bersyukurlah atas pekerjaan yang Anda miliki, kesehatan Anda yang baik, keluarga Anda, dan berbagai hal lainnya untuk disyukuri.
Dengan bersyukur lebih banyak maka percayalah bahwa hidup Anda bisa menjadi lebih mudah dan Anda bisa lebih beruntung. Bahagia dengan apa yang telah dimliki maka akan mendatangkan kebahagiaan-kebahagiaan lainnya.
Janganlah selalu fokus melihat pada hal-hal yang terluputkan dari diri Anda, karena itu adalah awal kesengsaraan, dan membuat Anda sulit bersyukur dari apa-apa yang telah Anda miliki.
Kalau tidak merepotkan, cobalah untuk berjalan-jalan ke rumah sakit. Disana Anda akan melihat para pasien yang mengidap penyakit sangat parah, maka hal ini akan membuat Anda menjadi bisa menyukuri nikmat sehat yang telah dianugerahkan Allah.
Dalam hal bisnis, perlu diketahui bahwa orang seperti Bob Sadino ternyata pernah menjadi kuli bangunan, Steve Jobs pernah dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja.
Sehebat apapun seseorang, mereka pasti pernah mengalami kegagalan, sebagai latihan bagi jiwa mereka agar terus berusaha semaksimal mungkin.
Kegagalan yang dialami tidak membuat mereka terpuruk dan patah semangat, malah kegagalan dijadikan sebagai pengalaman hidup dan juga sebagai latihan agar bisa memiliki jiwa pekerja keras.
6. Berpikiran Positif dan Berjiwa Optimis
Positive thinking adalah hal yang penting untuk diterapkan pada diri masing-masing orang. Cobalah melatih diri agar bisa memandang segala sesuatu dengan kaca mata yang baik, yang membuat Anda bisa selalu optimis pada setiap waktu.
Perbedaan antara orang yang berpikiran positif dan orang yang berpikiran negatif adalah bagaimana mereka dalam menghadapi sebuah kondisi.
Orang yang pesimis dan berpikiran negatif akan memandang sebuah kejadian buruk sebagai sesuatu yang akan merusak semua sendi kehidupannya. Orang-orang berjiwa pesimis dan suka mengeluh sering mengatakan �Tak pernah ada hal bagus yang terjadi padaku�.
Ketika mengalami kejadian buruk maka menjadikan orang yang pesimis berkeyakinan bahwa dirinya korban ketidakberuntungan, sehingga mereka yang berpikir bahwa percuma saja untuk bangkit karena kesempatan untuk sukses sudah tidak ada.
Hal ini berbeda dengan seorang yang berjiwa optimis, yang memiliki kemampuan untuk mengisolasi hal-hal negatif. Sehingga sebuah kejadian buruk yang dialaminya tidak sampai merusak kehidupannya secara keseluruhan.
Orang-orang yang berjiwa optimis akan menganggap bahwa kegagalan hanya batu sandungan sesaat, kegagalan bukan sebuah kondisi yang permanen.
Mereka memahami bahwa ketika gagal bukan berarti pintu keberhasilan tertutup rapat, justru kegagalan ini dijadikan pelajaran agar mereka bisa lebih baik dibanding sebelumnya.
Hal inilah yang membuat orang-orang berjiwa optimis bisa tetap bersikap tenang dalam situasi buruk sekalipun.
Mereka mampu bertindak rasional, serta mengatasi berbagai permasalahan dengan kepala dingin dan obyektif. Sehingga mereka tidak mudah mengeluh ketika diterpa dengan berbagai masalah.
7. Lakukanlah Pekerjaan dengan Hati
Kerja keras dengan hati tidak akan pernah menghianati, nikmati setiap pekerjaan yang Anda jalani, hal ini bisa membantu Anda untuk lebih bersyukur dan terhindari dari sifat suka mengeluh.
Melakukan pekerjaan dengan hati, yaitu mencintai pekerjaan Anda sendiri, hal ini akan bisa membuat Anda lebih bahagia. Selain itu bekerja dengan hati bisa mendatangkan keberkahan dan energi positif di dalam tubuh.
8. Lakukan Terapi Tidak Mengeluh Selama 3 Hari
Lakukan sebuah terapi yaitu Anda diharuskan agar tidak mengeluh selama tiga hari terus-menerus. Butuh usaha keras memang untuk bisa berhenti dari sifat suka mengeluh ini, apalagi jika sudah terbiasa mengeluh.
Jalani terapi ini dengan sungguh-sungguh, sehingga jika Anda nantinya berhasil melewatinya, maka Anda memiliki modal yang sangat bagus agar bisa menghilangkan sifat suka mengeluh.
Jika Anda terjatuh dalam kesalahan (mengeluh), maka tetap kuatkan tekad agar Anda jangan sampai mengeluh lagi.
Mengeluh lebih baik dihindari, kecuali sesekali saja jika tujuannya memang jelas seperti untuk mencari solusi, dan keluhan hanya dilakukan pada orang yang bisa dipecaya saja.
9. Buka Lebar-lebar Wawasan
Bisa jadi keluhan yang muncul akibat dari kurangnya wawasan yang dimiliki, sebuah kesalahan jika hanya terpaku pada satu hal saja. Padahal ada banyak opsi yang bisa diambil, tapi dirinya hanya terpaku pada opsi yang buruk.
Cobalah untuk berpikir kreatif, buatlah berbagai macam ide, tambah wawasan dengan banyak membaca, Anda akan mengetahui banyak hal dengan rajin membaca.
Bertambahnya wawasan dan pengetahuan maka sangat bermanfaat agar mata Anda bisa lebih terbuka untuk bisa melihat segala hal dengan lebih matang dan bijak.
10. Jalani Sesuai dengan Kemampuan
Di dunia ini ada banyak sekali segala sesuatu yang tidak bisa kalian ubah atau kendalikan, sekeras apapun usaha yang dilakukan.
Anda tentunya tidak bisa mengubah kondisi cuaca ataupun keputusan final atasan. Sehingga janganlah memikirkan hal-hal yang diluar jangkauan Anda, yang justru bisa membuat Anda depresi.
11. Latihlah Diri untuk Beradaptasi dengan Baik
Yang namanya kehidupan akan mengalami perubahan, sehingga latihlah diri untuk bisa beradaptasi dengan baik terhadap berbagai perubahan, hal ini sangat penting agar Anda terbiasa dan agar Anda tidak mudah mengeluh. Berusahalah untuk selalu mencari sisi positif dari berbagai hal yang dialami
12. Berhenti Menghakimi Orang Lain Tanpa Alasan yang Jelas
Banyak orang yang menghakimi orang lain tanpa alasan, sehingga malah membuat kondisi semakin buruk. Orang yang terlalu mudah untuk menyalahkan orang lain mengindikasikan bahwa dirinya adalah seorang yang memiliki sifat suka mengeluh.
Jangan terlalu cepat menyalahkan orang lain, cobalah untuk memposisikan diri Anda pada posisi orang tersebut, sehingga nantinya Anda bisa memahami dengan baik tentang apa yang sebenarnya terjadi.
13. Minimalisir Stres yang Muncul
Seseorang mungkin suka mengeluh karena dirinya mengalami masalah stres yang muncul bertubi-tubi, sehingga untuk mengatasi maka perlu tempat untuk menenangkan diri.
Berhentilah sementara dari menjalankan tugas-tugas Anda yang berat, cari tempat yang bisa membuat Anda tenang, tariklah napas dalam-dalam beberapa kali untuk merilekskan jiwa, atau yang sangat bagus bacalah ayat-ayat suci Al Qur�an yang menenangkan hati.
Tidur dalam kondisi gelap gulita juga dapat sangat membantu untuk menghilangkan stres, secara umum tidur dalam kondisi gelap akan sangat menyehatkan tubuh.
14. Batasi Bicara
Apabila telah berusaha, akan tetapi Kita masih menemukan diri kita masih banyak mengeluh, kemungkinan pemicunya karena kita adalah orang yang terlalu banyak bicara, sehingga susah untuk diam.
Oleh karena itu berusahalah untuk menjaga lidah, jangan biarkan setan mengarahkan kita untuk mengatakan hal-hal yang buruk atau tidak berguna.
15. Carilah Solusi yang Bersifat Praktis
![]() |
| Sumber gambar: Pixabay.com |
Ini lebih baik dibandingkan hanya mengeluh tidak jelas, jauh lebih baik agar Anda memikirkan atau membicarakan solusi praktis atas situsai yang dialami.
Ingat dan yakinlah, bahwa segala masalah memiliki jalan keluar, mintalah dan berdoa kepada Allah agar dimudahkan dalam menemukan solusi permasalahan.
16. Menerima Kelemahan dan Memaksimalkan Kelebihan
Masing-masing manusia memiliki segala kelemahan dan kelebihannya. Dimana masing-masing manusia diberikan bakat dan talenta yang perlu digunakan dengan sebaik-baiknya, agar bisa menjalani kehidupan yang baik dan nyaman.
Oleh karena itu kelemahan-kelemahan yang ada pada diri tentunya jangan membuat kita rendah diri dan mengeluh. Setiap orang yang memiliki kelemahan, tentunya memiliki kelebihan pada sisi yang lainnya.
17. Jangan Suka Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Kita tidak tahu, seperti apa hidup orang lain sebenarnya secara detail. Oleh karena itu hendaknya masing-masing orang fokus pada pengembangan dirinya sendiri, sehingga tidak perlu membanding-bandingkan diri dengan orang lain, karena dikhawatirkan bisa memunculkan rasa tidak bersyukur dan sifat suka mengeluh.
18. Jika pun Ingin Mengeluh, Maka Sampaikan pada Orang yang Terpecaya
Apabila Anda menyampaikan keluhan maka boleh sesekali, hanya saja sangat penting agar Anda mengeluhkan atau curhat pada orang-orang yang tepat, terpecaya dan bisa memberikan solusi.
Paparkan kondisi Anda secara jelas pada mereka, sehingga mereka benar-benar memahami kondisi Anda, apakah sedang marah, sedih, atau lainnya.
Anda boleh berkeluh kesah pada orang dekat, hanya saja keluh kesah yang disampaikan adalah hal yang penting, dan tidak berlebihan. Harapannya nantinya Anda bisa memperoleh pencerahan dari orang yang Anda curhati.
Subscribe to:
Posts (Atom)













































